APEC dan Soal Implementasi

Persoalan implementasi termasuk tantangan dan gugatan bagi forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC sejak terbentuk 17 tahun lalu. Berbagai kesepakatan dalam pertemuan tahunan sejak 1993 sering hanya menjadi dokumen di atas kertas. Padahal, pengaruhnya sangat besar jika dilaksanakan karena APEC merupakan gabungan kekuatan perdagangan 21 negara, yang hampir menjadi 50 persen kekuatan perdagangan global.

Gugatan itu muncul lagi setelah para pemimpin APEC mengeluarkan deklarasi hari Minggu 19 November seusai pertemuan puncak dua hari di Hanoi, ibu kota Vietnam. Para pemimpin menyerukan liberalisasi perdagangan, perang melawan terorisme, korupsi, dan penyakit.

Fokus perhatian APEC cenderung meluas, tidak terbatas pada kerja sama ekonomi sebagai ide dasar pembentukannya tahun 1989. Juga memberikan perhatian terhadap isu keamanan, terorisme, korupsi, dan penyakit.

Desakan perang melawan teroris menguat setelah serangan teroris fantastis 11 September 2001 di Amerika Serikat. Dalam Pertemuan Hanoi juga disoroti secara khusus program senjata nuklir Korea Utara.

Isu strategis lain menyangkut perang terhadap korupsi, yang dianggap penghambat utama pembangunan di sebagian besar negara anggota APEC. Secara spesifik pula para pemimpin APEC menyerukan upaya melawan penyakit seperti flu burung dan HIV/AIDS.

Kelihatan sekali, para pemimpin APEC setiap kali berusaha mengangkat berbagai isu yang dinilai relevan, sekalipun keluar dari ide dasar pembentukan forum itu 17 tahun lalu.

Sesungguhnya tidak ada masalah dengan perluasan bidang cakupan perhatian APEC. Semakin banyak semakin baik. Namun, persoalannya, apakah berbagai keinginan itu bisa diwujudkan.

Sudah muncul sinisme, APEC hanya bisa mengadakan pertemuan tahunan sejak tahun 1993 dan menghasilkan berbagai keputusan, tetapi tidak dilaksanakan.

Atas sinisme dan gugatan itu muncul argumentasi, putusan APEC sama sekali tidak bersifat mengikat. Jika demikian, apa makna APEC dan keputusannya jika tidak sampai diimplementasikan.

Persoalan implementasi terasa penting karena janji dan kesepakatan para pemimpin menciptakan harapan tinggi. APEC bertujuan mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan, yang diharapkan akan memberikan kesejahteraan bagi rakyat di kawasan itu.

Namun, harapan itu seakan berbalik menjadi kekecewaan, sekurang-kurangnya sampai sekarang, karena belum ada yang diwujudkan dan menjadi kenyataan.

Kompas, Senin, 20 November 2006

0 Responses to “APEC dan Soal Implementasi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,228 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: