Sujud Syukur ”Warga Lapindo”

Kebersediaan PT Lapindo Brantas Inc mengabulkan jumlah nominal ganti rugi yang diajukan warga Sidoarjo yang menjadi korban luapan lumpur memang patut disyukuri. Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, sebagai seorang muslim, tidak salah bila secara spontan mengajak warganya melakukan sujud syukur.

Sujud syukur tersebut tentu bukan dalam konteks warga merasa mendapat keuntungan dari uang ganti rugi tersebut. Sebab, bila dihitung-hitung, nilai ganti rugi itu tentu tidak sepadan dengan kerugian, materi mapun nonmateri yang mereka rasakan selama ini.

Kita sepakat dengan Menko Kesra Aburizal Bakrie yang melihat kesepakatan itu tidak dari nilai uangnya, tapi lebih pada ditemukannya solusi. Yakni, solusi atau pemecahan terhadap penderitaan warga yang menjadi korban luapan lumpur lapindo.

Satu tahap, itu memang sudah bisa menjadi solusi. Paling tidak, ketegangan antara warga dan Lapindo bisa mereda. Namun, tentu masih banyak masalah lain yang butuh dicarikan solusi. Terutama dalam pelaksanaannya nanti, sejumlah persoalan layak diantisipasi.

Persoalan pertama yang harus diantisipasi adalah mekanisme pencairan. Pihak Lapindo dan Bupati Win harus benar-benar bekerja ekstra agar warga yang menjadi korban bisa mendapatkan ganti rugi tersebut. Jangan sampai hanya gara-gara hambatan administrasi, seseorang kehilangan hak untuk memperoleh ganti rugi.

Kedua, soal birokrasi yang mungkin terlibat dalam pencairan. Seperti lazim diketahui, birokrasi di negeri ini moralnya sudah hancur-hancuran. Jadi, tidak tertutup kemungkinan di antara para birokrat itu ada yang mencoba mencari peruntungan. Mereka tentu sudah memiliki sejuta jurus untuk mengail peruntungan tersebut.

Dalam hal ini, Bupati Win harus benar-benar membuka mata dan telinga. Hindarkan sekecil mungkin peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mengail di air keruh. Atur sedemikian rupa agar pencairan bisa mulus, tanpa ada celah untuk diperumit.

Ketiga, soal pemanfaatan ganti rugi. Bukan bermaksud merendahkan, di antara warga yang mendapat ganti rugi, mungkin ada yang tidak terbiasa melihat uang banyak. Sehingga, begitu ganti rugi ada di tangan, bisa jadi tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Mengantisipasi kemungkinan buruk itu, Bupati Win perlu mengerahkan semua elemen masyarakat di Sidoarjo untuk memberikan pencerahan pada warga yang kebetulan punya kultur kurang baik. Bisa melalui penyuluhan, bimbangan, atau bantuan dalam bentuk lain. Yang penting, jangan biarkan mereka salah melangkah.

Setelah persoalan warga yang mendapat ganti rugi selesai, yang perlu dipikirkan pula adalah warga yang tidak secara langsung menjadi korban luapan lumpur. Misalnya, mereka yang rumahnya retak-retak, atau tidak retak dan tidak kurang satu apa pun, tapi lokasi rumahnya tidak nyaman lagi dihuni.

Jumlah masyarakat yang masuk kategori ini tentu sangat banyak. Tentu tidak mudah mencarikan solusinya. Tapi, mereka harus tetap dicarikan solusi. Jadi, pihak keluarga Bakrie (Lapindo), Timnas, dan Bupati Win masih perlu berpikir keras untuk mencari solusi-solusi lain. (*)

sumber : http://jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=260079 

Iklan

0 Responses to “Sujud Syukur ”Warga Lapindo””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 799,163 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: