Tanggung Jawab, Sekali Lagi Tanggung Jawab

– Betapa sulit memburu tanggung jawab ketika terjadi suatu peristiwa yang menyengsarakan rakyat. Lalu apa sesungguhnya hakikat “bertanggung jawab” ketika seolah-olah sulit untuk segera merumuskan langkah yang terbaik bagi rakyat? Dalam kasus lumpur panas PT Lapindo Brantas misalnya, di tengah langkah-langkah penanganan yang diambil pemerintah, merumuskan siapa yang harus “diburu” agar bertanggung jawab malah ada kesan mengambang. Berbagai wacana yang diapungkan banyak pihak mengindikasikan adanya kekhawatiran terjadi tinggal glanggang colong playu walaupun pemerintah telah membentuk Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Lapindo.

– Dampak lumpur panas Lapindo makin meluas setelah terjadi ledakan pipa gas di areal penimbunan lumpur yang mengakibatkan terjadinya pengurangan suplai listrik, terhentinya pasokan gas dan jalur distribusi barang dari serta ke pelabuhan. Bahkan, telah merenggut nyawa manusia. Nyaris kolapsnya semua industri di kawasan selatan Jawa Timur adalah juga penderitaan bagi rakyat karena rantai persoalan merembet ke semua sektor kehidupan. Perekonomian pasti terganggu, dinamika sosial terpengaruh karena terdapat ancaman langsung pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para pekerja. Artinya, rakyat di luar kawasan lumpur panas pun ikut menanggungnya.

– Rakyat yang menanggung akibat. Ini tentu kalimat yang sangat mengerikan mengingat upaya-upaya penanggulangan belum memberikan sinyal jalan keluar. Seberapa lama? Apa yang harus dilakukan rakyat di tengah frustrasi kehilangan tempat tinggal, harta benda, aset, pekerjaan, bahkan anggota keluarganya? Akan adakah sisa harapan untuk memulihkan eksistensi mereka sebagai manusia dan semua kelengkapan status kehidupan yang semula mereka miliki? Siapa atau pihak mana yang harus memulihkannya ketika semua harus dimulai dari nol? Bahkan, tidak jelas kapan dan bagaimana mendapatkannya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu pasti selalu mengusik hari-hari mereka.

– Tanggung jawab. Ya, sekali lagi tanggung jawab. Itulah satu-satunya yang akan memberi harapan betapa pun tipis. Bisa dipahami, kekhawatiran membayang ketika PT Energi Mega Persada Tbk menjual kepemilikan sahamnya di Lapindo Brantas Inc kepada Freehold Group Ltd. Sebanyak 70% saham PT Energi Mega Perkasa dimiliki kelompok usaha Bakrie. Apakah pengalihan saham itu merupakan bentuk lain dari pengalihan tanggung jawab? Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta tanggung jawab moral dan hukum. Pemerintah didesak melakukan shock therapy pembatalan penjualan Lapindo dan orang yang terkait diminta tahu diri sebagai bentuk sikap moral.

– Kita menggarisbawahi pendapat mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, pemerintah harus memberikan tekanan-tekanan kepada perusahaan dan pengusahanya agar membantu rakyat dan kejadian itu harus dipertanggungjawabkan. Di balik proses bisnis yang seolah-olah wajar dalam penjualan saham, semestinya dikedepankan simpati, empati, dan rasa sepenanggungan. Timing-nya sungguh kurang tepat sehingga mengesankan terjadi pengalihan tanggung jawab. Tidaklah berlebihan proses tersebut mengesankan langkah bisnis yang tidak manusiawi, tidak mempertimbangkan perasaan rakyat yang menjadi korban, dan cemas menatap masa depan.

– Mengedepankan sikap moral dalam pertanggungjawaban seperti masih menjadi barang langka di tengah kita. Meminta maaf kepada rakyat merupakan hal mendasar dan minimalis dalam sebuah pertanggungjawaban. Akan tetapi, terkadang hal itu tidak disikapi sebagai esensi oleh mereka yang memegang amanah. Apa sulitnya? Apakah takut dengan meminta maaf dianggap mengakui kesalahan? Kalau memang runutan pertanggungjawaban menempatkannya dalam mata rantai proses tragedi, bukankah itu bagian dari yang harus diakui? Kita jangan terbiasa bermain-main, menunda, dan berdebat tentang hal itu selagi hati kita benar-benar mau berpihak kepada rakyat.

Suara Merdeka, Senin, 27 Nopember 2006

Iklan

0 Responses to “Tanggung Jawab, Sekali Lagi Tanggung Jawab”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,980 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: