Korban Nyawa Lapindo

Lapindo, sebuah kasus unik sekaligus menyeramkan. Unik, karena ini merupakan kasus pertama kali di Indonesia, dan strategi penyelesaiannya pun ikut unik. Menyeramkan, karena begitu banyak korban, termasuk korban jiwa dari masyarakat.

Enam bulan lalu, sumur pengeboran gas milik PT Lapindo Brantas di wilayah Porong, Sidoarjo, bocor. Akibatnya, lumpur dari perut bumi keluar dengan debit ribuan meter kubik per hari. Ratusan rumah dan pabrik terendam. Kolam penampungan pun dibikin agar lumpur tidak membanjir ke mana-mana. Ketika peristiwa tersebut mengganggu perusahaan induk, dua bulan lalu, Lapindo Brantas akan dijual seharga satu dolar AS ke perusahaan kelompok Bakrie. Tetapi, langkah kontroversial itu ditolak Bapepam. Dicarilah pembeli lain.

Pekan lalu, mulai ramai diberitakan bahwa Lapindo akan dijual ke Freehold Group Limited yang berdomisili di Virginia Island. Bapepam keberatan, dan menyebutnya sebagai transaksi yang tidak layak. Tapi, Menko Kesra Aburizal Bakrie yang notabene `pemilik’ Lapindo, minta agar Bapepam hati-hati dalam mengomentari penjualan itu.

Belum tuntas kontroversi penjualan tersebut diperbincangkan, Rabu malam lalu, terjadi ledakan pipa gas di lokasi dekat semburan lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo. Ledakan yang diikuti semburan api itu membuat tanggul penampung jebol. Lumpur meluber ke jalan tol. Tercatat sudah delapan orang tewas, enam hilang, dan belasan lain luka-luka.

Selain itu, meledaknya pipa milik Pertamina akibat penurunan tanah itu, juga mematikan pasokan gas untuk industri di Gresik. Pipa tersebut selama ini mengalirkan gas dari Pulau Pagerungan Sumenep hingga ke Gresik. Di antaranya gas tersebut dialirkan untuk Petro Kimia Gresik dan pembangkit PLTU Gresik, pasokan listrik ke Jakarta pun terganggu.

Ledakan pipa itu sendiri sebelumnya tidak diperkirakan. Bahkan, mungkin tidak terpikirkan sama sekali. Tiba-tiba ketika meledak, justru memakan korban nyawa. Sehingga bisa dikatakan, ini merupakan serentetan kegagalan Tim Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo (PLPS) dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bakal terjadi.

Selama ini konsentrasi penanganan adalah pada pembuangan lumpur yang akan dialirkan ke Sungai Porong dan selanjutnya ke laut. Apalagi musim hujan sudah mulai tiba. Jika hujan deras turun, hampir bisa dipastikan kolam-kolam penampungan akan meluber, sehingga permukimanan di sekitarnya akan terancam banjir.

Konsentrasi itu tidak salah, karena memang ancaman yang sudah di depan mata adalah meluapnya kolam penampungan. Tetapi, tetap juga dicermati efek-efek lain yang mungkin saja bisa terjadi, sebagaimana kasus meledaknya pipa gas ini. Antisipasi Tim PLPS terhadap potensi kemungkinan buruk yang lain harus segera disiapkan.

Pemerintah juga perlu tegas untuk menghukum siapa yang bersalah dalam kasus ini. Apakah benar bahwa ini hanyalah fenomena alam atau memang ada kesalahan prosedur. Pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh pihak penyelidik tampaknya berhenti di tengah jalan, bahkan sepertinya sedang mencari kambing hitam.

Kasus Lapindo ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sudah begitu besar penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat, sudah begitu besar pula kerugian ekonomi yang ditimbulkan. Lapindo harus bertanggung jawab untuk segera menyelesaikan kasus ini, begitu juga pemerintah. Jangan sampai ada lagi korban nyawa demi sebuah Lapindo.

Republika, Jumat, 24 Nopember 2006

Iklan

3 Responses to “Korban Nyawa Lapindo”


  1. 1 Fadholi November 24, 2006 pukul 3:36 pm

    ini teman-teman gambaran penderitaan rakyat akibat tindakan lapindo

  2. 2 Fadholi November 24, 2006 pukul 3:39 pm

    sungguh lapindo telah membuat hati rakyat sidoharja menderita, sampai sejauh mana rasa moral dan tanggung jawabmu ditunggu di dunia dan akhirat

  3. 3 shofiyah.Sahal Desember 14, 2006 pukul 12:25 pm

    Lapindo adalah murka Allah bukankah ada pertanda dalam Apui melukiskan tulisan Allah Sang pencipta jagar raya dan seluruh isinya…
    Sesungguhnya dunia ini akan berakhir drngan kiamat, kiamt kiamat kecil telah datang kepada kita, memberikan kesempatan kepada manusia untuk memperbaiki diri dan taubat sebenar2 taubat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,910 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: