Demonstrasi yang Mengenai Sasaran

PERSOALAN demonstrasi berkaitan dengan demokrasi. Pada awalnya cara ini dipilih sebagai cara untuk mengungkapkan pendapat jika misalnya ada pendapat kelompok tidak diakomodasi oleh parlemen. Karena itu, sebagai jembatan untuk mengantisipasi kekurangan-kekurangan praktik demokrasi, sebuah demonstrasi sesungguhnya juga diperlukan oleh pemerintah untuk melihat kekurangannya.

Di negara-negara yang telah maju, metode ini sudah menjadi kewajaran dan memang diperlukan. Perbedaannya hanya bisa dilihat, seberapa jauh hal itu berlangsung tertib dan seberapa jauh tidak kondusif. Di negara-negara yang pemahaman kenegaraannya telah mapan, demonstrasi kebanyakan berlangsung tertib dan tidak anarkis.

Dengan demikian, bagi George W. Bush, sambutan unjuk rasa meluas yang dijumpainya di Indonesia adalah sesuatu yang wajar baginya. Kemungkinan besar hal itu menjadi masukan yang besar. Sebagai sebuah negara yang mempunyai kebiasaan belajar dan mempelajari segala macam fenomena (entah alam, sosial atau politik), demonstrasi besar itu tentu saja akan dianalisis untuk mempelajari perubahan politik yang terjadi di Indonesia. Setidak-tidaknya para politisi dan Indonesianis negara itu (mereka yang belajar dan memusatkan perhatian terhadap Indonesia) memandang bahwa masyarakat Indonesia mengalami perubahan signifikan atas sikap politik.

Di masa Orde Baru tentu pengerahan massa besar-besaran untuk mengecam kedatangan tamu luar negeri seperti ini tidak mungkin terjadi. Masyarakat kita mempunyai kebudayaan menghormati setiap tamu yang datang ke rumah. Ketika kemudian terjadi perubahan sikap seperti yang kita lihat menjelang kedatangan Bush, bukankah hal seperti ini juga merupakan kepentingan politik Amerika Serikat? Negara ini mempunyai kepentingan besar dalam mengembangkan demokrasi di seluruh dunia dan salah satu indikator demokrasi adalah kebebasan mengungkapkan pendapat. Unjuk rasa itu merupakan wujud pengungkapan pendapat secara bebas.

Dari adanya perubahan yang signifikan inilah Amerika Serikat akan mencoba mencari titik pangkal untuk membuat kebijakan politik bagi Indonesia. Dengan demikian, bukan tidak mungkin unjuk rasa yang berlangsung itu merupakan sebuah keuntungan politis bagi Amerika Serikat juga.

Dalam konteks Indonesia, pelajaran yang bisa kita petik adalah bahwa demonstrasi itu berlangsung tidak anarkis. Meski berlangsung dengan berbagai cercaan, tetapi ketertiban itu yang kita nilai sebagai hal yang utama. Mengapa demikian? Sebagai negara yang boleh dikatakan baru berkembang menuju demokratis, sering kita lihat demonstrasi di tanah air berlangsung dengan kekerasan, malah menimbulkan korban jiwa. Karena itu pada awalnya kekhawatiran yang muncul di Indonesia menjelang kedatangan Bush adalah ancaman dan perusakan terhadap restoran-restoran Amerika Serikat yang bertebaran di Indonesia, serta warga negara Amerika yang bekerja di perusahaan-perusahaannya di Indonesia. Kita bersyukur kekhawatiran itu tidak terjadi.

Karena itu, alangkah baiknya jika metode demonstrasi yang diterapkan untuk menghadapi Presiden Amerika Serikat itu dipakai contoh dalam penerapan-penerapan unjuk rasa di tanah air. Entah unjuk rasa untuk menghadapi bos perusahaan, ditujukan kepada pemerintah atau Dewan Perwakilan Rakyat.

Demonstrasi tidak harus disertai dengan pelemparan, apalagi dengan pembakaran. Seharusnya juga tidak dengan berteriak-teriak yang membikin urat leher tegang. Paling efisien unjuk rasa itu memakai pamflet yang bisa dibaca, bisa ditulis dengan kalimat lucu, dan juga disertai dengan gambar-gambar lucu. Jika telah ditulis tentu saja juga bisa dibaca oleh objek sasaran. Untuk apa lagi kita berteriak-teriak mengumpat?

Bali Post, Jumat Kliwon, 24 Nopember 2006

 

Iklan

1 Response to “Demonstrasi yang Mengenai Sasaran”


  1. 1 zainal abidin Januari 29, 2007 pukul 6:08 am

    Isi editorial di atas sangat bagus. Saya baru pertama kali ini masuk ke Metro Online. Saya nyesel kenapa tidak dari dulu-dulu masuk dan cari artikel di metro. Saya lagi cari bahan tentang massa, demonstrasi, kekerasan massa, dll tg collective violence

    Trims ya Tim Redaktur Metro

    Salam,
    ZA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 787,802 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: