Kapan Pilkada Bisa Mulus

Provinsi Banten baru saja menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung. Sampai pagi ini, pasangan Hj Ratu Atut Chosiyah-HM Masduki unggul sementara terhadap pasangan Zulkieflimansyah-Marissa Haque. Kedua pasangan ini bersaing ketat. Pilkada Banten sekali lagi menunjukkan kepada kita belum mulusnya penyelenggaraan pesta demokrasi seperti yang terjadi pada banyak pilkada selama ini. Kita mendapat kabar bahwa sekitar empat puluh persen pemilih di Banten tidak mendapat kartu pemilih dan tidak mau memilih alias golput. Artinya, hanya enam puluh persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Kenapa mereka tidak memilih? Bisa karena tidak peduli, apatis, tidak memiliki kesadaran, atau karena tidak mendapat kartu pemilih.

Bila benar informasi pemilih tidak mendapat kartu pemilih, berarti proses pendataan pemilih tidak akurat. Kabarnya, di daerah tertentu ada warga yang mendapat kartu pemilih sampai empat lembar. Malah, yang sudah meninggal dan bayi ikut mendapat kartu pemilih. Jelas, ini menunjukkan data kependudukan sangat tidak akurat.

Realitas seperti ini harus dijadikan bahan pembelajaran untuk pilkada selanjutnya. Panwas pilkada Banten harus menyelidiki, kenapa kartu pemilih tidak dibagikan kepada semua pemilih. Bukan mustahil, permainan bisa terjadi di sini. Namanya juga politik.

Pilkada Banten sempat diwarnai tindakan tidak simpatik dari sejumlah warga yang merusak tempat pemungutan suara (TPS), karena calon yang mereka dukung tidak menang. Seni demokrasi sebenarnya tidak hanya bagaimana bisa merayakan kemenangan, tetapi juga bagaimana bisa menerima kekalahan. Banyak pilkada menjadi tidak sehat karena adanya sikap tidak siap dan tidak mau menerima kekalahan.

Soal hukum, pilkada Banten bukannya tidak menyimpan masalah. Menjelang pilkada, Mahkamah Agung (MA) memutuskan mengabulkan permohonan uji materil Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2005 tentang pilkada dari pasangan calon Irsjad Djuwaeili-Mas Danisi. Sebagai dampak dari putusan MA itu, pasangan itu juga meminta supaya pilkada ditunda. Pasangan itu menilai, pilkada Banten cacat hukum, di mana salah satu calon, yakni Hj Ratu Atut Chosiyah selaku Wakil Gubernur Banten dan Plt Gubernur Banten tidak mengundurkan diri dari jabatannya, dan hanya cuti per hari.

Namun Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Banten tetap memutuskan untuk melaksanakan pilkada dengan alasan KPUD Banten belum menerima salinan putusan MA. Selain itu, muncul desakan untuk menonaktifkan Ratu Atut Chosiyah sebagai pelaksana tugas Gubernur Banten.

Artinya, tidak fair seorang yang masih menjabat tampil dalam pilkada. Menanggapi masalah ini, Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri Progo Nurdjaman menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda) hanya melarang pejabat gubernur maju sebagai calon dalam pilkada. Sedangkan pelaksana tugas tidak dilarang. Dan Atut adalah pelaksana tugas gubernur karena gubernurnya berhalangan, bukan pejabat gubernur seperti yang terjadi di Aceh. Ada perbedaan antara pejabat gubernur dengan pelaksana tugas. Pada Atut, fungsi wakil gubernurnya tetap melekat.

Pilkada Banten adalah salah satu cermin bagi pelaksanaan pilkada di tanah air yang sering tidak berjalan mulus, harus melewati banyak halangan karena tidak dipersiapkan dengan cermat dan teliti. Biasanya, persoalan baru muncul setelah ada penghitungan suara. Seharusnya, semua pihak terkait belajar dari pengalaman banyak daerah dalam menyelenggarakan pilkada dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kelemahan-kelemahan yang ada selama ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita untuk menyelenggarakan pilkada yang lebih demokratis dan fair di masa depan.

Memang banyak kelemahan pada sejumlah pilkada, namun kelemahan itu hendaknya tidak diterjemahkan bahwa kita belum siap untuk pilkada secara langsung. Kita tak perlu melangkah ke belakangan lagi. Saatnya rakyat memilih sendiri pemimpinnya mulai dari tingkat kepala desa sampai presiden.

Suara Pembaruan, 28 November 2006

Iklan

0 Responses to “Kapan Pilkada Bisa Mulus”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 799,164 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: