Kuota Minyak Tanah

Antre minyak tanah. Begitu seringnya terjadi, bukan tak mungkin akan muncul anggapan kelangkaan minyak tanah adalah hal biasa. Ini jelas mengkhawatirkan. Sudah sejak awal bulan ini kelangkaan minyak tanah terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia. Namun, respons pemerintah baru secara jelas terlihat ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan Pertamina untuk menambah pasokan minyak tanah bersubsidi, berapa pun jumlahnya, untuk melayani masyarakat.

Pertamina sebagai pemegang hak menyalurkan bahan bakar bersubsidi secara tegas memang sudah mengatakan kelangkaan yang terjadi sekarang bukan lantaran penyimpangan dalam distribusi. Kelangkaan terjadi karena konsumsi masyarakat yang melebihi kuota pasokan. Jika benar seperti itu mestinya sejak awal bulan ini (sejak kelangkaan terjadi) respons untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah di pasar sudah terlihat. Lambatnya respons itulah yang menyebabkan munculnya antrean panjang di pangkalan-pangkalan minyak tanah.

Kelambatan itu bisa saja terjadi lantaran ada keraguan Pertamina untuk mengambil tindakan secara cepat saat kelangkaan terjadi. Pertamina boleh jadi lebih memilih menunggu instruksi pemerintah terlebih dulu. Pasalnya, dalam anggaran belanja negara, pemerintah sudah memutuskan untuk menurunkan kuota pasokan minyak tanah bersubsidi dari 10 juta kiloliter (APBN 2006), menjadi 9,9 juta kiloliter (APBN-P 2006). Jika penambahan dilakukan tanpa instruksi ada kekhawatiran muncul beragam tuduhan.

Kini, setelah mendapat instruksi Wapres, Pertamina baru secara tegas mengatakan siap ”melanggar” kuota yang ditentukan APBN-P, dengan menambah sebanyak 100 ribu kiloliter. Dengan tambahan ini berarti kuota pasokan minyak tanah bersubsidi kembali ke angka 10 juta kiloliter. Instruksi tambahan pasokan kuota minyak tanah itu sebenarnya mencerminkan betapa kebijakan penurunan kuota belum saatnya untuk dilakukan. Memang, penurunan kuota dilakukan lantaran masih banyak dijumpai penyimpangan di berbagai daerah. Tapi, jika penurunan itu ternyata menyusahkan masyarakat, mungkin akan lebih baik jika kebijakan penurunan kuota dipertimbangkan kembali.

Apalagi, Pertamina sendiri berkeyakinan kelangkaan yang terjadi sekarang bukan lantaran penyimpangan atau penimbunan, melainkan kelebihan konsumsi masyarakat. Ini berarti, minyak tanah masih menjadi bahan bakar pilihan utama masyarakat. Dan jumlah kuota pasokan yang diturunkan sesuai APBN-P 2006 jelas tak mencukupi kebutuhan (konsumsi) tersebut. Harga yang relatif murah menyebabkan minyak tanah masih menjadi pilihan.

Karena itu, penentuan kuota pasokan minyak tanah perlu terlebih dulu menghitung tingkat kebutuhan yang sesungguhnya. Jika perlu terlebih dulu melakukan sensus kebutuhan minyak tanah. Sehingga, kebijakan penurunan kuota tidak dilakukan terburu-buru demi menekan besaran angka subsidi. Bersamaan dengan penghitungan kebutuhan tersebut, baik Pertamina maupun badan terkait lainnya, perlu juga melakukan pengkajian tentang instrumen-instrumen yang bisa digunakan terkait pengawasan distribusi.

Kita tentu menginginkan penyaluran minyak tanah bersubsidi bisa tepat sasaran. Penghitungan jumlah kebutuhan yang lebih baik dan semakin ketatnya pengawasan penyaluran, baik di pusat maupun daerah, tentunya akan lebih memudahkan masyarakat memperoleh minyak tanah. Bakal lebih baik lagi apabila Pertamina, sebagai pemegang hak distribusi, memiliki semacam prosedur standar soal apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba terjadi kelangkaan. Jadi, tak perlu menunggu instruksi Wapres. Jangan biarkan antrean minyak tanah yang mengular menjadi sebuah kebiasaan.

Republika, Selasa, 28 Nopember 2006

Iklan

0 Responses to “Kuota Minyak Tanah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,243 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: