Pelakon Parlemen

GEDUNG megah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Senayan selalu menyimpan cerita menarik, baik ringan sampai yang berat sekali pun. Di gedung parlemen ini pula, para elit politik bekerja, tertidur, tertawa, marah, menangis hingga mengamuk bak anak-anak taman kanak-kanak. Tapi benarkah itu semua adalah refleksi dari mereka sebagai representasi rakyat?

Tidak perlu kita mencari jawaban untuk pertanyaan ini. Sebab rakyat sudah sangat hafal dengan ulah para pelakon di parlemen. Karena, rakyat tahu mereka adalah ‘aktor-aktor’ yang piawai memainkan sebuah fragmen politik. Jadi, kita memang tidak perlu merasa takjub dengan akting para elite di parlemen. Peran tidur, tertawa, marah hingga mengamuk adalah parodi yang sering mereka ciptakan untuk kita.

Toh, cerita pelakon-pelakon politik di parlemen tidak akan pernah stagnan. Dia selalu dinamis mengikuti alur dan kebutuhan bagi para pelakonnya. Tidak ada harga mati, katanya. Apalagi, ‘anggota dewan juga manusia’. Jadi, kita tidak perlu heran jika mereka yang di parlemen selalu membuat kejutan demi kejutan.

Kita kerap membaca koran atau menyaksikan tayangan di televisi bagaimana seorang anggota dewan terhormat di sebuah kota kecil digelandang polisi ketika tengah pesta narkoba. Ada juga anggota dewan terhormat di sebuah kota besar tertangkap dengan bertelanjang ria di sebuah hotel dengan wanita yang bukan muhrimnya. Ini adalah sebagian potret kecil parodi konyol para wakil rakyat kita.

Masihkah kita percaya bahwa pelakon di parlemen benar-benar merefresentasikan dirinya sebagai wakil rakyat? Terus terang, cukup sulit menjawab pertanyaan ini. Sebab, dari pengalaman republik ini berdiri, para wakil rakyat di parlemen selalu berada dalam posisi ‘kalah’ dari eksekutif. Dengan posisi sedemikian itulah justru selalu dijadikan alat bagi segelintir pelakon di parlemen untuk menarik keuntungan.

Ada banyak contoh kasus. Misalnya, soal Ujian Nasional yang digugat banyak pihak. Para wakil rakyat di fraksi yang membidangi pendidikan, apa sudah benar-benar melakukan fungsinya kemudian menekan Depdiknas agar membatalkan program UN. Tak pernah ada jawaban memuaskan dari mereka selama ini. Program UN tetap berjalan. Lantas, apakah ada kongkalikong antara mereka dengan pihak depdiknas? Wallahualam.

Yang jelas, rakyat memang tidak pernah terpuaskan dengan apa yang dilakukan wakil mereka di parlemen selama ini. Bahasa gamblangnya, mereka yang di parlemen telah lupa diri! Tersilap dengan sejibun fasilitas dan program kunjungan ke daerah-daerah atau ke luar negeri. Dan, kita tahu semua itu tidak pernah menjadi bentuk pencerahan bagi mereka. Selain hanya sebagai kesenangan.

Dan, cerita-cerita sumbang orang-orang parlemen tidak pernah akan berhenti. Artinya rakyat ke depan memang harus benar-benar memberikan pilihan terbaik, jika memang menginginkan wakil-wakil mereka yang berbudi luhur, berahlak mulia. Dus, tentunya tanpa pamrih. Sejujurnya, kita bisa mengatakan para wakil rakyat yang ada selama ini tidak pernah bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak bangsa ke depan.

Kasus konyol video ‘serem’ anggota dewan terhormat di Senayan baru-baru ini adalah bukti nyata bahwa kesenangan pribadi menjadi menempati skala priotas. Dan, rakyat ataupun konstituen adalah nomor sekian, tentunya setelah semua kepentingan si anggota dewan terpenuhi. Sekali lagi, inilah potret hitam sebagian besar para wakil rakyat kita di parlemen. Jujur pula harus dikatakan bahwa tidak mudah mengubah perilaku nyeleneh para pelakon di parlemen. Setidaknya untuk satu atau dua dekade ke depan.

Artinya apa? Karena, mereka datang dari berbagai status sosial. Tapi, celakanya ketika menyangkut soal kepentingan, mereka kompak. Dan, inilah yang memang kerap kita saksikan bagaimana ketika sebuah RUU dari sebuah institusi basah meluncur mulus. Tapi, sekali lagi, harus pula kita memahami dengan senyum kecut bahwa anggota dewan juga manusia!

Banjarmasin Post, Rabu, 06 Desember 2006

Iklan

0 Responses to “Pelakon Parlemen”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 799,163 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: