Kawasan Timur Tengah kini benar-benar dalam kondisi bahaya. Perpecahan dan perang saudara mengancam kesatuan beberapa negara. Di Irak, hampir setiap hari terjadi saling serang antarkelompok yang bertikai. Disebut-sebut, mereka yang sering terlibat serangan itu adalah dari kelompok Sunni dan Syiah.

Akibat saling serang tersebut, ratusan atau bahkan ribuan orang telah menjadi korban. Kemarin saja sedikitnya 50 warga meninggal dunia dan puluhan lainnya cedera berat dan ringan terkena ledakan bom yang terjadi di kawasan Syiah di Baghdad. Sepekan sebelumnya, sebuah bom juga meledak di distrik Sadar City, di Baghdad. Sedikitnya 200 orang meninggal dunia. Beberapa saat kemudian, kelompok Syiah menyerang masjid Sunni yang menewaskan puluhan orang.

Di Lebanon, suhu politik juga memanas yang mengarah pada konflik bersaudara. Sejak Jumat lalu (1/12) ribuan warga berunjuk rasa di Beirut. Para demonstran mendirikan tenda-tenda di tanah lapang di depan Kantor Perdana Menteri Fouad Siniora. Mereka bertekad akan mengerahkan lebih banyak lagi demonstran hingga sang perdana menteri mengundurkan diri.

Demonstrasi ini digerakkan oleh kelompok oposisi pro-Suriah dan Iran yang dimotori Hizbullah. Mereka kecewa terhadap pemerintahan Siniora yang dianggap gagal mendukung kelompok ini selama perang menghadapi tentara Israel Juli-Agustus lalu. Siniora bahkan mereka anggap sebagai antek Amerika Serikat. Kekecewaan kelompok ini memuncak ketika pemerintahan PM Siniora berusaha meloloskan rancangan undang-undang yang membolehkan sebuah komisi pengadilan PBB untuk memanggil para pejabat dan mantan pejabat Lebanon yang diduga terlibat pembunuhan terhadap mantan PM Rafik Hariri.

Belum diketahui bagaimana akhir drama politik yang sekarang sedang berlangsung di Lebonon dan juga di Irak itu. Namun, yang jelas apa yang sedang berkembang di dua negara tersebut telah membuat keprihatinan kita. Bukan hanya karena Lebanon dan Irak merupakan anggota Organisasi Konferensi Islam dan Non-Blok. Tapi lebih dari itu. Konflik yang berkepanjangan akan menyebabkan ketidakstabilan dunia, termasuk Indonesia.

Selama ini, upaya untuk menyelesaikan konflik di dua negara tersebut cenderung dari satu arah. Yakni arah kepentingan AS dan aliansinya. Sedangkan kepentingan pihak lain, misalnya kepentingan negara-negara tetangga seperti Suriah dan Iran, acap dikecilkan atau bahkan dinihilkan. Padahal faktanya, pengaruh dua negara itu sangat besar di kancah perpolitikan baik di Lebanon maupun Irak.

Di Irak, Syiah merupakan kelompok mayoritas yang kini sedang berkuasa. Secara emosional maupun kepentingan lainnya mereka sangat dekat dengan Iran. Sedangkan di Lebanon, Iran merupakan pendukung Hizbullah yang kini memimpin kelompol oposisi pro-Suriah. Suriah dan Iran telah lama membentuk aliansi untuk melawan apa yang disebut sebagai hegenomi AS di kawasan Timur Tengah.

Dengan latar belakang seperti itu, tampaknya tidak akan ada penyelesaian secara tuntas baik di Lebanon maupun Irak, tanpa melibatkan Suriah dan Iran. Dalam hal ini, Indonesia tentu bisa ambil peran yang lebih besar membantu kedua negara tersebut. Posisi Indonesia yang sangat harmonis dengan Suriah dan Iran –dan juga dengan AS dan sekutunya– merupakan kunci masuk untuk berperan aktif meredam konflik di negara-negara Timur Tengah.

Republika, Senin, 04 Desember 2006

Iklan

0 Responses to “”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,557 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: