Politik dan Seks

Dalam sejarah politik dan seks hampir tak pernah berpisah. Banyak kisah mengungkapkan bagaimana seks selalu dekat dengan kekuasaan. Karya sastra besar banyak mengangkat tema ini. Hal serupa pun terjadi di Indonesia. Seks tidak saja bisa melambungkan posisi seseorang, tetapi juga bisa membuat terjungkal.

Kita terperanjat ketika tiba-tiba video seks seorang anggota DPR dari Partai Golkar-kalau memang betul-beredar luas. Kabarnya, politisi kawakan itu menjalin kisah asmara dengan seorang penyanyi dangdut.

Tentu saja Partai Golkar yang menjadi induk dari oknum anggota DPR bersangkutan kebakaran jenggot. Apalagi yang bersangkutan itu tak sekadar menjadi anggota, akan tetapi seorang pengurus partai. Agung Laksono yang menjadi Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar dan Ketua DPR langsung menggelar pertemuan pers.

Agung menegaskan bila yang bersangkutan terbukti melakukan adegan seks seperti yang direkam dengan telepon selular, maka yang bersangkutan akan dipecat dari jabatannya sebagai salah satu Ketua DPP Partai Golkar dan keanggotaannya di DPR akan dicabut.

Tentu saja kita berharap anggota DPR yang menjadi wakil rakyat Indonesia harus berperilaku baik, bermoral baik. Melakukan hubungan seks bukan dengan istri jelas selingkuh namanya. Rakyat Amerika Serikat sempat heboh ketika Presiden Bill Clinton dikabarkan berselingkuh dengan Monica Lewinsky. Gara-gara berita itu bocor ke publik, Presiden Clinton hampir saja dipecat (impeachment). Untung, Clinton lolos dari upaya pemecatan waktu itu.

Apa artinya ini? Tidak hanya rakyat AS, rakyat Indonesia juga menginginkan elite politiknya harus bermoral.

DPP Partai Golkar telah sepakat membentuk tim yang beranggotakan Agung Laksono, Sekjen Sumarsono dan dua ketua, yaitu Muladi dan Syamsul Muarif untuk mencari klarifikasi kepada anggotanya yang terlibat dalam skandal seks itu.

Anggota yang bersangkutan saat ini sedang berada di Australia. Sementara Badan Kehormatan (BK) DPR yang bertugas menangani kasus seperti ini belum menentukan sikap. Sebab, hingga saat ini BK belum menerima pengaduan dari masyarakat, konstituen, ataupun permintaan dari pimpinan DPR. Wakil Ketua BK, Gayus Lumbuun, menegaskan pihaknya belum bisa melakukan tindakan apa-apa karena terbentur oleh aturan Tata Tertib DPR.

Gayus mengaku sudah mendapat informasi tentang itu dan melihat rekaman videonya. Menurut Gayus, kasus tersebut harus disikapi dengan hati-hati, apalagi DPR merupakan wilayah politik yang penuh dengan ranjau-ranjau dan kepentingan politik. Dia juga menolak menyebutkan apakah dalam rekaman itu benar anggota DPR yang dimaksud.

Pakar komunikasi Roy Suryo dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan sudah melihat rekaman video dengan durasi 42 detik. Rekaman itu ada dua versi, yakni versi dengan akhiran nama file 3GP yang artinya rekaman langsung dari telepon selular (ponsel), belum dikonversi ke komputer, dan akhiran nama file avi yang sudah dikonversi.

Setelah diteliti rekaman itu memang terlihat belum diedit dan rekaman tidak terputus. Ada kabar juga ada rekaman yang berdurasi lima menit. Tetapi Roy belum melihat versi lima menitnya. Adegan 42 detik itu diambil dengan ponsel berkamera oleh pasangan perempuan. Dalam rekaman itu, kebanyakan yang berbicara adalah si perempuan.

Namun Roy belum dapat memastikan apakah betul wajah pria dalam rekaman itu adalah anggota DPR seperti yang diberitakan di media massa. Ini perlu pengusutan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Apalagi tudingan ini langsung kepada tokoh publik. Karena itu, harus dipastikan kebenarannya.

Pertanyaan yang segera muncul bagaimana rekaman video yang sangat pribadi itu bisa tersebar luas ke masyarakat. Apakah ini dilakukan untuk memperburuk citra anggota DPR yang bersangkutan?

Memang, bukan rahasia lagi dalam politik sering segala cara dilakukan untuk menaklukkan lawan politik. Politik selalu kejam. Terlepas dari itu semua, masyarakat selalu mendambakan wakilnya di Senayan tidak saja bersih dari masalah uang tetapi juga menjadi panutan secara moral. Artinya, tidak terlibat skandal seks.

Suara Pembaruan, 4 Desember 2006

Iklan

6 Responses to “Politik dan Seks”


  1. 1 Paulin Wijaya Desember 14, 2006 pukul 9:15 pm

    Dalam sejarah politik dan seks hampir tak pernah berpisah. Banyak kisah mengungkapkan bagaimana seks selalu dekat dengan kekuasaan.

    —cut—

    sejak dahulu kala, politik identik dengan kekuasaan; kekuasaan terkait erat dengan harta dan seks.

    perihal drama percintaan bill clinton dan wanita muda yahudi nan aduhai, Monica Lewinsky, rakyat amerika keki bukan karena bill clinton dianggap tidak bermoral. lho kok? rakyat amerika menganggap perselingkuhan tsb urusan pribadi sang presiden. debat politik impeachment didasari pada ketidakjujuran sang presiden. “i didn’t have sex with that woman,” begitu kesaksian bill clinton dibawah sumpah. ini jelas penipuan.

    saya pribadi tidak perduli dengan kasus seks yz, seorang politisi golkar di dpr. itu urusan pribadi yz dan tidak berdampak apa-apa bagi rakyat, paling tidak bagi saya. tuntutan utama rakyat terhadap politisi kita adalah menyejahterakan rakyat. yang buat banyak org keki, saat prestasi kerja amburadul -rakyat tetap miskin- lha kok ini malah maen serong dgn perempuan yang bukan istrinya.

    saya merasa kita (baca: publik) sering “pick up the wrong issue” (memilih debat yang salah alamat). menunjuk jari terhadap seseorang karena dianggap tidak bermoral, artinya kita punya otoritas moral. saya kok ragu. apa iya sih kita sendiri sudah bersih moral sehingga pantas mengatakan orang lain tidak bermoral? Jangan-jangan ini seperti maling teriak maling.

    dus… yang patut dipersoalkan adalah kinerja politisi dpr yang terkait erat dengan kesejahteraan rakyat. praktek korupsi politisi kita jelas merugikan rakyat dan mereka itu masih menikmati kekuasaan mereka. lha ini malah dianggap biasa, sedang perselingkuhan yz yang tidak berdampak sama sekali terhadap rakyat kok sangat menyita waktu dan tenaga kita untuk berdebat.

    salam – paulin

    http://totalwellness.blogsome.com/

  2. 2 Paulin Wijaya Desember 14, 2006 pukul 9:16 pm

    Dalam sejarah politik dan seks hampir tak pernah berpisah. Banyak kisah mengungkapkan bagaimana seks selalu dekat dengan kekuasaan.

    —cut—

    sejak dahulu kala, politik identik dengan kekuasaan; kekuasaan terkait erat dengan harta dan seks.

    perihal drama percintaan bill clinton dan wanita muda yahudi nan aduhai, Monica Lewinsky, rakyat amerika keki bukan karena bill clinton dianggap tidak bermoral. lho kok? rakyat amerika menganggap perselingkuhan tsb urusan pribadi sang presiden. debat politik impeachment didasari pada ketidakjujuran sang presiden. “i didn’t have sex with that woman,” begitu kesaksian bill clinton dibawah sumpah. ini jelas penipuan.

    saya pribadi tidak perduli dengan kasus seks yz, seorang politisi golkar di dpr. itu urusan pribadi yz dan tidak berdampak apa-apa bagi rakyat, paling tidak bagi saya. tuntutan utama rakyat terhadap politisi kita adalah menyejahterakan rakyat. yang buat banyak org keki, saat prestasi kerja amburadul -rakyat tetap miskin- lha kok ini malah maen serong dgn perempuan yang bukan istrinya.

    saya merasa kita (baca: publik) sering “pick up the wrong issue” (memilih debat yang salah alamat). menunjuk jari terhadap seseorang karena dianggap tidak bermoral, artinya kita punya otoritas moral. saya kok ragu. apa iya sih kita sendiri sudah bersih moral sehingga pantas mengatakan orang lain tidak bermoral? Jangan-jangan ini seperti maling teriak maling.

    dus… yang patut dipersoalkan adalah kinerja politisi dpr yang terkait erat dengan kesejahteraan rakyat. praktek korupsi politisi kita jelas merugikan rakyat dan mereka itu masih menikmati kekuasaan mereka. lha ini malah dianggap biasa, sedang perselingkuhan yz yang tidak berdampak sama sekali terhadap rakyat kok sangat menyita waktu dan tenaga kita untuk berdebat.

    salam – paulin

    http://totalwellness.blogsome.com/

  3. 3 arisiswanto Desember 18, 2006 pukul 10:23 am

    menurut saya itu tergantung pada dimana kita berada,. tidak selamanya seks itu berhubungan dengan politik.

  4. 4 philipe Desember 24, 2006 pukul 1:26 am

    seharusnya mereka dihukum mati saja karena sudah menodai rakyat dengan

    adegan mereka yang tak bermoral, hal ini penting karena bangsa ini

    sudah cukup lama di permainkan oleh bangsa lainya ehhhh malah ada

    publik figur yang terang terangan mempermainkan kerpercayaan rakyat

    so sebaiknya saya himbau kepada pemerintah untuk secepatnya melakukan

    eksekusi MATI.

  5. 5 subkioke Juli 5, 2008 pukul 5:19 pm

    SUBHANALLOH

    SEKS ITU MEMANG INDAH
    TAPI LEBIH INDAH KALAU DILAKUKAN DI JALAN HALAL

    POLITIK INDONESIA SUDAH BANYAK TERCEMAR DENGAN BUMBU “SEKS”
    SEBAGIAN OKNUM ANGGOTA DPR RUPANYA SENANG BERMAIN “POLITIK BERBUMBU SEKS”.

    INGAT WAHAI PARA PEJABAT
    SEMUA ITU HARAM ANDA LAKUKAN

    SEMENTARA ANDA MENGAKU DIRI WAKIL RAKYAT.
    RAKYAT KITA SUDAH MENDERITA AKIBAT BADAI KENAIKAN BBM

    ANDA TAMBAH LAGI OLEH BADAI PANAS ASMARA NERAKA

    1. KASUS YAHYA ZAINI (GOLKAR) VS MARIA EVA

    http://www.google.co.id/url?sa=t&ct=res&cd=8&url=http%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FYahya_Zaini&ei=IUlvSJuqKZvm6QO4zZzRAQ&usg=AFQjCNHVJVWnCe5b2M84yzOUqzYAahj2Ng&sig2=N-ZAzENcc7Pdj2k842Ak6g

    http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/12/tgl/03/time/130403/idnews/715533/idkanal/10

    2. MAX MOIN (PDIP) VS DESI FIRDIYANTI

    http://www.liputan6.com/news/?id=160169&c_id=2


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 787,802 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: