Pasal Penghinaan Presiden Telah Dicabut

– Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengawal demokratisasi, dan secara bertahap mengembangkannya melalui keputusan-keputusan yang menyangkut pasal-pasal dalam KUHP, walau kadang keputusan itu kontroversial. Yang baru saja diputuskan adalah pencabutan Pasal 134, 136 Bis, dan 137 KUHP tentang Penghinaan terhadap Presiden. Para hakim MK menilai pasal-pasal tersebut termasuk pasal karet yang sudah tidak relevan lagi diterapkan di sebuah negara demokratis seperti Indonesia, negara yang berbentuk republik dan berkedaulatan rakyat. Apalagi pasal seperti itu dahulu sering digunakan untuk tujuan-tujuan politik, menjaga kekuasaan.

– Pencabutan pasal itu diputuskan dalam sidang MK Rabu lalu, sekaligus mengabulkan permohonan gugatan uji materiil pasal penghinaan terhadap presiden yang diajukan oleh pengacara Eggi Sudjana dan aktivis Pandapotan Lubis. Menurut hakim konstitusi Harjono, pasal-pasal tersebut mengegasi prinsip persamaan di depan hukum, mengurangi kebebasan berkekspresi, kebebasan akan informasi, dan prinsip kepastian hukum. Apalagi dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara bagi pelanggaran pidana Pasal 134, semua itu dapat digunakan untuk mengekang kebebasan, membungkam kekritisan, dan akhirnya menghambat demokrasi.

– Bagaimana jika seorang presiden merasa terhina? Bisa dengan menggunakan pasal yang sama dengan warga negara lain, yakni Pasal 310 dan 321 KUHP. Namun keputusan itu tidak dilakukan secara mulus, karena ada empat hakim yang menyatakan dissenting opinion atau memiliki pendapat berbeda. Menurut empat hakim itu, martabat negara atau republik melekat dalam diri presiden sebagai kepala negara. Pencabutan pasal tersebut, justru bisa membuat penghina berlindung di balik kemerdekaan menyampaikan pendapat. Konstitusi menghormati dan menjamin setiap orang yang menyampaikan pendapat, tetapi tidak untuk melakukan penghinaan.

– Wajar bila terjadi perbedaan, karena semua bisa dilihat dari sudut pandang yang berbeda pula. Namun kita tetap harus menghormati keputusan MK. Kekhawatiran terhadap dampak negatif karena orang bisa menjadi lebih bebas menghina presidennya sendiri, mungkin tak perlu terlalu berlebihan, sebab siapa pun tak kebal hukum. Masih ada pasal-pasal lain yang bisa dipergunakan untuk menjerat mereka yang berbuat di luar kewajaran atau yang sudah dianggap benar-benar melakukan penghinaan. Namun setidaknya, ada keberanian dan kebebasan yang lebih leluasa dalam menyampaikan pendapat, termasuk yang berkait dengan presiden.

– Dua pendapat yang berbeda, tentu masing-masing mengandung kebenaran. Tetapi melihat pengalaman selama ini, terutama pada era kekuasaan Orde Baru, banyak aktivis yang ditangkap dan dihukum dengan menggunakan pasal-pasal tersebut. Sebut, misalnya, Sri Bintang Pamungkas. Jadi dari pengalaman praktik, memang keberadaan pasal itu lebih banyak digunakan para penguasa untuk membungkam aktivis. Maka belajar dari kenyataan empiris itulah, barangkali tepat apabila MK memutuskan untuk mencabut pasal-pasal karet yang bisa mengancam kebebasan. Sampai di mana batasannya sehingga bisa dikatakan menghina, menjadi sesuatu yang lentur.

– Mahkamah Konstitusi telah memberikan kontribusi kepada upaya pengembangan demokrasi di negeri ini. Pada masa lalu, sebelum ada MK, kita sulit membayangkan terjadinya pencabutan pasal-pasal krusial seperti itu. Apalagi di masa lalu, justru penguasa yang lebih suka memperalat hukum untuk kepentingannya. Sekarang di era reformasi, semua kemungkinan telah dibuka, kendati kita pun terkadang khawatir dengan kewenangan MK yang ada kalanya nyaris tanpa batas. Dampaknya pasti ada; namun kita tak perlu terlalu risau, karena bagaimanapun tidak akan pernah ada kebebasan yang sebebas-bebasnya, dan hukum akan berlaku bagi siapa pun.

Suara Merdeka, Jumat, 08 Desember 2006

Iklan

0 Responses to “Pasal Penghinaan Presiden Telah Dicabut”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,637 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: