Kerugian Ekonomi Bogor

Kalau ada kunjungan kenegaraan seorang presiden yang mampu menjadikan sebuah kota jadi layaknya kota mati, barangkali cuma di Indonesia. Bogor, kota hujan, yang biasanya diwarnai kesibukan beragam aktivitas perekonomian, kemarin mendadak lumpuh.

Pasar, mulai dari pasar tradisional sampai pasar modern semacam mal atau pusat pertokoan tutup. Angkutan umum yang sehari-hari memadati jalan-jalan utama Bogor menghilang entah ke mana. Bahkan, terminal angkutan antarkota pun tutup. Kalaupun ada angkutan umum yang beroperasi, sulit mendapat penumpang. Seluruh akses jalan yang sehari-hari menjadi rute utama angkutan umum ditutup total.

Ruas tol menuju Bogor dari Jakarta dan sebaliknya juga tampak lengang. Volume kendaraan yang melintasi tol Jagorawi menurun drastis. Pengalihan akses jalan tol ternyata tak mampu membuat suasana seperti normal. Situasi sama terlihat di stasiun kereta listrik jurusan Jakarta-Bogor dan sebaliknya. Kosong tanpa penumpang.

Pedagang-pedagang informal, baik produk maupun jasa, yang sehari-hari menjadi denyut utama perekonomian Bogor, memilih tak berjualan. Kekhawatiran terjadinya kerusuhan akibat maraknya demo di hampir seluruh sudut Bogor, membuat mereka hanya bisa menghitung kerugian sehari kemarin. Penarik becak dan pedagang kaki lima, serta sopir angkutan umum, boleh jadi mengalami kerugian langsung. Jangankan berharap pendapatan sekitar Rp 100 ribu per hari seperti yang biasa mereka kantongi. Hari ini, seperempat dari pendapatan harian itu pun sulit didapat.

Kerugian sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, bagi pejabat negara — apalagi setingkat presiden — boleh jadi tak ada artinya. Tapi bagi pedagang informal, itu bukan sekadar pendapatan usaha, melainkan juga napas kehidupan. Napas kehidupan yang sehari kemarin terpaksa dikorbankan cuma lantaran kunjungan seorang Presiden Amerika Serikat, George W. Bush. Sebuah pengorbanan luar biasa istimewa yang dilakukan Indonesia untuk menerima seorang kepala negara. Bahkan, saat Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, datang pun tak seperti ini.

Pengorbanan itu belum lagi memperhitungkan denyut lain perekonomian Bogor. Sekolah-sekolah diliburkan, apotek tutup, sejumlah bank tutup, bahkan sebagian kantor layanan publik pun tutup. Penerimaan bagi pengelola jalan tol pasti berkurang, begitu pula dengan pengelola perkeretaapian. Belum lagi kerugian di bidang perdagangan dan industri akibat tutupnya pasar dan pusat pertokoan. DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bogor memperkirakan warga Bogor kehilangan haknya sampai Rp 80 miliar. Sumber lain memperkirakan angka kerugian sampai Rp 60 miliar.

Memang, belum ada angka pasti soal kerugian ekonomi Bogor akibat kunjungan Bush. Tapi pertanyaannya, siapa yang bertanggung jawab atas kerugian ekonomi warga Bogor tersebut? Bush datang, jelas bukan untuk itu. Pemerintah perlu memikirkan bagaimana bentuk tanggung jawab terhadap kerugian yang diderita warga Bogor. Tidak semestinya pemerintah mengabaikan apa-apa yang sudah dikorbankan warga Bogor cuma untuk menerima Bush.

Besarnya pengorbanan warga Bogor itu sudah semestinya pula menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berbicara dengan Bush. Jangan sampai kesepakatan atau apa pun hasil pembicaraan itu hanya menguntungkan sebagian kalangan saja, pengusaha dan pejabat pula. Ingatlah kerugian ekonomi warga dalam sehari kemarin. Tapi, bisakah kita berharap? Ketika helipad yang menelan biaya miliaran rupiah, yang disiapkan untuk Bush jadi percuma lantaran Bush mendarat di tempat lain, pemerintah toh tak berbuat apa-apa.

Republika, Selasa, 21 Nopember 2006

Iklan

0 Responses to “Kerugian Ekonomi Bogor”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,910 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: