Panggung Kerja dan Kinerja

Ketika media televisi baru mulai berkibar dalam tahun 1970-an dikatakan, televisi akan mendekatkan para politisi dengan rakyat yang dilayani serta diwakilinya. Jarak antara pemimpin seperti presiden, perdana menteri, menteri, dan rakyat menyusut. Kemudian bahkan amatlah menonjol peran media televisi sebagai panggung. Akibatnya bukan saja jarak menyusut, tetapi terjadi kedekatan antara pemimpin dan rakyat.

Benarkah pendapat dan harapan itu? Benar, tetapi disertai akibat yang waktu itu belum masuk perhitungan. Namun kini, dengan hadirnya media informasi dan komunikasi secara global dan serentak, akibat lain-lain itu semakin tampak dan terasakan.

Misalnya, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, menjelang kedatangan Presiden George W Bush ke Indonesia, unjuk rasa bangkit dan marak di berbagai kota memprotes kedatangannya. Semua kejadian itu masuk ke atas panggung media.

Dalam masalah serta adegan terbuka unjuk rasa anti-Presiden Bush, terdengar pertanyaan: jika maraknya unjuk rasa bisa disebut sebagai segi negatif kedatangan tamu itu, apa segi positifnya? Tentu bahwa di Indonesia kini berlaku demokrasi. Manfaat lain yang lebih konkret? Kita melihat adanya ketidakseimbangan antara keberatan demonstran dan penjelasan pemerintah. Karena persoalannya rumit dan sensitif, mungkin pemerintah memilih diam.

Unjuk rasa anti-Presiden Bush sekadar pembuka yang kebetulan aktual. Kita ingin mengangkat masalah yang umum, tetapi tidak kurang maknanya. Lewat media informasi dan komunikasi terbangunlah panggung dengan beragam adegannya. Kegiatan presiden, wakil presiden, menteri, pejabat, jika dinilai mempunyai daya tarik, bermakna, dan patut diketahui publik, pasti dipanggungkan. Misalnya, rapat, kunjungan, pertemuan, peresmian proyek. Apakah dampak dari pengetahuan dan kesadaran publik perihal kehadiran, kegiatan, dan peran para pemimpin itu? Inilah hal yang tidak kalah penting bagi publik maupun bagi pemerintah dan pemimpin.

Jangan-jangan publik kemudian karena terus-menerus menyaksikan panggung terbuka kegiatan para pemimpin itu, juga semakin kuat hasrat dan keinginannya untuk mengetahui serta merasakan hasil dan jerih payah pemerintah dan para pemimpin berbagai lembaga negara lainnya. Publik ingin tahu kerja dan kinerjanya. Kinerja serta hasilnya. Segera kita sadari berbagai masalah yang menyertainya. Kehadiran bahkan kegiatan kerja yang kita saksikan lewat panggung terbuka serta-merta kita ketahui. Namun, proses kerjanya yang makan waktu umumnya tidak dipanggungkan lagi. Masuk akal pula jika hasil kerja lebih makan waktu lagi. Di sinilah kesenjangan antara panggung terbuka yang menampilkan pemerintah dan para pemimpin bekerja, beraksi, dengan jerih payah kerja yang makan waktu, kemudian juga dengan hasil kerja yang lebih rumit lagi prosesnya.

Adakah unsur benarnya apa yang kita kemukakan itu? Jika ada benarnya, barangkali truisme itu perlu juga dipahami oleh pemerintah dan para pemimpin.

Kompas, Senin, 20 November 2006

Iklan

1 Response to “Panggung Kerja dan Kinerja”


  1. 1 muhamad subhan November 21, 2006 pukul 1:21 pm

    kepada seluruh tim redaksi blog.spot

    saya mahasiswa yang sedang mencari informasi mengenai pekerkjaan sangat terbantu sekali dengan adanya info ii , semoga hal ini dapat dipertahankan dan lebih dapat ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya

    sekian dari saya , atas perhatianya , saya ucapkan terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 787,818 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: