Demokrasi, Harga Mati

Hari-hari ini kita menyaksikan perkembangan demokrasi di tanah air semakin lebih luas lagi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah,……….

Kita menyaksikan bagaimana pemilihan Kepala Daerah berlangsung dalam satu paket, mulai dari Gubernur sampai dengan Bupati dan Walikota. Hal itu dimulai dari Nanggroe Aceh Darussalam, dalam prosesi Pilkada yang kini sedang memasuki tahapan kampanye. Direncanakan, pemungutan suara akan dilaksanakan bulan Desember mendatang.
Proses demokratisasi pemilihan umum adalah salah satu upaya yang memperlihatkan kepada kita bahwa momentum demokrasi adalah momentum yang harus terus dijaga dan dipelihara konsistensinya. Sejak mulai dilaksanakan, pemilihan langsung telah memberikan gairah yang luar biasa kepada daerah terutama masyarakatnya, untuk mengambil bagian ke dalam proses ini.

Proses demokrasi memang bisa berjalan dalam dua arah. Yang pertama sebagaimana kita saksikan di negara maju adalah eksperimentasi demokrasi yang dilaksanakan dimulai dengan pemberdayaan masyarakat. Di negara maju, awal demokrasi adalah ketika pendidikan dan kesejahteraan masyarakat telah dikerjakan dan diselesaikan dengan baik.
Di Indonesia, memang sempat ada keraguan mengenai masalah ini. Ketika pemilihan langsung ingin digelar, bukan satu dua tantangan yang muncul. Hal ini bermuara kepada pernyataan mengenai ketidaksiapan masyarakat Indonesia menghadapi perubahan. Tetapi beruntunglah bahwa kita berani mencoba. Sekali mencoba, maka perjalanan demokrasi sudah memasuki tahapan yang semakin lama semakin memantapkan diri sebagaimana sudah kita saksikan di atas tadi.

Bagaimanapun, demokrasi adalah sebuah proses mengembalian proses dan partisipasi ke dalam tangan rakyat. Secara formal begitulah yang diamini oleh seluruh negara penganut demokrasi. Rakyat diberikan hak untuk melakukan apa yang menjadi haknya melalui berbagai proses.

Di negara maju, proses ini biasanya tidak berlangsung hanya melalui pemilihan umum saja. Namun dilakukan berbagai pengakuan dan jaminan atas hak-hak sipil. Di dalamnya termasuk kemerdekaan mengeluarkan pendapat, memiliki ideologi, bahkan melakukan tindakan yang dianggap benar sesuai dengan nuraninya semisal berdemonstrasi melawan kebijakan pemerintah. Semuanya dikawal oleh konstitusi, aturan hukum dan penagak hukum yang sudah sangat tahu pekerjaannya.

Maka jika penerapan demokrasi berlangsung, ada kenyamanan dan kepastian bahwa semuanya berjalan baik. Apapun ekspresi dari rakyat, selalu dianggap sebagai sebuah hal yang biasa. Pemerintah tidak menganggapnya sebagai sebuah masalah karena rambu-rambu kepatutan dan keberadaban selalu dipegang dan dijunjung tinggi.
Di Indonesia yang terjadi tidak demikian. Masyarakat masih menganggap bahwa demokrasi hanya berkaitan dengan pemilihan wakil rakyat dan atau kepala daerah. Prosesi pilkada dianggap sebagai satu-satunya proses demokrasi.

Namun keadaan ini tidak dapat diletakkan di pundak rakyat semata. Keadaan ini dipengaruhi oleh elemen demokrasi yang mengalami malfungsi. Elemen yang dimaksud adalah partai politik dan elit politik yang seharusnya memberdayakan masyarakat. Merekalah yang seharusnya bekerja untuk memberikan pendidikan dan pencerahan kepada masyarakat supaya terjadi keterbukaan dalam alam pikir. Merekalah yang seharusnya memberikan penguatan sehingga masyarakat menjadi terbuka dalam keragaman berpikir mengenai demokrasi tadi.

Tidaklah berarti bahwa semuanya akan sia-sia. Yang penting adalah dorongan bagi pekerjaan demokrasi ini harus terus menerus diperkuat. Karena itu pemerintah diharapkan campur tangan positip dalam menanggulangi masalah ini sehingga demokrasi tetap menjadi pilihan terbaik yang berarti bagi seluruh masyarakat (***)

Sinar Indonesia Baru, Nov 27, 2006

Iklan

0 Responses to “Demokrasi, Harga Mati”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 799,164 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: