Pengorbanan Masyarakat Bogor

Kunjungan Presiden AS George W Bush berjalan dengan baik. Di tengah aksi penentangan yang begitu keras, pemerintah bisa menjadi tuan rumah yang baik. Sebagai tuan rumah yang kedatangan seorang tamu, memang begitulah seharusnya. Hanya saja tidak salah juga apabila kita bertanya, haruskah penerimaan kunjungan itu dilakukan dengan biaya yang begitu mahal?

Pertanyaan ini penting agar kemudian kita mau mengevaluasi hasil kunjungan Presiden Bush itu. Seberapa besar manfaat yang bisa kita petik untuk perbaikan kehidupan bangsa dan negara.

Sungguh sayang apabila dari kunjungan itu hanya panggungnya yang kita dapatkan. Sementara substansinya sama sekali kita tidak bisa petik.

Padahal, pengorbanan yang harus kita keluarkan sangatlah luar biasa. Bukan saja segala persiapan dan pengerahan pasukan baik dari Polri maupun TNI yang menghabiskan biaya sangat besar, tetapi terlebih lagi pengorbanan yang telah dikeluarkan masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di Bogor.

Bayangkan saja, setelah berminggu-minggu aktivitas mereka dibatasi, sejak hari Minggu jantung Kota Bogor praktis ditutup. Akibatnya lalu tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan masyarakat. Padahal, banyak di antara mereka yang hidup dari berjualan dari hari ke hari dengan skala yang tergolong kecil dan menengah. Mereka kebanyakan berjualan buah-buahan, talas, taoge goreng, gemblong, es puter, asinan bogor, roti.

Sementara itu, puluhan ribu warga yang bekerja di Jakarta tidak kurang repotnya. Bagi mereka yang punya kerabat di Jakarta, mereka bisa ikut menginap agar tidak repot ke kantor. Tetapi, bagi yang tidak punya, mereka harus meninggalkan rumah sebelum pukul enam pagi. Padahal, Presiden Bush baru datang sore hari.

Untuk kembali ke rumah pun keadaan tidak kalah repot. Mereka baru bisa pulang setelah pukul 22.00 karena jalan utama Bogor baru dibuka setelah itu.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan masyarakat Bogor untuk menyambut tamu negara? Lalu apa kompensasi yang diberikan pemerintah? Hanya Wali Kota Bogor yang meminta warga untuk mengerti, tanpa ada permintaan maaf secara terbuka yang disampaikan.

Tidakkah disadari bahwa mereka bukanlah golongan masyarakat yang hidup berlebihan? Bukankah saat ini pemerintah sendiri sedang menggalakkan agar masyarakat bangkit membangun perekonomian masing-masing? Bukankah lalu semua itu mencerminkan tidak adanya satu kata antara ajakan dan kenyataan?

Warga Bogor tentunya rela dan ikhlas menerima semua itu. Yang sekarang harus dipikirkan, ya pertanyaan pertama tadi, apa yang lalu menjadi manfaat bagi perbaikan kehidupan bangsa dan negara. Rasanya itu harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar semua tahu pengorbanan yang kita lakukan dalam beberapa hari terakhir ini tidaklah sia-sia.

Selanjutnya, kita harus menindaklanjuti hasil pertemuan agar hasilnya menjadi nyata. Tidak hanya menjadi sebuah seremoni yang membuat kita hanya dipuji telah menjadi tuan rumah yang baik.

Kompas, Selasa, 21 November 2006

1 Response to “Pengorbanan Masyarakat Bogor”


  1. 1 Paulin Wijaya November 22, 2006 pukul 10:54 pm

    hidup memang penuh pengorbanan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,098 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: