Bacaan Awal Peluang PKNU

Jawa Pos 28 Nov 2006 – Oleh Salahuddin Wahid *
Setelah melalui proses yang cukup panjang dan sedikit tarik-ulur, akhirnya, dalam pertemuan di Ponpes Langitan (21-11-2006), para kiai sepuh memutuskan untuk mendirikan partai baru sebagai solusi. Partai itu bernama Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) sampai muktamar (direncanakan 2007, setelah verifikasi).

PKNU mengambil asas Islam Ahlussunnah wal Jamaah, sesuai dengan asas Nahdlatul Ulama. DPP PKNU adalah DPP PKB Surabaya yang disempurnakan, diutamakan aktivis atau tokoh Nahdliyin. Mustasyar dilembagakan menjadi Dewan Mustasyar yang mempunyai peran kunci. AD ART PKNU dan lambangnya telah ditetapkan.

Semula saya mendengar bahwa PPNUI di bawah pimpinan KH Syukron Ma’mun akan ikut bergabung secara anbloc ke dalam PKNU, tetapi dalam keputusan yang dibacakan di dalam konferensi pers di Langitan, ternyata tidak ada ketegasan soal itu. Tidak jelas apakah PPNUI akan bergabung atau tidak.
***
Sementara itu, kita melihat langkah politik Saifullah Yusuf yang bermaksud mengajak para kiai melirik PPP yang dia sebut sebagai rumah lama. Dengan keputusan musyawarah 21-11-06 di Langitan, menjadi tanda tanya apakah Saifullah Yusuf akan meneruskan langkahnya itu atau tidak?

Langkah Saifullah itu memancing berbagai reaksi yang bersifat pro-kontra. Arbi Sanit menyebut Saiful sebagai kutu loncat. Sebaliknya, Indra Piliang memberikan apresiasi terhadap langkah Saiful itu. Hendardi menggugat Saifullah Yusuf dan Suryadharma Ali yang menghabiskan waktu kerja untuk mengurus partai.

Lepas dari pandangan (positif atau negatif) terhadap langkah Saiful itu, yang merupakan risiko, masyarakat penuh tanda tanya apakah Saiful akan meneruskan langkahnya atau tidak? Kalau diteruskan, apa yang akan diperoleh; dan kalau tidak, apa yang diperoleh? Sebagai politisi, Saiful tentu sudah berhitung akibat yang akan timbul dari langkah yang akan diambilnya.

Pilihan lain baginya ialah bergabung dengan PKB Semarang yang pernah ditinggalkannya, tetapi kemudian dihampirinya lagi walaupun belum resmi dimasukinya. Sebetulnya, saat Saiful dipertahankan dalam KIB saat reshuffle pada Desember 2005, bisa ditafsirkan bahwa dia praktis sudah bergabung dengan PKB Semarang.

Kalau bergabung dengan PKNU atau PPP, tidak jelas dia mewakili partai mana dalam kabinet. Seandainya setelah itu presiden tetap mempertahankannya pada posisi menteri PDT, maka dapat ditafsirkan bahwa presiden menilai kinerja Saiful sebagai menteri PDT bagus atau menilai kekuatan politik Saiful cukup tinggi.

Sungguh suatu capaian yang bagus baginya kalau kita melihat fakta bahwa banyak kritik terhadap Saiful yang dianggap memakai banyak waktunya untuk mengurus partai daripada kementeriannya dan keraguan banyak orang terhadap kinerjanya.

Kalau dia bergabung dengan PPP dan perolehan suara PPP melonjak tinggi, Saiful akan memantapkan namanya di pentas politik nasional. Jadi, bergabung dengan PPP adalah pertaruhan bagi Saiful sehingga tidak seluruhnya benar kalau dia dianggap kutu loncat. Sebab, di sini dia mempertaruhkan masa depannya.

Bagi pengamat yang menilai etika politiknya tinggi, Saiful dipandang oportunis dalam pengertian negatif. Langkah Saiful itu mengikuti naluri politiknya yang memang cukup tinggi dan membuat dia tidak menutup mata terhadap setiap peluang. Di sini oportunis mempunyai pengertian yang lebih positif, yaitu memanfaatkan peluang.
***
Bagaimana peluang PKNU dalam memperoleh suara dalam Pemilu 2009? Tentu diperlukan survei untuk menjawab pertanyaan itu. Ada info bahwa lembaga survei terkenal di Surabaya tengah melakukan survei untuk masalah itu dan akan selesai pada akhir Desember. Kecenderungan yang ada ialah bahwa sebagian besar pemilih PKB masih akan memilih PKB Semarang karena faktor Gus Dur.

Kalau PPNUI tidak jadi bergabung dengan PKNU, maka PKNU akan kehilangan potensi pemilih yang cukup besar (secara nasional sekitar satu juta) yang penyebarannya cukup merata. Kalau Saifullah Yusuf bergabung dengan PPP, tentu akan ada warga PKNU yang ikut ke PPP walau jumlahnya belum pasti.

Saya sudah menyampaikan analisis yang pesimistis itu secara langsung kepada beberapa tokoh PKB kubu muktamar Surabaya dan melalui tulisan di surat kabar. Tetapi, tampaknya, para kiai tidak terlalu peduli. Mereka lebih mengutamakan idealisme memperjuangkan pemikiran politik yang lebih kental keislamannya dibanding PKB. Juga lebih eksklusif NU dibanding PKB dan PPP yang tentu akan lebih membatasi ruang gerak PKNU.

Bagi masyarakat politik, sikap para kiai sepuh PKNU itu sulit dipahami karena mereka memang bukan politisi dan tidak berpikir sebagai politisi. Mereka memang kiai yang yakin bahwa mereka memperjuangkan sesuatu yang benar. Tentu kita paham bahwa sungguh tidak mudah (nyaris mustahil) untuk mempertemukan dunia kiai dengan dunia politik dalam pengertian ideal.

Seandainya PPNUI dan Saifullah Yusuf bergabung dengan PKNU, tentu perolehan suara PKNU bisa lebih besar. Tetapi, masih diperlukan kerja keras dan strategi jitu untuk bisa menjadi partai yang lebih bersifat nasional daripada partai lokal. Kalau batas minimal suara partai ditetapkan menjadi lima persen, beban PKNU tentu akan bertambah besar. Perjuangan itu tentu membutuhkan dana cukup besar.

Walaupun sebagian besar pemilih PKB (2004) akan tetap memilih PKB pada Pemilu 2009, jelas PKB akan mengalami penurunan suara. Kalau pada 2004 perolehan suara PKB menempati peringkat ketiga, pada 2009 mungkin bisa merosot cukup jauh, menjadi peringkat kelima, keenam, atau ketujuh. PPP, PKS, dan Partai Demokrat akan menjadi ancaman.

Jadi, bukan hanya PKNU yang harus bekerja keras, tetapi juga PKB. Walaupun demikian, tetap harus dijaga jangan sampai perpecahan PKB itu merembet sampai ke bawah dalam bentuk kampanye negatif yang akan berdampak buruk kepada kedua partai dan juga bagi NU.
*. KH Salahuddin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

===================

Luthfi 

Iklan

29 Responses to “Bacaan Awal Peluang PKNU”


  1. 1 ibrahim Desember 12, 2006 pukul 4:12 pm

    saya seorang mahasiswa dan saya juga seorang nahdlyin. saya terus terang kurang setuju denagn adanya PKNU. menurut saya yang menjadi pertimbangan para kiai hanya soal jabatan politis dan jangan membawa nama NU demi mencapai kesuksesan karier politik diri dan partainya. Contoh Gus Dur yang selalu memisahkan antara politik dan NU ataupun Islam. Beliau berpikir sama seperti halnya Almarhum Cak Nur ” Islam Yes, Partai Islam No “. JANGAN BAWA AGAMA DAN NU DEMI POLITIK.

  2. 2 muhamad aji saleh Desember 24, 2006 pukul 11:26 pm

    Pandangan saya PKNU adalah kelompok ( partai ) dari sempalan PKB yang merasa tidak puas dengan kinerja PKB selama ini, itu kelompok pertama yang menjadi kekuatan PKNU ditambah dengan yang bukan berasal dari PKB menjadi kelompok kedua
    PKNU bisa saja menjadi besar asal bisa jeli mensikapi karakter politik masyarakat, tidak hanya PKB yang di tinggal sebagian masanya tetapi banyak partai besar dan kecil yang mengalami hal yang serupa dengan PKB walaupun dengan masalah yang berbeda, sanggup atau tida PKNU menampung sebagian dari masa masa partai tersebut, saya berharap PKNU sanggup dengan catatan berikan sebagian posisi di kepengurusan untuk yang bukan exs PKB kalou bisa ada posisi juga untuk non muslim
    ingat tidak bisa di samakan antara berpolitik dengan berdemokrasi sehingga jangan harap bisa di sejalankan.

  3. 3 solihin Maret 6, 2007 pukul 2:04 pm

    kalau kita melihat peta politik di kabupaten Situbondo, ketika KH. Fawaid As’ad pindah dari PKB ke PPP. perolehan suara PPP berubah 180 derajat yang asalnya cuma 2 kursi pada pemilu 1999, pada pemilu 2004 meningkat menjadi 10 kursi, dan jumlah kursi PKB-pun menurun drastis, ini menunjukkan bahwa kyai masih punya kekuatan yang sangat signifikan ditingkatan grass root. kalau kita memakai logika ini, maka menjadi sangat mungkin PKNU akan besar. karena banyak kyai-kyai yang ikut bergabung ke PKNU adalah kyai-kyai sepuh,dengan basis massa yang tidak sedikit. yang berpendapat bahwa PKNU akan kecil hanyalah pendapat orang-orang yang tak tahu realitas di tingkatan basis. mereka itu ya para intelektual di atas menara

  4. 4 Zahril faikh Desember 22, 2007 pukul 5:33 pm

    Jangan salah,tolong dipahami antara kyai Politik dan politik kyai,kelihatan sederhana tapi sangat luas pengertiannya.tidak heran kiranya,para kyai mendirikan PKNU,la memang bgt artinya dan memang harus terlibat d dalamnya.benar dan salah Allah Yang Maha Tahu

  5. 5 ibe jamil Mei 3, 2008 pukul 8:44 am

    ha… ha…. ha….
    saya warga Babat Lamongan.
    kyai khos? seperti ubed maksudnya? abahnya memeng seorang ulama faqih yang layak diikutai dalam agama. tapi ubed? ha9x…. karena ini masalah kepentingan publik yang rasional….. cari tahu aja kelakuan ubed ke orang sekitar Babat LA. setidaknya menurut saya, dia harus bertanggung jawab atas kekealahan NU di 2 kali pilkada lamongan, pilkada tuban, dan pilkada bojonegoro…. BED kamu pake apa saja duitnya CUK… JANCUK….

  6. 6 Kang Ja'far Mei 4, 2008 pukul 8:08 pm

    “Barang Siapa yang menjadikan Akhirat sebagai harapannya,
    maka Allah akan memberikan kepuasan dalam hatinya,
    menghimpun segala impiannya, dan dunia pun akan
    mendatanginya dengan merunduk. Barang siapa yang menjadikan
    Dunia sebagai cita-citanya, maka Allah akan menjadikan
    kemiskinan di depan matanya, membuyarkan segala impiannya,
    dan dunia pun tidak akan mendatanginya melainkan apa yang
    telah ditentukan baginya.” (HR. Turmudzi)
    Orang yang baik adalah, yang menjadikan dunia sebagai jembatan untuk mencapai kebahagiaan akhirat….

    pertanyaanya adalah, sudahkah kita meluruekan kembali niat kita?…
    Merasa diperintah oleh Allah, tujuan utama mencari Ridlho Allah swt….

  7. 7 bustanus Mei 10, 2008 pukul 11:33 am

    Para pembeli buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bapak Dedi S.Panigoro/ Holding PT MEDCO GROUP,Eksplorasi Minyak dan Metanol
    Jl Ampera Raya no.20, Gedung MEDCO
    Jakarta Selatan
    Jumlah pemebelian : 50 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bapak. Cardiyan HIS
    President & CEO SWI Group
    Jl. Balai Pustaka Timur no. 13,
    Rawamangun, Jakarta Timur
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bpk Syarif Ubaidillah/Oebay/wartawamn Media Indonesia
    Jl Dewi Sartika no.18 Rt 01/RW 02,Gang Masjid Al Himmah
    ,Cipayung,Ciputat,Tangerang
    Jumlah pemebelian : 20 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bpk Anwar/PT. Indoglobal International(penjual alat security dan alat2 spionase intelijen )
    Komplek Taman Kebon Jeruk
    Blok AA IV No. 35
    Jakarta 11650
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bpk Bpk Rizqi Andre/Dosen Tatanegara UPN Surabaya
    jalan penataran no.17 pacarkeling-surabaya-jawa timur.no.HP: +62081-793-300-09
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Promosi Buku :SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN
    Kover Kover Belakang dan Depan Buku Pewayangan Kresna, Gatotkaca dan Kayon

    Tebal Buku: 110 halaman, Ukuran Buku : 15cm X 21 cm, Harga Buku : Rp 15.000,—
    Ringkasan Buku : Buku yang ada di hadapan Anda adalah sebuah Mozaik pertemuan tradisi – tradisi besar yang berkembang di Nusantara dan Dunia sebagai bentuk perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk ) serta kumpulan wisik ghoib yang diterima oleh sahabat-sahabat kita yang menekuni tasawuf tetapi dalam pencarianNya terhadap Tuhan yang transenden, mereka tetap concern dengan kondisi Sosial yang berkembang di Nusantara Indonesia. Dalam berbagai Kitab Suci disebutkan akan adanya suatu era Kemakmuran dan Keadilan yang datang menjelang akhir zaman, tanpa menyebut determinisme waktu hal itu akan terjadi. Tetapi cukup untuk memperingatkan kita bahwa ketika menghadapi kondisi sosial yang carut marut, semua insan mengharapkan adanya perubahan kondisi yang lebih baik dari saat ini. Sementara sumber daya Indonesia dijadikan ajang perebutan negara-negara lain, dan kita dibiarkan menjadi konsumen tanpa memiliki kemampuan mengolah dan mendapatkan nilai tambah. Buku ini akan memberi panduan dan jalan yang akan ditempuh untuk menggapai kondisi yang diinginkan tanpa mengesampingkan keberadaan elemen kebangsaan yang lain. Tetapi mengajak kita larut dalam dunia introspeksi dan kontemplasi untuk menjadi sumber inspirator bagi masyarakat Indonesia yang mampu membawa Indonesia menuju Mercu Suar Dunia. Sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan nasionalisme kebangsaan di tengah pergolakan era globlalisasi yang di dominasi oleh materialisme dan kapitalisme global. Semoga dengan selesai ditulisnya buku ini per 3 Maret 2008, Buku ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh kalangan untuk menggugah semangat keadilan, kebangsaan dan mendapatkan pencerahan yang sejati. Juga diambil hikmahnya untuk membangkitkan semangat spiritual di setiap agama dan meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai Indonesia mercu suar dunia. Buku ini berisi wisik ghoib yang diterima oleh Winasis mengenai Satrio Paningit dan kondisi Nusantara saat ini serta penjelasannya, juga berisi anjuran sikap yang mesti dilakukan oleh setiap orang di saat Nusantara ditimpa bencana bertubi-tubi. Munculnya bencana di nusantara dan masalah-masalah Kebangsaan yang tak dapat teratasi merupakan tanda-tanda munculnya Satrio Paningi. Kajian Ilmiah dan Rasional Tentang Hadits Kemunculan Imam Mahdi (simbol Negara Timur) dan Isa (simbol Negara Barat ) Siapapun Orangnya yang mempelajari Hadits munculnya imam Mahdi akan berkesimpulan datangnya ditandai dengan perang Internasional- terjadi Krisis BBM atau rebutan ladang Minyak- kasus Iraq, Afganistan, Iran dan ketika tiap orang yang di timur dapat berhubungan dan melihat apa yang terjadi di barat dengan sekejap mata- munculnya teknologi telekomunikasi 3G yaitu Wideband-CDMA-komunikasi suara dan tampilan layar sekaligus. Dalam kitabnya Joyoboyo disebut: Satrio Paningit bakal jumedul ana antarane mandura wetan (pulau Madura) lan manduro kulon ( desa Matokan, Kabuh, Jombang) , merupakan wilayah Jawa Timur. Tasawuf ideal adalah tasawuf berdasarkan universalitas keagamaan yaitu berdasarkan ajaran para nabi yaitu 124.000 nabi yang tersebar di berbagai suku bangsa di dunia denan inti akhlakul karimah, membela yang tertindas dan menegakkan prinip keadilan. Perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk. Dalam kitab Sutasoma karangan mpu Tantular.
    Daftar isi :Bab 1: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 2,Bab 2: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 1, Bab 3: Bumi Nusantara Menanti Bocah Angon,Bab 4: GORO-GORO INDONESIA.,Bab 5: Sumatera, Raja Jayanegara dan Diplomat Adityawarman, Bab 6: Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali, Bab 7: Pandangan Perspektif Geopolitik: Nusantara dan Majapahit, Bab 8: Siapakah Imam Muhammad bin Hasan Al Askari, Bab 9: Satrio Paningit : Antara Bima, Semar dan Saudara Kembar Baladewa dan Kresna, Jawa Timur: Mandura Wetan dan Manduro Kulon, Bab 10: Kajian Tafsir Huruf Muqota’ah dan Mulla Shadra : Pandangan Siti Jenar dan Husain ibnu Mansur al-Hallaj dalam Manunggaling Kawulo Gusti, Bab 11 Sholat dan Manunggaling Kawulo lan Gusti MaknaTerdalam Huruf Ba – Saripati Fateha, Bab 12: Islam , Pewayangan Jawa dan Langit Lima sebagai Cerminan Kondisi Nusantara, Bab 13 : Makna Pluralisme Dibalik Surat al Waqiah dan Surat Yasin, Bab 14 : Tokoh Sufi dalam Universalitas Keagamaan Bab 15: Musik Dalam Islam ,Yunani dan Hindhu, Bab 16: Ajaran Nabi Muhammad tentang mencapai Kun/ Ismul Adzhom/ Dhunatamak/ Nama Tak Tertulis Tuhan/ Irama Ilahi, Bab 17: Tasbih Para Malaikat Langit dan Semar Punokawan, Bab 18: Dialog antara Semar dan Rsi Drona, Bab 19 Rokaat Terakhir : Kunci akhir Al Waqi’ah/ Goro-Goro , Puisi Para Pencinta, Kajian Kebangsaan dari Poros Poros Langit dan Intelektual, Sarasehan Budaya Kembali ke Jati Diri Bangsa: Belajar dari Dinasti Majapahit.,Tentang Gajah Mada dan Desa Matokan, Kabuh, Jombang . Lintang Kemukus telah muncul makanya sholat dan Doa Pejuang Keadilan dan Kejayaan dilakukan untuk antisipasi saat ini dan menjelang 2012, sekilas tentang Syek Subaqir atau Muhammad al Baqir, Wirid Harian untuk Hajat dan Rizqi dari Syekh Subaqir.

    Referensi Pustaka :

    1. Insan Kamil, Syeikh Abdul Karim al Jaili, Pustaka Hikmah Perdana, 2005
    2. Bhagavad Gita as It Is, Sri Srimad A.C Bahktivedanta Swami Prabhupada, Hanuman Sakti, 2000
    3. Tafsir Nurul Quran, Allamah Kamal Faqih, Al Huda, 2006
    4. Hakekat Sholat, Imam Khomeini, Misbah, 2000
    5. Makrifat Ibadah,Sayid Haydar Amuli,Serambi, 2008
    6. Ensiklopedi Wayang Purwa, Drs Suwandono, Ditjen Kebudayaan Departemen P & K,
    7. Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Islam, Prof. Seyyed Hossein Nasr, Mizan, 2003
    8. Suluh Sant Mat, Maharaj Charan Singh,Yayasan Radha Soami Indonesia, 1996
    9. Tafsir Surat Yasin, Prof .Mohsin Qiraati, Cahaya, 2006
    10. Biografi Politik Ali Syari’ati, Prof.Ali Rahnema, Erlangga, 2000
    11. Ajaran dan Kehidupan Spiritual Ibnu ’Arabi, Stephen Hirtenstein, Murai Kencana, 2001
    12. Citra Bima, Drs. Woro Aryandini, Universitas Indonesia, 2000
    13. Kitab Negara Kertagama, Dr Bambang Pramudito, Gelombang Pasang, 2006
    14. Imam Mahdi, Proses Gerakan hingga Era Kebangkitan, Prof Ali al Kurani, Misbah, 2004
    15. website ,Sejarah Jambi
    16. Tafsir Sejarah Nagara Kretagama, Prof.Dr.Slamet Muljana, LKIS, 2006
    17. Acara lokakarya Shalat sebagai Mi’rajnya Orang-orang Beriman, 6 Oktober 2004, di Jakarta Islamic Center
    18. Husain bin Manshur al Hallaj, Prof. Louis Massignon, 2000, Serambi
    19. Manifestasi Ilahi, Mulla Shadra, Pustaka Hidayah, 2004
    20. Wisik-wisik Ghoib dari winasis Poros Langit dan Intelektual Independen yaitu kyai Turmudzi dkk
    21. Kitab Bait Joyoboyo, Raja Kediri,
    22. 14 Manusia Suci, Fatih Guven, 1996
    23. Majalah Cempala,Semar,1994
    24. Serat Siti Jenar, Tan Khoen Swie, Kediri,1922
    25. Website,Naqshabandi Haqqani, United state of America
    26. website, Atlantic Geology of Prof.Aryo Santos

    Untuk pembaca yang berminat mengikuti perkembangan Poros Langit dan Intelektual Independen atau memberikan saran pendapat dan komunikasi di dunia maya/ pemesan buku ini. Bisa menuliskan pendapatnya di website blog di internet dengan alamat dibawah ini:
    http:/poroslangit.blogdrive.com/archive/1.html
    Distributor Tunggal Buku :
    Info Pembelian Buku dapat dibeli di:
    Bustanus/Mimi Oktiva di Warnet Nusantara-Jayanegara, Jl. Jayanegara 11/17 Jombang-JawaTimur,
    Telp 0321 862137 atau sms/telpon di HP: 0818 08052575
    http:/poroslangit.blogdrive.com/archive/1.html

  8. 8 Hamdi Humaedi Juli 6, 2008 pukul 11:16 pm

    Assalamu’alaikaum…
    Saya adalah salah seorang nahdliyyin dan salah satu pelajar diperguruan tinggi islam termuka di Indonesia. saya yang berasal dari daerah tertinggal, sungguh sangat aspiratif dengan adanya sebuah lembaga yang notabene-nya berpihakan terhadap para ulama, cendikia agama dan masyarakat. tentunya lembaga tsb adalah PKNU.
    saya yakin terbentuknya PKNU ini, bukan karena unsur gesekan politik ataupun suatu kepentingan namun ini murni dari cahaya sanubari para ulama yang berbakti dan berjihad demi masyarakat luas dan negara sehingga nanti kelak tidak hanya berpihakan terhadap warga Nahdliyin.. Amin..
    Salam Kenal..
    Saya siap untuk mendukung, partisipasi dan bekerja sama demi PKNU.
    jika komentarku ini akan dibalas silahkan kirim ke emailku hoeme_87_al@yahoo.com
    Syukron

  9. 9 hendra Juli 8, 2008 pukul 8:13 pm

    saya mau masuk ke pknu

  10. 10 Adin Juli 22, 2008 pukul 2:20 am

    PKNU or PKB sama aja…
    king maker politik Nahdliyiin adalah Gus Dur..
    hasyim muzadi adalah simbol oportunis yang selama ini melekat pada NU,
    dan ini membahayakan Nahdliyin sendiri yang sedang gencar merubah image
    oportunis..
    persoalan politik saya ikut Gus Dur,
    klo GD mengibarkan bendera Golkar, PDI-P or laennya saya ikut,,
    terlebih lagi klo GOLPUT..

  11. 11 asrori Agustus 7, 2008 pukul 11:04 pm

    yang golput, yang golkar baik golongan karya maupun golongan makar, satai aja. asal niat baik, insya allah yah sama saja.maksudnya yah sama-sama berjuang, sama-sama cari kuasa. kita tinggal lihat implementasi dilapangan, kalo teman-teman pknu yang jadi legislatif atau eksekutif nanti bisa membuktikan keberpihakan demi rakyat, wah itu baru saya berani ngomong, kalo pknu hebat. tapi secara pribadi saya sangat menghormati inisiatif para kyai yang berjuang lewat politik, apalagi saya santri yai buhin.(asrori_gresik24@yahoo.co.id)

  12. 12 abimanyu Agustus 10, 2008 pukul 12:26 pm

    harusnya para kyai itu gak usah mikirin politik mikirin umat aja khusunya kyai nu lhatlah ummat nu saat ini berantakan aq warga nu sedih melihat warga nu terpecah belah coba kyai bayangkan gimana warga nu gak bingung partainya aja ada banyak.mending nu kembali aja ke politik lagi biar para kyai gak nyebar kemana mana.

  13. 13 gatotkoco mbeling Agustus 19, 2008 pukul 4:22 pm

    setiap warga negara berhak dan berkewajiban memikirkan negaranya karena itulah bentuk dari rasa nasionalisme untuk bela negara. Siapapun orangnya baik kiyai, sipil, pelajar lebih-lebih individu yang namanya telah teregistrasi pada negara. Dan setiap orang tidak sama bentuk pengabdiannya kepada negara, artinya seorang pelajar hanya perlu belajar yang sungguh-sungguh tidak perlu menjaga tapal batas negara. Seorang kiyai hanya perlu memberikan siraman rokhani, menggembleng dan membentuk santri yang berakhlakkulkarimah agar menghasilkan santri yang bisa diandalkan bagi agama dan negara, tidak perlu beramai-ramai mendirikan partai politik walaupun itu bukan merupakan dosa besar. Sehingga setiap individu mempunyai peran yang tepat pada tempatnya. Politik adalah jiwa (menjiwai/ahli) sedangkan kiyai berjiwa ulama dimana ulama dan umaro’ berjalan seiring dan tidak ada mutasi profesi, dimana ulama bisa jadi umaro’ dan umaro’ jadi ulama. Lebih tepat apabila berkenan, para ulama tetap pada garisnya sebagai ulama dan serahkan semua persolan kepada ahlinya, insya allah selamat.

  14. 14 SAIFUL BAHRI Desember 22, 2008 pukul 11:24 am

    terus terang, saya sangat kecewa dengan kader partai PKB…
    Kenapa….
    Mereka Tidak mau merngikuti kata-katanya orang yang lebih tua….

    terus terang… saya berangkat dari orang awam…
    dan… di desa saya sudah banyak masyarakatr yang bingung menentukan pilihannya apa PKB atau PKNU???
    Untuk Itu Diperlukan Adanya semacam sinergfitas antara sata tokoh dengan tokoh lain untuk menyatukan persepsi masyarakat kita kembali….
    seperti pada masa kecil saya dulu….
    orang berani mati demi NU Bukan seperti sekarang….
    oranmg masuk NU Ingin masuk partai dan kaya…..
    ingat itu….

  15. 15 haerul umam Januari 18, 2009 pukul 9:58 am

    assalamualikum wr wb

    kebetulan saya tinggal di bali,dan klo saya lihat,pengurus PKNU yang ada di bali sangat tidak kompeten.
    coba DPP melakukan survei atau audit DPW bali,
    disitu akan anda temukan adanya pengurus yang tidak benar benar bekerja untuk kepantingan bangsa,melainkan untuk kepentingan dirinya sendiri.

  16. 16 zain ahmad Januari 23, 2009 pukul 4:07 pm

    “PKNU DAN PKB SAMA SAMA MENGAKU PARTAINYA WONG NU”

    saya sangat setuju dengan pemikiran KH. Ushfuri Anshor Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB JABAR yang mendawuhkan (memfatwakan) tentang kewajiban Warga NU kemana harus tinggal dan menyampaikan aspirasi politiknya.
    Jadi siapapun orangnya yang merasa jadi warga NU wajib dan fardlu ‘Ain untuk nyeklis PKB. kalau tidak, mereka itu dicap sebagai “PENGKHIANATc”. ngga setuju silahkan saja debat dengan saya secara ilmiah, pikiran dingin, sakinah mawaddah warohmah dan memiliki ta’bir dari kutubul mu’tabarroh. saya tunggu sebentar saja tidak ada banyak waktu untuk main-main. sebab saya harus membela yang benar dan mensyiarkan kebenaran PKB.
    saya tunggu saran dan tanggapan anda di alamat e-mail saya :
    zain.ahmad@rocketmail.com

  17. 17 ipung Januari 31, 2009 pukul 11:19 am

    menurut saya dengan berdirinya pknu say sangat mendukung karna pknu menempatkan ulama pada tempatnya. dengan adanya dewan mustafar yang pangkatnya diatas dewan syuro saya yakin kalo pknu bukan partai sembarangan partai ini dibentuk denagn struktur yang sangat baik dan matang saya pribadi sangat salut dengan partai ini. sedangkan dewan mustafar kita semua tahu kalo mereka para kyai yang sangat disegani di daerahnya masing2 juga sekarang banyak kyai2 dari ponpes2 di seluruh indonesia telah dirangkul oleh pknu dan siap mensukseskan pknu di kancah pemilu april nanti, jadi jangan kaget kalo nantinya pknu akan menjad partai yang besar melebihi partai islam yang ada saat ini. maju terus PKNU hidup LASKAR 9 BINTANG.

  18. 18 ipung. Januari 31, 2009 pukul 11:27 am

    pak HM MAHERUDIN alias pak maher CALON LEGISLATIF DPRD PONOROGO saya akan dukung anda dengan sekuat tenaga bismillahirohmanirohim semoga yang anda cita2kan segera terwujud. hidup PKNU hidup pak MAHER. HIDUP LASKAR 9 BINTANG ORA USAH NEKO2 PILIH WAE HM MAHERUDIN (pak maher) caleg dprd ponorogo nomer urut 1 dari partai PKNU.

  19. 19 Mee Rachma Februari 23, 2009 pukul 10:44 am

    PKNU,PKB,GOLKAR,DAN SEGALA MACEMNYA…

    Semua akan berlangsung dengan tertib aman dan selamat asalkan dari para pelakunya memiliki akhlakqul kharimah..
    dari Partai berbasis apapun kaLo orangnya bangsat,semua ga akan pernah sejahtera..Yg ada hanya individualis,simbiosis parasitisme yang mengatasnamakan agama untuk kesejahteraannya sendiri..

    PesanQ buat PKNU..
    jadilah Kader yg bener2 menerapkan visi misi islam brdasar ahlussunnah wal jamaAh.
    Laksanakan semua dgn iktikad,,LIMARDHOTILLAH..

    DUNIA SUDAH TUA,,
    JANGAN MENAMBAH DOSA DIATAS MUKA BUMI.
    KARNA PADA HAKIKATNYA QTA HIDUP UNTUK MATI..

  20. 20 akhmad fauzan Februari 24, 2009 pukul 10:00 am

    ” ingat pknu sesuai dengan piliahan warga nahdiyiin “,
    jadi jangan di sia-siakan kepercayaan rakyat.

  21. 21 akhmad fauzan Februari 25, 2009 pukul 9:56 am

    pknu sudah tepat dalam memposisikan para kyai ,semoga pknu menjadi partai yang amanah…

  22. 22 alieva Februari 27, 2009 pukul 9:41 am

    sebenarnya saya sangat mendukung partai baru tersebut (PKNU)tetapi kenapa saya kurang yakin, karena sebenarnya mereka lebih menguasai perihal segala hal yang berkaitan dengan urusan keagamaan bukanlah perihal kebangsaan dan nasionalisme, tidak diragukan lagi semangat mereka, akan tetapi perlu kita pahami partai apa yang kita butuhkan sekarang, kita perlu pemimpin yang menguasai wawasan nasional yang tinggi, berwibawa, tidak mudah marah, terkendali emosinya, menghormati pendapat orang lain , tidak banyak omong tapi banyak aktivnya

  23. 23 elmuqoffie Maret 14, 2009 pukul 1:23 am

    PKNU, insyaALLOH menang……amien.

  24. 24 Elmurta Maret 25, 2009 pukul 1:36 pm

    mungkin tidak usah disalahkan siapapun yg ingin berpolitik. kita cerna saja positifnya dan ambil baiknya saja.

  25. 25 luqman.hakim.a Maret 28, 2009 pukul 11:55 am

    Assalamualaikum………………
    hallow semua……….perkenalkan namaku m.lukman.hakim,aq dri pndok mambaussholihin suci manyar,aq adlah warga nahdliyyin….
    aq pndukung setia PKNU……..bgiku PKNU adlh slh stu parpol yg stu2nya brlandas asas ahlul sunnah wal jamaah……..dg dalih bahwa para ulama’ dan kyai2 mndirikan dri pd PKNU itu adalah tidak mncari pngkat,kehormatan,duit..dll.,melainkan mperjuangkan dri pd agama islam yg brlandas Ahlul sunnah wal jama’ah,dan juga sebagai wadah aspirasi para ulama’.Qdkung lngkah dan perjuanganmu wahai PKNU……..

  26. 26 Banu tsamin Maret 28, 2009 pukul 9:30 pm

    saya juga warga nahdliyin, ya kalo antum semua bingung pilih partai mana dan masih saja sibuk dalam debat kusir, kapan kita majunya? Yach, karena saya nunggu lama sekali tidak muncul-muncul alternatid dan pilihan,

    dan mohon maaf, kepada para kyai khos, ustadz dan guru saya, dengan pertimbangan hati saya dan istikharah saya, akhirnya saya memilih PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sebagai wasilah penyaluran aspirasi saya. Bagi antum semua yang ikhlas mau bergabung PKS, mari bersama mereka bersatu membangun kemakmuran, keadilan, kesejahteraan umat. Allohu Akbar!!!

  27. 27 iwan harun April 4, 2009 pukul 8:37 pm

    yah pks gA PA2 TAPI LEBIH BAIK YA PKNU LAWONG PKS KAN BANYAK PENGHUNI YANG ANTI MAULID NYA

  28. 28 JAUHAR_Tretes April 5, 2009 pukul 11:47 am

    “POLITIK BUKAN SEBUAH KEYAKINAN”
    “DALAM BERPOLITIK HARUS SESUAI DENGAN KEYAKINAN”
    “Islam ala Ahl al Sunnah wa al Jama’ah = Asas PKNU”
    Mari para kader PKNU, jangan cuman berslogan tetapi kita buktikan sebagai garda depan pelayan Ulama.
    MENANG PKNU

  29. 29 EBEN November 8, 2010 pukul 8:21 pm

    DIBENTUKNYA NU UNTUK MEMBENDUNG PAHAM AHLUSSUNNAH WALJAMA`AH YANG MURNI DARI ROSULULLOH SHOLALLOHU`ALAIHI WA SALAM, DI KITAB IMAM SYAFI`I YANG MANA YG MENGAJARKAN ILMU KEBAL,?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,243 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: