Angka Pertumbuhan yang Mencemaskan

PESIMISME akan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,8% agaknya kian menguat. Terlebih lagi setelah mencermati pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun ini yang hanya merangkak sebesar 5,52%.

Sesungguhnya, angka pertumbuhan 5,52% tidaklah terlalu mengejutkan. Karena memang tidak ada investasi yang berarti. Sedangkan realisasi pencairan anggaran untuk proyek-proyek yang dibiayai negara juga sangat rendah.

Memang, angka pertumbuhan ekonomi itu menunjukkan kenaikan. Sebab, pada seluruh triwulan tahun sebelumnya pertumbuhan ekonomi kita memang rendah. Bahkan, pada kuartal I 2006, pertumbuhan kita hanya mencapai 4,7%. Tetapi, soalnya adalah pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,8%.

Betul kata ekonom Raden Pardede, bahwa rendahnya investasi harus menjadi keprihatinan kita semua. Sebab, investasi adalah sumber sustainability perekonomian kita. Investasi yang rendah tahun ini akan juga berakibat bagi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.

Padahal, dari berbagai asumsi ekonomi, tahun depan akan menjadi momentum pertumbuhan ekonomi. Bahkan, ada yang memprediksikan tahun depan perekonomian kita bisa menggeliat sampai angka 7%. Tentu saja, prediksi ini bukan sesuatu yang mustahil. Tetapi, dengan pencapaian investasi tahun lalu dan tahun ini yang rendah, kita kian pesimistis.

Memang investasi yang jeblok bisa terkompensasi oleh ekspor kita yang menggembirakan. Hingga September tahun ini ekspor kita mencapai 12%. Hingga akhir tahun nanti, tanda-tanda ekspor kita juga masih mungkin merangkak naik. Tetapi, lagi-lagi, dengan investasi yang rendah, ekspor yang gemilang itu tetap belum bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi sesuai target.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak memenuhi target, artinya sudah terbayang sejumlah implikasi buruk bagi bangsa ini. Sudah pasti kita kian berat mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Kemiskinan akan kian menjadi realitas yang kian mencemaskan.

Pertumbuhan yang rendah itu berarti juga bahwa negeri ini sesungguhnya belum lepas dari krisis. Karena itu, para pengelola negara mestinya bekerja dengan kesadaran itu. Bahwa mereka harus bekerja ekstra keras untuk mengejar pertumbuhan yang jeblok itu. Tanpa kesadaran negara masih krisis, agak sulit kita mengharapkan ekonomi kita bisa bertumbuh.

Tetapi, yang membuat kita khawatir, sekarang saja performa para menteri dinilai kurang maksimal. Kita bisa membayangkan pada tahun depan, waktu yang kian mendekati Pemilu 2009. Sudah sangat pasti orang-orang partai yang ada di pemerintahan, akan sibuk mengurusi perhelatan politik itu.

Karena itu, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) harus mencari cara-cara terbaik untuk mendongkrak perbaikan ekonomi. Tanpa upaya serius, ini bisa menjadi titik balik pemerintahannya pada 2009, yang dipilih rakyat di atas 62%.

Media Indonesia, Rabu, 22 November 2006

Iklan

0 Responses to “Angka Pertumbuhan yang Mencemaskan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,663 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: