Partai Politik Zonder Demokrasi

Pembentukan partai politik (parpol) baru kini semakin meluas dan menjadi gejala. Bahkan tanpa ragu-ragu ada semacam persaingan yang tidak sehat untuk merebut “pasar suara rakyat” dengan melakukan identifikasi identitas.
Ambil contoh manuver politik yang dilakukan oleh kader PPP. Mereka, menjelang pemilihan Ketua Umum, meminta kepada kader-kader yang ada di berbagai parpol untuk pulang “ke rumah” lama, yaitu partai berlambang Ka’bah ini. Tak kurang, manuver ini turut juga melibatkan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal, yang afiliasi politiknya sebenarnya adalah PKB.
Manuver lain terlihat dari pembentukan partai “baru” tetapi lama pasca perpecahan PKB. Mereka yang kemudian berkeingingan untuk menyatuan suara masyarakat NU itu membentuk partai baru yang menjadi tujuan bagi masyarakat NU. Senada dengan itu, masa depan PAN juga terancam dengan pendirian Partai Matahari Bangsa, yang mengklaim diri sebagai partainya masyarakat Muhamaddiyah. Jauh sebelumnya partai identitas lain sudah terbentuk. Ada partai untuk kaum muda yang didirikan oleh Sys Ns. Ada partai yang berafialiasi agama dan kelompok tertentu.
Pembentukan parpol adalah urusan setiap orang. Namun masa depannya amat ditentukan oleh kemampuan kita menyikapi keberadaan setiap parpol ini. Sebab demokrasi yang sehat memerlukan kematangan parpol. Sayangnya, di tempat kita, parpol masih belum memiliki identitas yang sehat. Identitas yang terbentuk atau dibentuk dengan sengaja adalah identitas bawaan.
Bandingkan dengan pemilu di AS yang hanya diikuti oleh dua parpol saja, Demokrat dan Republik. Keduanya bertarung dalam program. Keduanya tidak mengandalkan atau mengidentifikasikan diri dengan pemilih berdasarkan agama atau kelompok identitas emosional tertentu. Namun pertarungan antar parpol lebih kepada ideologi dan program yang akan dikerjakan oleh keduanya. Atas dasar itulah, maka pertarungan politik di Amerika lebih jelas, konkrit dan terukur.
Salah satu kelemahan pertarungan politik kita adalah bahwa parpol yang ada berdiri dan eksis untuk suatu tujuan politik dan keinginan tertentu. Parpol kita masih jauh dari idealisme demikian. Maka tak heran, bahwa tujuan pembentukan parpol adalah mencari makan dan kursi. Itu adalah sebuah hal lazim. Buktinya, mereka yang tidak berhasil mendapatkan kursi di DPR dan DPRD kemudian sibuk membentuk parpol baru dan atau mencari celah untuk mendapatkan tawaran politik lain. Bukannya setiap pada perjuangan semula—yang memang juga sulit untuk dikatakan sebagai ada—setiap parpol peserta pemilu kini bagaikan kehilangan arah.

Inilah kelemahan proses politik kita. Masih sangat sibuk dan penuh dengan aktifitas identitas. Jelas hal ini membawa konsekuensi pada saat pemungutan suara dan pemilihan. Masing-masing calon pemilih akan membawa identitasnya, bukannya program dan pilihan kebijakan yang mereka ketahui dengan baik.
Maka wajar saja ketika kemudian terjadi konfigurasi. Pemilih menjadi tidak berdaya. Mereka yang memberikan suara menjadi sangat tidak berarti ketika konfigurasi pasca pemilu ”kembali” kepada parpol di parlemen. Maka sia-sialah perjuangan rakyat atas nama demokrasi dan reformasi itu. Itulah yang kita lihat sekarang ini.

Memang ada rencana untuk memperbaiki sistem pemilu, sistem pemilihan dan electoral threshold. Semuanya harus didorong supaya di negeri ini yang ada adalah parpol profesional, bukan yang hanya sekedar mencari makan. Semua keinginan demokrasi harus dapat diterjemahkan kepada rencana dan kemudian didorong oleh idealisme kepartaian yang mengabdi kepada rakyat. Jika tidak, parpol-parpol baru akan terus bermunculan zonder demokrasi (***)

Sinar Indonesia Baru, Nov 29, 2006

Iklan

0 Responses to “Partai Politik Zonder Demokrasi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,910 hits
November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: