Kontroversi Poligami

Poligami menjadi topik paling hot setelah Ustad Abdullah Gymnastiar dari Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, Jawa Barat, mengumumkan perkawinan keduanya. Tak sedikit pengidola Aa Gym, terutama ibu-ibu majelis taklim, yang kecewa berat, bahkan marah besar.

Praktek beristri lebih dari satu selalu kontroversial. Dalam Al-Quran, Surah An-Nisa, ada satu-satunya ayat yang secara eksplisit membolehkan poligini: dua, tiga, atau empat istri. Ayat inilah yang selalu menjadi senjata andalan bagi para pendukung poligami.

Padahal ayat tersebut diturunkan dalam konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang. Apalagi ada teks lanjutan yang juga memuat aturan ketat: masalah keadilan atas yang dimadu, yakni kaum perempuan. Ditegaskan juga bahwa “engkau (laki-laki) tidak akan dapat berlaku adil walau berusaha keras untuk itu”. Nabi Muhammad pun mengakui hatinya cenderung kepada Aisyah ketimbang kepada istrinya yang lain.

Lalu bagaimana watak asli perkawinan dalam Islam? Pembaru Islam abad ini, Muhammad Abduh, menjawab: monogami. Selain Abduh, Rasyid Ridha dan Muhammad al-Madan–ketiganya ulama terkemuka Al-Azhar Mesir–memperketat penafsirannya. Abduh, melihat kondisi Mesir saat itu, cenderung mengharamkan poligami.

Pendapat yang pro berdalih “mengikuti sunah Rasul” atau “daripada berzina, mending menikah lagi”. Padahal sikap beristri lebih dari satu yang diterapkan Nabi adalah strategi meningkatkan kedudukan perempuan pada abad ke-7. Saat itu, status sosial perempuan, apalagi janda, begitu rendah, sehingga laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka.

Masalahnya, pendapat propoligami ini mendapat legitimasi dari negara. Ketentuan tersebut adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam pasal 3 ayat 2 disebutkan bahwa pengadilan dapat memberikan izin kepada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Padahal ayat sebelumnya (pasal 3 ayat 1) pada pokoknya menyatakan bahwa seorang laki-laki hanya boleh mempunyai seorang istri. Demikian pula seorang istri hanya boleh memiliki seorang suami. Di sini ada inkonsistensi. Ini memperlihatkan, dalam sebuah institusi perkawinan, posisi tawar perempuan lebih rendah dibanding laki-laki.

Selain mengunggulkan kaum laki-laki, fungsi istri dalam perkawinan hanya untuk melayani suami. Ini bisa terlihat dari alasan yang dapat dipakai oleh pengadilan agama untuk memberikan izin kepada suami buat melakukan poligami: istri cacat badan, tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri, dan tidak dapat melahirkan keturunan.

Prakteknya, syarat minta izin istri untuk menikah lagi juga jarang ditaati. Karena itulah poligami mestinya jangan ditambatkan semata sebagai urusan pribadi. Ini adalah persoalan sosial, perkara relasi kuasa yang timpang, masalah ketidakadilan atas kaum perempuan. Status poligami mendesak untuk direvisi kedudukannya. Beleid perkawinan yang pernah diputuskan dengan perdebatan sengit dan sarat kompromi itu pun mesti diamendemen.

Koran Tempo, Senin, 11 Desember 2006

44 Responses to “Kontroversi Poligami”


  1. 1 tina Desember 14, 2006 pukul 10:40 am

    Assalamu’alaikum……………wr.wb………..saya setuju saja asalkan para pria bisa berbuat adil kepada istri2nya dan sesuai dengn syariah islam,tapi klo poligami hanya untuk kepentingan biologis,mendingan jangan deh!!!!!!!!!!!daripada(maaf)nambahin dosa saja!!!saya dukung 100% teh ninik(yang sabar n ikhlasnya!!!!!!wassalam………

    • 2 Shalilah Juni 20, 2012 pukul 8:41 am

      @Tina : berarti kalo suami anda mau nikah lagi (mis. mantan pacar-nya dulu), setelah beberapa thn kemudian dia menikah lagi. Sesuai dgn jawaban setuju anda diatas, asalkan suami anda bisa berbuat adil kepada anda & istri2-nya yg lain….anda setuju dong ya….daripada suami anda nambahin dosa….

      Apa anda sbg wanita tdk merasa didiskriminasikan….?? Enak betul ya sbg seorang pria (contoh : suami anda), dgn dalih/alasan (hati org siapa tahu) “daripada nambahin dosa”, lalu kawin lagi (mis. ketemu dgn mantan pacarnya lalu jatuh cinta lg)…

      Saya sbg seorang suami yg sayang & setia sama istri saya, bukan seperti itu caranya “menghindar daripada nambahin dosa”, tetapi kita selalu mendekatkan diripada Tuhan, tiap hari berdoa, baca kitab suci & buku2 penuntun rohani lainnya, berkumpul dgn temen2 seiman yang saling membangun secara rohani, berdiskusi dgn ahli agama. Kalau kita terus melakukan itu setiap hari pasti Tuhan kasih jalan & penuntun, supaya kita tdk jatuh kedalam dosa.

      Bukan pembenaran sebagai laki2 dgn ber-poligami….kasihan sekali wanita muslim ya…..

  2. 3 Sang Kelana Desember 14, 2006 pukul 11:08 am

    Seorang tokoh yang dikenal sebagai da’i
    Dalam hal wanita ternyata Aa Gym nggak beda ama pelaku poligami pada umumnya. Mereka sama – sama berlindung di balik “Islam” ( islam dalam tanda petik ).

    Istri pertamanya tidak ikhlas. Itu terlihat jelas dalam wawancara di televisi. Demikian pula anak-anaknya. Mereka terpaksa ikhlas. Habis mau apa lagi.

    Kasihan istrinya. Memang masih banyak wanita yang merasa wajib menerima apapun perlakuan suaminya.

    Adalah jauh lebih baik bila Aa Gym secara gentle mengakui bahwa beliau terpaksa kawin lagi karena tidak bisa menahan nafsu cintanya melihat wanita lain tersebut.

    Ada yang bilang bahwa istri pertama Aa Gym sedang menerima cobaan dari Allah, jadi memang harus sabar dan ikhlas. Padahal yang disebut “cobaan” itu bukan hanya urusan kesabaran saja, tapi bisa nggak dia pakai akal-pikirannya untuk keluar dari masalahnya atau pasrah saja diiming-imingi surga versi suaminya.

    Keikhlasan, kesabaran, kemampuan memaafkan memang jalan menuju surga. Maka ketabrak becak pun, bila ikhlas, juga bisa masuk surga.

    Ada pula yang bilang bahwa Aa Gym menikah bukan karena hawa nafsu.
    Wah kalau Aa Gym menikah tanpa rasa cinta, lebih kacau lagi. Disebut apa orang yang berhubungan suami-istri tanpa rasa cinta ?

    Sebetulnya Aa Gym, secara samar, sudah mengakui keterbatasannya dengan menyebut kawin laginya itu sebagai “emergency exit”. Artinya dia tak mampu membendung hasrat egonya dengan melukai hati anak dan istrinya.

    “Jagalah hati, jangan kau nodai,” itu senandungnya. Sayangnya justru beliau sendiri tak mampu membendung hasrat hatinya hingga perlu “emergency exit”.

    Al Qur’an memang tidak secara gamblang melarang poligami, tapi dalam Al Qur’an surah An Nisaa (4) : 129 dinyatakan : “ Kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap para istrimu, walau kamu sangat ingin berbuat demikian”. Aa Gym harusnya tahu dan mampu menghayati ayat tersebut.

    Harus dibedakan antara masalah poligami dengan kasus Aa Gym. Poligami boleh-boleh saja, asal memenuhi syarat. Masalahnya Aa Gym tidak memenuhi syarat. Anak dan istrinya tidak ikhlas.

    Dalam wawancara di televisi, istri pertama aa Gym selalu berujar, “ do’akan saya, agar bisa ikhlas,…do’akan saya agar mampu menjalani hidup bersama Aa”. Itu artinya dia dalam kondisi tidak ikhlas. Istri Aa Gym tidak ikhlas. Tapi terpaksa ikhlas.

    Pada umumnya wanita yang mengizinkan suaminya kawin lagi (berpoligami), memiliki ciri-ciri :
    1. Tidak paham sepenuhnya ajaran Islam, khususnya tentang hak-hak seorang istri (wanita).
    2. Wanita yang tidak mandiri. Sangat tergantung pada sosok laki-laki.
    Ciri-ciri no 2 tersebut nampak jelas pada diri istri pertama Aa Gym. Ini Wajar: anak banyak dan ketergantungan financial.

    Orang sering bilang,”Daripada zina, lebih baik poligami.” Pertanyaannya : Mengapa poligami dibandingkan dengan zina yang jelas-jelas salah dan dosa ? Bandingkan donk poligami dengan monogami. Ini ibarat orang tua ditanya, mengapa pukul anaknya yang nakal, dan dia menjawab: “Daripada saya bunuh !”

    Pengertian adil itu apa ? Sama rata, sama rasa, sama-sama ?
    Kalau itu ukurannya, maka : nggak makan satu nggak makan semua, kelaparan satu kelaparan semua, itu sudah memenuhi kreteria adil. Tapi apakah rumah tangga macam ini membahagiakan.

    Para pria pelaku poligami harusnya dapat lebih secara jujur mengakui bahwa ia jatuh cinta lagi, bahwa ia mencintai dirinya sendiri, bahwa kadar cinta kepada anak dan istri pertamanya memang sudah berkurang. Ngaku gitu aja koq repot.

    Janganlah mengaku-ngaku karena Allah, sunnah rasul, ingin menolong, mengangkat derajat wanita. Kalau ingin menolong, ya tolong aja. Kenapa harus dikawini. Kalau mau angkat derajat wanita, ya angkat aja. Kenapa harus dikawini.

    Dan tentang rasul dan para nabi, mereka tidak dapat dijadikan ukuran. Mereka adalah orang-orang yang terjaga hati dan perbuatannya. Dan mereka hidup di zaman dengan tatanan sosial budaya yang berbeda dengan kita sekarang.

    Diperbolehkannya menikah sampai empat dalam Al Qur’an bertujuan pembatasan, karena pada masa Al Qur’an di turunkan masyarakat Arab hobby menikah sebanyak-banyaknya, hingga banyak istri dan anak-anak yang terlantar, nggak keurus.

    …..

    Jadi bukannya yang sudah monogami dianjurkan berpoligami. Pernikahan ideal adalah monogami. Namun bila jatuh cinta lagi dan nggak bisa tahan diri, boleh nikah lagi asal izin anak-istri, anak istri ikhlas (tidak melukai hati mereka) dan… ADIL !
    Tetapi patut direnungkan QS. An Nisaa (4) : 129 , yang menyatakan: “Kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap para istrimu, walau kamu sangat ingin berbuat demikian…”

  3. 4 dzakiyya Desember 20, 2006 pukul 8:42 pm

    Ass.wr.wb…Wahai kaum muslimin yang di rahmati Allah,patut kita cermati masalah umat,terutama yg berkaitan dgn poligami.poligami dlm hkm islm itu boleh.dlm s.An-nisa’:3 udh jelas,bukan diwajbkn,disunnahkan dan bkn pula hrs ditentang,apalgi diharamkan,sekali lagi hkmnya adlh boleh,”Nikahilah wanita2 yang kamu sukai dua,tiga,atau empat..”artinya entah itu niatnya karena menolong,cinta,atw kebutuhan seks,selama tdk diluar dr koridor syara’hukumnya adalh ‘BOLEH’.ADIL di dalm ayat itu adlh akibat bukan syarat,artinya stlah pria itu memiliki lbh dr 1 istri maka dia bs melakukuan apa yg dinamakan adil tersebut,dan adil disini adalah masalah nafkah dan menginap.bkn pd cinta dan kasih sayang sprt tercntum dlm s.An-nisa’:129 tsbt,krn RASULULLAH SAW membuat cemburu Aisyah krn Wanita yg plg dicintinya adlh KHADIJAH,artintya disini adlh rasa kecenderungan cinta dan kasih sayang thdp isteri yg satu dg yg lain itu boleh,jd yg d tuntut adil adlh mslah Nafkah dan Menginap.Memang poligami begitu Tabu dikalangan masy. sekarang tp cb lihat pornografi-pornoaksi,pacaran,FREE-SEKS,perselingkuhan,lokalisasi dsb…Dibiarkan???e..poligami DITENTANG…?!Dimana akal pikiran masyarakat sekarang trutama kaum Muslim???Pernikahan AAGYM adlh HALAL,mkn kt melihat byk pelaku poligami yang BROKEN HOME..jd kt teropinikan yg rusak2 saja,seharusya kt melihat keharmonisan Rumah Tangga Rasulullah SAW.Sehrsya yg disoroti itu bukan MONOGAMI atw POLIGAMInya tapi..Pelaku2nya itu…sudahkah menjalankan Bingkai Rumah Tangganya Menuju keluarga yang Sakinah,Mawadah,Warohmah Sesuai dg Al-qur’an dan tuntunan Rasulullah SAW???jika sudah I Allah pasti tidak akan ada ketimpangan2..jk suami dan 1 atw 2,3,dan 4 isteri melakukan hak dan kewajibannya msg2 sesuai dg aturan syara’.Oleh krena itu jagn egois deh..emang yg Ngatur jodoh itu siapa??Kita trutama wanita nih ye..hrs siap nikah,hamil,melahirkan,ditgl mati suami trus jd janda..n trus dipoligami apa sendirian..itu udh Qadho/keputusan Allah,Emangya siape kite???mau mempertahankan satu-satunya suami ktpun ga sanggup aplagi tgl di tempat bukan ciptaannya Allah,emg ada???Ihh…takut deh kt sbg umat muslim nentang hukumnya Allah..bukan cm POLIGAMI lho Ya??ok,terkhusus u wnita emg udh fitrahya kt ga mw diduain aplg d empatin,makanya klo orang itu taat pd Allah,I Allah dia bs berusaha untuk menerimanya,krn itu aturan Allah.Jadi,bg yang merasa muslim maka dia tdk boleh mewajibkan,menyunahkan,menentang apalagi mengharamkan POLIGAMI,tp POLIGAMI hukumnya adlah BOLEH.Brg siapa yg menentang POLIGAMI maka dia sudah menentang aturan Allah.Padahal..yang menentang Aturan Allah itu Biasanya orang yang KAFIR,MURTAD,dan MUSYRIK.Wallahu A’lam bish-showab…Maaf lahir batin.jazakumullah khiran jaza’..wass.

    • 5 JAYA Oktober 3, 2010 pukul 5:41 pm

      orang ini materialistik dan keduniawian.padahal pahamilah dengan jelas surat an nisa’ ayat 129..jelas ada kata’tidak mungkin berlaku adil, meskipun sangat ingin demikian’.Allah sudah menjelaskan inilah sifat dasariah manusia yang tertutup badan jasmanidimana tidak akan mampu berbuat adil yang lebih pada ADIL BATHIN, bukan materi.silahkan anda pelajari tafsir lebih dalam, jangan dibaca secara umum, karena ayat Al Qur’an itu implisit.

  4. 6 rhoy Desember 21, 2006 pukul 11:28 am

    Reply buat Dzakiyya

    DZAKIYYA WROTE:
    ADIL di dalm ayat itu adlh akibat bukan syarat,artinya stlah pria itu memiliki lbh dr 1 istri maka dia bs melakukuan apa yg dinamakan adil tersebut,dan adil disini adalah masalah nafkah dan menginap.bkn pd cinta dan kasih sayang sprt tercntum dlm s.An-nisa’:129 tsbt,krn RASULULLAH SAW membuat cemburu Aisyah krn Wanita yg plg dicintinya adlh KHADIJAH,artintya disini adlh rasa kecenderungan cinta dan kasih sayang thdp isteri yg satu dg yg lain itu boleh,jd yg d tuntut adil adlh mslah Nafkah dan Menginap.

    JAWAB:
    Aneh sekali anda menyatukan Khadijah dan Aisyah sebagai argumen bahwa keadilan yang dimaksud dalam poligami menurut ISlam adalah keadilan yang bersifat materiil.
    Saya sebut aneh adalah, bahwa kenyataan saat nabi memperistri Aisyah, Khadijah telah 4 tahun wafat. Biarpun nabi lebih mencintai Khadijah, tetapi beliau telah wafat. Statement ini sangat menggelikan untuk dimunculkan sebagai pendukungargumen anda.

    DZAKIYYA WROTE:
    Memang poligami begitu Tabu dikalangan masy. sekarang tp cb lihat pornografi-pornoaksi,pacaran,FREE-SEKS,perselingkuhan,lokalisasi dsb…Dibiarkan???e..poligami DITENTANG…?!Dimana akal pikiran masyarakat sekarang trutama kaum Muslim???

    JAWAB:
    Pertanyaannya adalah “dimana akal dan pikiran anda?”
    mengapa anda bersikeras mengkomparasi poligami dengan perzinahan? mengapa tidak dikomparasi juga dengan monogami? mengapa anda tidak mempertanyakan “mana lebih baik, setia atau tidak setia pada pasangan?” mengapa anda berkeras hanya membuat 2 pilihan antara poligami dan zinah? mengapa tidak disertakan juga pilihan ketiga yaitu, “tidak kedua-duanya (tidak poligami juga tidak berzinah)”

    Janganlah Agama Islam menjadi alasan untuk melegitimasi kaum laki-laki mengumbar nafsu syahwatnya. Islam adalah agama yang menyuruh manusia mengendalikan dan mengerem naluri pribadi yang dapat membawa kerusakan dan juga ketidak adilan terhadap alam dan makhluk lainnya.

  5. 7 fulan Desember 23, 2006 pukul 2:40 pm

    @ Dzakiyya,
    jidat gw mengkerut nih,…”…barangsiapa menentang poligami maka dia sudah menentang aturan Allah” … diakhiri dengan ” … kafir, murtad dan fasik …”
    Maaf, sudah tau apa belon sih, ta’rif (difinisi) …kafir. murtad dan fasik …?
    Trus mana tuh ada nash yang mengatakan: “…barangsiapa menentang poligami maka dia sudah menentang aturan Allah”.
    Bikin hujjah sendiri tapi menyebut Allah … bukankah Allah menyuruh kita “tafakkur”?…itu lho berfikir trus direnungkan tanpa ada “ghodob”…
    Dengan adanya beberapa wanita ber-argumen sejenis anda, saya jadi bertanya dalam hati, “saking pinternya yang doktrin apa saking pandainya anda”… Ngga kebayang gimana perasaan orang tua anda mendengar hujjah anda di atas…
    Saudari Dzakiyya:” jika suami anda berpoligami sementara anda punya buah hati hasil perkawinan, apakah anda benar-benar rela?” … lalu ketika anak anda di sekolah ditanya temennya:”ibu barumu cakep, suka belikan jajan ngga?” … apakah ketika mendengarnya, anda dengan ikhlas mengatakan:” … sudah fitrahny …”
    Maaf, ini diskusi untuk pencerahan, bukan untuk menang-menangan.
    Oya, saya seorang suami, tidak ada niat sedikitpun untuk poligami… saya menghormati “komitmen” kami, menghormati “harkat” istri, menghormati harkat anak-anak kami … rasanya itupun ajaran Allah.
    hormat saya
    f pambayun.

  6. 8 jaka Januari 3, 2007 pukul 1:07 am

    urus diri masing2 aja deh jgn banyak omong ntar ya mati juga, hati2 fenomena sekarang jd lahan pekerjaan dgn dalih memperjuangkan golongan tertentu

  7. 10 ankerzone Januari 3, 2007 pukul 1:01 pm

    mohon maaf sebelumnya, karena saya bukan muslim jadi ga ngerti terlalu banyak ttg ajaran Islam, tapi boleh comment kan?

    Kalo menurut saya, tanya hati nurani kita aja deh, apakah anda rela di madu? (ini buat yg cewek). Apakah anda cowok yg selingkuh? (ini buat yg cowok). Karena saya yakin sebelum seorang suami memutuskan untuk berpoligami, dia pasti sudah berhubungan dengan “calon” istri barunya, walaupun hubungan sebatas perasaan, jadi itu sudah pasti menyakiti hati istri yg sah, dan itu jelas-jelas salah (menurut saya).

    Di samping itu, di dunia ini semua manusia memiliki hak untuk bahagia, memiliki kedudukan yg sama di hadapan TUHAN, saya punya pertanyaan, mengapa hanya pria yg boleh punya istri lebih dari satu? Apakah seorang wanita boleh memiliki suami lebih dari satu? Saya rasa tidak ada pria yg mau… betul kan?

    terima kasih, mohon maaf jika ada yg kurang berkenan. Peace…

  8. 11 ipank Januari 3, 2007 pukul 3:31 pm

    gw setuju ma se jaka…….

    gak usah banyak omong…..
    yang penting kerjanya ja tong….
    gw gak suka banyak orang jadi sok puwenthinnxx….

    jangan sok pahlawan…
    kita bukan supermen, spiderman, etc………….

    sadar gak seh klow kita cuma dikibulin ma orang yang sok penting…..
    banyak masalah lain yang harus diduluin…….
    bangsa indonesia lagi kena banyak bencana besar……
    so, jangan kemaki dehhhhhhh……………

    bantuin dulu orang yang kena bencana tuhhhh……
    duwitnya jangan buwat rapat n sidang mulu……………

    salam buwat para pejabat n koruptor…..//////!!!!!!!!!!

  9. 12 bayu Januari 3, 2007 pukul 7:29 pm

    Indonesia memang biangnya jaman edan. Ada masalah kecil langsung dibikin kasus besar, tapi banyak kasus besar akhirnya malah makin hilang dari perhatian kita.

    Hati-hatilah dengan bangsa2 luar, siapa tahu bangsa kita memang dipersiapkan dengan sejumlah masalah, dan ketika bangsa tidak bisa mengatasi, lagi2 bangsa luar yang harus turun rangan. Mana dong gebrakan bangsa ini, masa dari hari ke hari malah makin menurun prestasi secara nasional. Bisa2 bangsa kita dijaha lagi nih.

    Oi bersatulah!

  10. 13 rajaiblis Maret 23, 2007 pukul 8:35 am

    halaaahhh …
    jangankan satu manusia dipake rame-rame …
    baju satu dipake gantian aja pada gak suka …

    wakakkakkaaaa …

  11. 14 Zorion Annas Juni 11, 2007 pukul 9:03 pm

    Poligami atas nama agama, membunuh juga atas nama agama. Kekerasan atas nama agama. Kenapa menjadi begini?

    Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara
    makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.

    Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan
    Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia adalah nenagar pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia). Orang-orang Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa.

    Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?

  12. 15 Jonet Danarto, Sragen Juni 11, 2007 pukul 11:06 pm

    Saya setuju aja dengan pendapat Zorion Annas. Cerdas

  13. 16 badboy Juli 4, 2007 pukul 11:03 am

    saya nggak setuju sama zorion annas, tidak cerdas dan otak udang… he he he, nyang dibahas poligami yang keluar adalah unek-unek kebencian sama umat Islam sama provokasi, hahaha jelas otak anda adalah otak udang zorokrion….

  14. 17 masromy Juli 10, 2007 pukul 11:09 am

    Buat: ankerzone
    Kalau kamu mau tahu kenapa hanya laki-laki yang boleh punya isteri empat sementara perempuan tidak boleh punya suami empat, maka belajarlah pada Tuhanku, Allow SWT. Nanti mau akan mengetahuinya.

    Bayangkan apa yang akan terjadi jika empat air mani masuk dalam satu rahimmu. Waktu jadi bayi, ini bayi siapa ? Ini hanya sedikit saja, kalau mau banyak belajar, belajarlah Islam, anda boleh tidak percaya, belajar saja kan gpp.

    Aku setuju ma badboy, Zorion Annas kok malah membahas Majapahit, orang jawa dll. Zorion Annas lagi bingung apa, wong membahas poligami kok, topiknya melenceng. Piye iki?
    Anda hanya memperlihatkan kebencian saja. Anda tidak membahas topik inti, POLIGAMI.

  15. 18 Zorion Annas Juli 20, 2007 pukul 10:15 am

    PERLAKUAN KASAR DIBENARKAN OLEH AL-QUR’AN

    masromy, bacalah kutipan surah an-Nisa ayat 34: “…Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka…”
    Ini jelas sekali bahwa, di lingkungan muslim, wanita adalah korban dari kekerasan fisik, penghinaan, pelecehan seksual. Semuanya itu dihalalkan oleh Al-Qur’an.

  16. 19 Zorion Annas Juli 20, 2007 pukul 10:17 am

    POLIGAMI = PELECEHAN WANITA

    Dalam al-Qur’an, ada ayat yang secara eksplisit membolehkan poligami: dua, tiga atau empat orang isteri. Ayat inilah yang selalu menjadi senjata pendukung poligami untuk membenarkannya menurut optik Islam.

    Potongan pertama “ayat poligami” di Qur’an, seakan menyusun tangga jumlah keutamaan pernikahan. Di mulai dari dua, tiga, lantas empat. Yang paling reflek ditangkap logika biasa: cobalah dua dulu; kalau masih berminat, bisa tiga; jika masih ada kemauan dan kemampuan, boleh nambah menjadi genap empat. Bahkan, sementara umat Islam, ada yang sampai hati menjumlahkan bilangan-bilangan yang disebut Tuhan di al-Quran tersebut. Dua plus tiga, plus empat, sehingga menghasilkan jumlah yang fantastis dan menguntungkan kecenderungan pernikahan seseorang. Perbedanaan pemahaman ini tidak lepas dari permasalah hermeneutika (cara tafsir) atas ayat al-Qur’an. Masalahnya adalah, apakah penyebutan dua, tiga, empat, lantas kemudian satu, menunjukkan yang disebut pertama lebih utama (afdlal) dari yang kemudian? Kalau itu dilihat sebagai urutan keutamaan, ya poligami menjadi pilihan.

    Yang sering terlupakan adalah kelanjutan “ayat poligami” ini. Justru, yang terlupakan inilah sebetulnya ruh ayat itu. Yaitu: masalah keadilan. Keadilan atas siapa? Tentu yang dimadu (perempuan). Dari sudut pandang siapa keadilan itu? Ya, jelas sudut pandang perempuan. Sebab, yang menjadi objek poligami adalah perempuan; yang makan hati dan tahu takaran keadilan poligomos adalah perempuan itu sendiri, utamanya yang dimadu (yang terlecehkan).

  17. 20 B Ali Juli 21, 2007 pukul 11:19 am

    Apakah Islam agama teroris? Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.

  18. 21 hatinurani21 Agustus 11, 2007 pukul 12:22 am

    5. MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?

    Pengantar
    Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
    Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)

    Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
    – Bs. Belanda selama 300 tahunan
    – Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
    – Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
    – Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
    – Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).

    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
    Gerilya Kebudayaan
    Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
    – Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
    – Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
    – Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
    – Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
    – Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
    – Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
    – Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
    – Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
    – Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
    – Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
    – Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
    – Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
    – Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).
    – Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
    – Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!
    – Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
    Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
    – Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
    – Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
    – Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
    – Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
    – Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
    – Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
    – Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
    – Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.

    Penutup

    Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.

    Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.

    Sumbangan dari Forum Religiositas Agama
    di Yogyakarta dan Bali

  19. 22 Solihin Januari 10, 2008 pukul 6:53 pm

    Assalaamu’alaikum.
    Saya sangat setuju dengan poligami.
    Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.
    Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.
    Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Rasulullah?
    Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.
    Wassalam

  20. 23 Ridwan Azari Januari 10, 2008 pukul 7:55 pm

    Saat ini, Indonesia mengalami krisis multi-dimensi. Sedangkan sebagian besar dari krisis ini disebabkan oleh agama.
    Agama Islam adalah agama dari rumpun Abrahamik seperti halnya Kristen dan Yahudi. Ketiga agama ini menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa.
    Penduduk Indonesia adalah 60% berada di Jawa. Jadi kekuatan ada di Jawa. Kalau orang jawa segera meninggalkan agama rumpun abrahamik dan kembali kepada Kepercayaan asli, maka sebagian besar dari krisis ini akan hilang dan Indonesia akan seketika sembuh dari krisis ini.
    Indonesia adalah negara besar, kaya dengan sumber alam. Indonesia tidak berhak mempunyai nasib yang sepuruk ini.

  21. 24 Ramli Rais Januari 12, 2008 pukul 1:31 am

    Assalaamu’alaikum.
    Saya menemukan posting yang sangat menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312
    Selamat membaca dan terima kasih,
    Wassalam

  22. 25 ishaputra Januari 15, 2008 pukul 5:24 pm

    Pemikiran Maju untuk Umat Muslim yg Moderat
    Pemikiran Ulil mengenai doktrin2 yg tidak perlu dalam Islam merupakan pemikiran yang baik. Sebuah sumbangan berharga bagi umat Islam yg selama ini terpasung oleh doktrin2 yg tidak relevan lagi dengan situasi Sosial Budaya saat ini. Jika kita kaji realitas saat ini, keterbelakangan umat Islam salah satunya krn doktrin2 yg dipaksakan kpd umat. Klaim kebenaran yg arogan justru akan merusak citra Islam sendiri. Wass

  23. 26 resist Maret 25, 2008 pukul 4:09 am

    Quran dulu dibuat waktu jaman perang. Ayat-ayatnya hanya berlaku untuk situasi saat itu.
    Cilakanya, orang-orang yang membuat ayat-ayat Quran itu tidak memikirkan bahwa kehidupan manusia dan tata sosial masyarakat selalu berubah.

    Hasilnya, disamping ayat-ayat Quran mengandung banyak kesalahan tata bahasa, ayat-ayat ini makin tidak relevan untuk kehidupan umat.

    Jadi musuh utama bagi Quran adalah WAKTU.

  24. 27 Zulfiki Bin Taha Maret 31, 2008 pukul 6:42 pm

    Mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat nasrani adalah haram.

    Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
    • makan mie instant => karena temuan oran Cina
    • memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
    • makan nasi => karena berasal dari Cina
    • memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangsa Kristiani
    • mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
    • menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
    • kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
    • naik haji => karena itu penyembahan berhala
    • menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
    • mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
    • sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
    • mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan merusak tempat-tempat ibadah umat lain, tapi mereka memakai pakaian tekstil dan mengendarai kendaraan bermotor? Sedangkan tekstil dan kendaraan bermotor adalah temuan dan teknologi bangsa Nasrani.

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan meledakkan bom untuk membunuh umat lain? Sedangkan bom itu adalah temuan orang Yahudi.

  25. 28 halim April 2, 2008 pukul 8:37 am

    Saya sebagai umat muslim jadi miris melihat tingkah laku para pemuka muslim yang mengharamkan dan menafikan kehadiran agama lain. Padahal sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk menegakan RUKUN ISLAM yang berisi lima perkara dan meyakini dan mengamalkan RUKUN IMAN yang terdiri dari 6 perkara. Dalam rukun Iman antara lain kita harus beriman kepada para Rasulullah dan juga kepada kitab2 Allah (Taurad, Zabur,Injil dan Al Qur’an).
    Lalu sekarang apakah dimata para pemuka Islam yang menafikan kehadiran agama lain selain Islam bahwa Nabi Isa As,Musa As,Daud As dan Ibrahim As serta para nabi pendahulu sampai ke nabi Adam As tidak diyakini dan diimani sehingga tidak perlu dihormati???
    Kalau perlu diyakini dan dihormati, lalu kenapa kaum muslim dilarang bahkan dianjurkan untuk antipati kepada umat agama lain yang nota benenya adalah umat2nya nabi Daud As,umat nabi Musa As,umat nabi Isa As???????
    Saya mohon kepada pembaca yang paham untuk membantu saya dan mungkin banyak umat muslim lain yang bingung melihat keadaan ini.

  26. 29 Zulfiki Bin Taha April 7, 2008 pukul 5:42 pm

    Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.

    Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.

    Resikonya adalah:
    Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.

    Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.

    Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.

  27. 30 Khairun Abubaker April 9, 2008 pukul 5:06 pm

    Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.

  28. 31 Khaled Elkasi April 26, 2008 pukul 2:16 am

    MUSUH ISLAM ADALAH ALQUR’AN

    Kita mengetahui bahwa tujuan memaluk suatu agama (agama apapun) adalah untuk membuat umatnya menjadi teguh batiniah. Kuat tak tergoncangkan.

    Sedangkan Alqur’an merupakan musuh yang paling berbahaya terhadap agama Islam. Alqur’an membelenggu umat muslim supaya menjadi lemah, mudah diadu-domba dan mudah dihasut.

    Buktinya, umat muslim saat ini sangat lemah. Melihat kartoon Nabi Muhammad saja sudah bingung kesurupan. Melihat kepercayaan-kepercayaan lain juga umat muslim menjadi sakit. Umat muslim mudah diadu-domba sehingga mengeluarkan fatwa-fatwa bringas, merusak tempat-tempat ibadah umat yang beragama lain, sweeping, dan melakukan kekerasan-kekerasan ala jaman kegelapan.

    Semuanya itu adalah hasil dari penghayatan Alqur’an. Alqur’an sedang melemahkan dan merusak jiwa dan prilaku umat muslim.

    Jadi musuh utama bagi Islam adalah Alqur’an.

  29. 32 bustanus Mei 10, 2008 pukul 2:28 pm

    Para pembeli buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bapak Dedi S.Panigoro/ Holding PT MEDCO GROUP,Eksplorasi Minyak dan Metanol
    Jl Ampera Raya no.20, Gedung MEDCO
    Jakarta Selatan
    Jumlah pemebelian : 50 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bapak. Cardiyan HIS
    President & CEO SWI Group
    Jl. Balai Pustaka Timur no. 13,
    Rawamangun, Jakarta Timur
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bpk Syarif Ubaidillah/Oebay/wartawamn Media Indonesia
    Jl Dewi Sartika no.18 Rt 01/RW 02,Gang Masjid Al Himmah
    ,Cipayung,Ciputat,Tangerang
    Jumlah pemebelian : 20 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bpk Anwar/PT. Indoglobal International(penjual alat security dan alat2 spionase intelijen )
    Komplek Taman Kebon Jeruk
    Blok AA IV No. 35
    Jakarta 11650
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Kepada Yth :
    Bpk Bpk Rizqi Andre/Dosen Tatanegara UPN Surabaya
    jalan penataran no.17 pacarkeling-surabaya-jawa timur.no.HP: +62081-793-300-09
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    Promosi Buku :SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN
    Kover Kover Belakang dan Depan Buku Pewayangan Kresna, Gatotkaca dan Kayon

    Tebal Buku: 110 halaman, Ukuran Buku : 15cm X 21 cm, Harga Buku : Rp 15.000,—
    Ringkasan Buku : Buku yang ada di hadapan Anda adalah sebuah Mozaik pertemuan tradisi – tradisi besar yang berkembang di Nusantara dan Dunia sebagai bentuk perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk ) serta kumpulan wisik ghoib yang diterima oleh sahabat-sahabat kita yang menekuni tasawuf tetapi dalam pencarianNya terhadap Tuhan yang transenden, mereka tetap concern dengan kondisi Sosial yang berkembang di Nusantara Indonesia. Dalam berbagai Kitab Suci disebutkan akan adanya suatu era Kemakmuran dan Keadilan yang datang menjelang akhir zaman, tanpa menyebut determinisme waktu hal itu akan terjadi. Tetapi cukup untuk memperingatkan kita bahwa ketika menghadapi kondisi sosial yang carut marut, semua insan mengharapkan adanya perubahan kondisi yang lebih baik dari saat ini. Sementara sumber daya Indonesia dijadikan ajang perebutan negara-negara lain, dan kita dibiarkan menjadi konsumen tanpa memiliki kemampuan mengolah dan mendapatkan nilai tambah. Buku ini akan memberi panduan dan jalan yang akan ditempuh untuk menggapai kondisi yang diinginkan tanpa mengesampingkan keberadaan elemen kebangsaan yang lain. Tetapi mengajak kita larut dalam dunia introspeksi dan kontemplasi untuk menjadi sumber inspirator bagi masyarakat Indonesia yang mampu membawa Indonesia menuju Mercu Suar Dunia. Sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan nasionalisme kebangsaan di tengah pergolakan era globlalisasi yang di dominasi oleh materialisme dan kapitalisme global. Semoga dengan selesai ditulisnya buku ini per 3 Maret 2008, Buku ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh kalangan untuk menggugah semangat keadilan, kebangsaan dan mendapatkan pencerahan yang sejati. Juga diambil hikmahnya untuk membangkitkan semangat spiritual di setiap agama dan meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai Indonesia mercu suar dunia. Buku ini berisi wisik ghoib yang diterima oleh Winasis mengenai Satrio Paningit dan kondisi Nusantara saat ini serta penjelasannya, juga berisi anjuran sikap yang mesti dilakukan oleh setiap orang di saat Nusantara ditimpa bencana bertubi-tubi. Munculnya bencana di nusantara dan masalah-masalah Kebangsaan yang tak dapat teratasi merupakan tanda-tanda munculnya Satrio Paningi. Kajian Ilmiah dan Rasional Tentang Hadits Kemunculan Imam Mahdi (simbol Negara Timur) dan Isa (simbol Negara Barat ) Siapapun Orangnya yang mempelajari Hadits munculnya imam Mahdi akan berkesimpulan datangnya ditandai dengan perang Internasional- terjadi Krisis BBM atau rebutan ladang Minyak- kasus Iraq, Afganistan, Iran dan ketika tiap orang yang di timur dapat berhubungan dan melihat apa yang terjadi di barat dengan sekejap mata- munculnya teknologi telekomunikasi 3G yaitu Wideband-CDMA-komunikasi suara dan tampilan layar sekaligus. Dalam kitabnya Joyoboyo disebut: Satrio Paningit bakal jumedul ana antarane mandura wetan (pulau Madura) lan manduro kulon ( desa Matokan, Kabuh, Jombang) , merupakan wilayah Jawa Timur. Tasawuf ideal adalah tasawuf berdasarkan universalitas keagamaan yaitu berdasarkan ajaran para nabi yaitu 124.000 nabi yang tersebar di berbagai suku bangsa di dunia denan inti akhlakul karimah, membela yang tertindas dan menegakkan prinip keadilan. Perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk. Dalam kitab Sutasoma karangan mpu Tantular.
    Daftar isi :Bab 1: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 2,Bab 2: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 1, Bab 3: Bumi Nusantara Menanti Bocah Angon,Bab 4: GORO-GORO INDONESIA.,Bab 5: Sumatera, Raja Jayanegara dan Diplomat Adityawarman, Bab 6: Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali, Bab 7: Pandangan Perspektif Geopolitik: Nusantara dan Majapahit, Bab 8: Siapakah Imam Muhammad bin Hasan Al Askari, Bab 9: Satrio Paningit : Antara Bima, Semar dan Saudara Kembar Baladewa dan Kresna, Jawa Timur: Mandura Wetan dan Manduro Kulon, Bab 10: Kajian Tafsir Huruf Muqota’ah dan Mulla Shadra : Pandangan Siti Jenar dan Husain ibnu Mansur al-Hallaj dalam Manunggaling Kawulo Gusti, Bab 11 Sholat dan Manunggaling Kawulo lan Gusti MaknaTerdalam Huruf Ba – Saripati Fateha, Bab 12: Islam , Pewayangan Jawa dan Langit Lima sebagai Cerminan Kondisi Nusantara, Bab 13 : Makna Pluralisme Dibalik Surat al Waqiah dan Surat Yasin, Bab 14 : Tokoh Sufi dalam Universalitas Keagamaan Bab 15: Musik Dalam Islam ,Yunani dan Hindhu, Bab 16: Ajaran Nabi Muhammad tentang mencapai Kun/ Ismul Adzhom/ Dhunatamak/ Nama Tak Tertulis Tuhan/ Irama Ilahi, Bab 17: Tasbih Para Malaikat Langit dan Semar Punokawan, Bab 18: Dialog antara Semar dan Rsi Drona, Bab 19 Rokaat Terakhir : Kunci akhir Al Waqi’ah/ Goro-Goro , Puisi Para Pencinta, Kajian Kebangsaan dari Poros Poros Langit dan Intelektual, Sarasehan Budaya Kembali ke Jati Diri Bangsa: Belajar dari Dinasti Majapahit.,Tentang Gajah Mada dan Desa Matokan, Kabuh, Jombang . Lintang Kemukus telah muncul makanya sholat dan Doa Pejuang Keadilan dan Kejayaan dilakukan untuk antisipasi saat ini dan menjelang 2012, sekilas tentang Syek Subaqir atau Muhammad al Baqir, Wirid Harian untuk Hajat dan Rizqi dari Syekh Subaqir.

    Referensi Pustaka :

    1. Insan Kamil, Syeikh Abdul Karim al Jaili, Pustaka Hikmah Perdana, 2005
    2. Bhagavad Gita as It Is, Sri Srimad A.C Bahktivedanta Swami Prabhupada, Hanuman Sakti, 2000
    3. Tafsir Nurul Quran, Allamah Kamal Faqih, Al Huda, 2006
    4. Hakekat Sholat, Imam Khomeini, Misbah, 2000
    5. Makrifat Ibadah,Sayid Haydar Amuli,Serambi, 2008
    6. Ensiklopedi Wayang Purwa, Drs Suwandono, Ditjen Kebudayaan Departemen P & K,
    7. Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Islam, Prof. Seyyed Hossein Nasr, Mizan, 2003
    8. Suluh Sant Mat, Maharaj Charan Singh,Yayasan Radha Soami Indonesia, 1996
    9. Tafsir Surat Yasin, Prof .Mohsin Qiraati, Cahaya, 2006
    10. Biografi Politik Ali Syari’ati, Prof.Ali Rahnema, Erlangga, 2000
    11. Ajaran dan Kehidupan Spiritual Ibnu ’Arabi, Stephen Hirtenstein, Murai Kencana, 2001
    12. Citra Bima, Drs. Woro Aryandini, Universitas Indonesia, 2000
    13. Kitab Negara Kertagama, Dr Bambang Pramudito, Gelombang Pasang, 2006
    14. Imam Mahdi, Proses Gerakan hingga Era Kebangkitan, Prof Ali al Kurani, Misbah, 2004
    15. website ,Sejarah Jambi
    16. Tafsir Sejarah Nagara Kretagama, Prof.Dr.Slamet Muljana, LKIS, 2006
    17. Acara lokakarya Shalat sebagai Mi’rajnya Orang-orang Beriman, 6 Oktober 2004, di Jakarta Islamic Center
    18. Husain bin Manshur al Hallaj, Prof. Louis Massignon, 2000, Serambi
    19. Manifestasi Ilahi, Mulla Shadra, Pustaka Hidayah, 2004
    20. Wisik-wisik Ghoib dari winasis Poros Langit dan Intelektual Independen yaitu kyai Turmudzi dkk
    21. Kitab Bait Joyoboyo, Raja Kediri,
    22. 14 Manusia Suci, Fatih Guven, 1996
    23. Majalah Cempala,Semar,1994
    24. Serat Siti Jenar, Tan Khoen Swie, Kediri,1922
    25. Website,Naqshabandi Haqqani, United state of America
    26. website, Atlantic Geology of Prof.Aryo Santos

    Untuk pembaca yang berminat mengikuti perkembangan Poros Langit dan Intelektual Independen atau memberikan saran pendapat dan komunikasi di dunia maya/ pemesan buku ini. Bisa menuliskan pendapatnya di website blog di internet dengan alamat dibawah ini:
    http:/poroslangit.blogdrive.com/archive/1.html
    Distributor Tunggal Buku :
    Info Pembelian Buku dapat dibeli di:
    Bustanus/Mimi Oktiva di Warnet Nusantara-Jayanegara, Jl. Jayanegara 11/17 Jombang-JawaTimur,
    Telp 0321 862137 atau sms/telpon di HP: 0818 08052575
    http:/poroslangit.blogdrive.com/archive/1.html

  30. 33 Rustan Zali Juni 2, 2008 pukul 1:49 pm

    LAGI-LAGI OKNUM POLISI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN

    Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.

    Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.

  31. 34 joko Agustus 14, 2008 pukul 6:48 pm

    orang jahil bicara tentang agama…..membingungkan!

  32. 35 Zulfikli Bin Taha Agustus 17, 2008 pukul 12:34 pm

    Poligami adalah aturan barbar. Akal-akalan laki-laki di Timur Tengah waktu jaman jahiliyah. Bagi orang yang pernah ke Timur Tengah baru bisa melihat budaya Arab yang sebenarnya. Kebudayaan Nusantara jauh lebih tinggi dan lebih luhur dari budaya Arab yang bejat itu.

    Di Eropah, seseorang yang marah dengan seorang temannya lazim berkata: “Kamu ini kerjanya seperti orang Arab saja.” Ini artinya bahwa temannya itu kerjanya jelek, tidak teratur, bodoh, lugu, dsb.

    Jadi kata “Arab” itu konotasinya bodoh, lugu, tidak teratur, bego, tidak tepat waktu, semrawutan, sembrono, naif, semrawutan, barbar dan hal-hal yang negatif lainnya.

    Sayangnya di Indonesia, kita saat ini kesurupan budaya Arab. Tidak mengherankan kenapa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multi-dimensi, dalam keadaan porak-poranda.

  33. 36 annisa Agustus 18, 2008 pukul 5:59 am

    Aa bisa menahan hawa nafsu, sayangnya si dede di bawah gak bisa diajak kompromi. Istri mudanya cuantik banget, kayak Sandra Dewi hanya lebih tinggi dan langsing (kalo si Sanders bujel). Salut deh sama Bu Ninih yang ikhlas merelakan dede suaminya ngecret di terowongan lain.

  34. 37 hamid September 9, 2008 pukul 9:29 pm

    Poligami itu dihalalkan oleh Alquran.

    Membaca Playboy dan nonto film porno pun dihalalkan oleh FPI.

    Habib Rizieq Shihab (pemimpin FPI) ternyata senang membaca majalah Playboy dan nonton VCD porno !
    Bagaimana dengan orang-orang MUI ??? Pastilah mereka lebih parah lagi dari Rizieq Shihab yang moralnya bobrok ini.

    Beginilah ulah dari orang-orang yang memekikkan nama Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang dangkal, artifisial, sekedar formalitas.

  35. 38 ikwan September 20, 2008 pukul 3:43 am

    Aa Gym
    menempuh jalan
    “ emergency exit ”
    ( mengikuti istilah yang beliau gunakan )

    Aa Gym mengambil jalan “emergency exit” ketika menikah yang kedua kali. Perumpamaannya adalah seperti di dalam gedung yang terbakar, pilihannya adalah berusaha memadamkan api atau cepat-cepat keluar lewat “emergency exit”.Memadamkan api hanya bisa dilakukan oleh seorang “fire fighter” terlatih, yang tindakannya tidak membuat situasi lebih beresiko.

    Mempersiapkan pemadam api yang portable, kecil dan ringan untuk mengendalikan “api” selagi masih kecil supaya jangan sampai menjadi kebakaran besar mungkin lebih mudah. Namun bila api muncul hingga membesar, membahayakan jiwa orang lain, maka tentu saja seorang “fire fighter” harus berusaha untuk memadamkannya, meskipun dengan jiwa dan raganya sendiri sebagai taruhannya.

    Semula, saya merasa bahwa beliau adalah satu diantara figur “fire fighter” sejati, dengan berbekal ilmu dan pengetahuannya, mampu menunjukkan, bahwa potensi munculnya “fire” pada materi, kedudukan dan lawan jenis sanggup ditaklukkan , mengorbankan “selera dunia dirinya“ untuk kepentingan umat.

    Ternyata “fire fighter” harapan saya ini kemudian memilih keluar lewat “emergency exit”, meskipun ditempat itu masih banyak yang harus dibantu, diselamatkan lewat perjuangannya, tidak serta merta langsung lari “menyelamatkan diri” meskipun tindakan ini juga boleh–boleh saja…..

  36. 39 yolex Februari 19, 2009 pukul 12:39 pm

    Masalah Poligami jangan dihubungkan dengan A’a Gym. Poligami adalah sebuah aturan dari Yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan kehidupan manusia itu sendiri.Tujuan manusia yang sebenarnya adalah akherat nanti. kehidupan dunia adalah “mampir minum” ikuti aja aturan yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa.
    mau poligami silahkan, mau tidak silahkan.

    Realita:
    1. Banyak perselingkuhan
    2. Banyak prostitusi
    3. Banyak situs-situs porno
    4. Banyak filem-filem porno
    5. Banyak suami-suami takut istri
    6. DSB

    itu adalah potret yang mencerminkan :
    1. Lelaki memang tak cukup satu (tidak semua tentunya)
    2. Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri
    3. Kebanyakan lelaki yang menikmati realita di atas tidak berpengetahuan agama yang baik. Atau Tahu agama (dikit) tapi tidak belum bisa memetik hasil dari agamanya. Alias tidak bisa menahan nafsu. Dalam suatu hadits yang pernah saya baca kurag lebih begini isinya “barang siapa yang bisa menjaga 2 kaki, maka Alloh akan mejamin orang tersebut masuk surga”.
    Tapi susah sekali dipraktekkan kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Alloh Subhanahuwa ta’ala

    Solusi:
    1. Poligami
    2. Belajar Agama yang benar dari para ulama yang benar

    • 40 JAYA Oktober 3, 2010 pukul 5:59 pm

      Allah itu maha adil tapi dimana letak keadilan ketika seorang suami dengan gembor gembor ayat ayat al qur’an mengatakan poligami boleh dalam agama, tapi istri menjadi sakit dengan gembar gembor semacam itu. DIMANA LETAK KEADILAN ALLAH??.TENYTA..jika dipelajari dengan benar dan seksama, asbabun nuzulnya turunnya suatu ayat tidak karena urusan laki-laki, tapi urusan sosial (makanya banyak belajar sejarah…..).tapi, edannya banyak oknum tak bertanggungjwab membawa nama agama dan ayat@ suci ketika hendak memuaskan nafsu syahwat, lalu dimana letak kejernihan ruhiyah manusia yang seharusnya memerangi nafsu diantaranya yang nafsu syahwat…BUKANNYA BANYAK CARA LAIN UNTUK MENEKAN KEINGINAN TIDAK BATHINIAH INI, dengan banyak sholat, dzikir, puasa, aktifitas sosial yang bermanfaat. Kenapa harus disalurkan dengan membawa bawa nama agama..MIRIS SEKALI..!!!.dan apa sudah menjamin pria poligami sudah tidak lirik lirik atau selingkuh sana sini,SIFAT MANUSIA TIDAKLAH AKAN PUAS… dan jika tidak berusaha dari diri pribadi bagaimana bisa menekan keinginan yang merusak ibadah bathiniah itu…..POLIGAMI bukanlah solusi pribadi TAPI SOLUSI SOSIAL PADA WAKTU TURUNNYA AYAT TERSEBUT.

  37. 41 Anwar N. April 4, 2009 pukul 3:39 pm

    BERAPAKAH TINGGI BADAN NABI MUHAMMAD SAW ?

    Buat teman-teman yang ahli matematika. Saya perlu bantuan dari kalian.

    Saya mau mengetahui tinggi badan Rossul SAW waktu berumur 54 tahun (waktu beliau menikahi Aysiah yang berumur 9 tahun). Rossul SAW lahir sekitar 1500 tahun yang lalu.

    Kita mengetahui bahwa semakin tahun, tubuh manusia semakin tinggi. Seorang anak yang menginjak umur dewasa selalu lebih tinggi tubuhnya dari ayahnya sekitar 5 sampai 10 cm. Sedangkan, perbadaan umur antara anak dan ayah adalah sekitar 25 – 30 tahun.

    Ambillah sebuah patokan yang minimal bahwa seorang anak selalu lebih tinggi dari ayahnya paling tidak 2 cm. Sedangkan perbedaan umur antara anak dan ayah, kita ambil patokan 30 tahun.

    Saat ini: Tinggi badan orang dewasa di daerah Timur Tengah (Arab), kita ambil patokan 180 cm.

    Kalau dilihat dari patokan-patokan di atas, berarti tubuh manusia bertambah tinggi minimal 2 cm setiap 30 tahun.

    Sedangkan kita mengetahui bahwa Rossul SAW lahir 1500 tahun yang lalu.

    Selisih ukuran badan Rossul SAW adalah (1500 dibagi 30 ), kemudian hasilnya dikalikan 2 cm. Hasilnya adalah 100 cm (lebih pendek dari sekarang).

    Kalau rata-rata orang dewasa di Timur Tengah mempunyai tubuh setinggi 180 cm, maka tinggi tubuh Rossul SAW pada saat itu adalah (180 cm dikurangi 100 cm) = 80 cm.

    Jadi Rossul SAW mempunyai tubuh setinggi 80 cm.

    Berarti kita yakin bahwa, pada saat itu (1500 tahun yang lalu), Rossul Nabi Muhammad SAW berukuran badan sangat pendek, yaitu sekitar 80 cm.

  38. 42 bijax April 9, 2009 pukul 12:13 am

    sebenarnya yang ‘satu’ itu tidak hanya untuk TUHAN tapi juga untuk ‘istri’.
    disanalah makna ‘satu’ itu sebenarnya. Coba dilakukan dan diterapka, pasti dunia aman…
    Karena tidak pernah ada kedamaian apabila beristri lebih dari satu, yang ada hanya air mata, ceceran darah dan penderitaan.

    • 43 JAYA Oktober 3, 2010 pukul 6:04 pm

      indah sekali pendapat ini.keadilan lebih bersifat bathin dan manusia tidak bisa mengukurnya.Manusia diciptakan mempunyai 2 tangan, 2 kaki, 2 mata, 2 lubang hidung, dan 2 lubang telinga, kenapa tidak 3,4.Inilah makna DUA atau SEPASANG. maka lebih enak gerak gerik manusia dan tidak semrawut.Bukankah lebih indah jika hanya sepasang suami istri, bukan suami dengan istri istri,atau istri dengan suami suami. SAYA JAMIN AKAN SEMRAWUT.

  39. 44 israf September 28, 2011 pukul 1:52 pm

    Astagfirullah Hal Azhim…..wahai akhi dan ukhti fillah…dengan membaca sedemikian banyak komentar diatas maka saya ingin menyadarkan kita semua akan bahaya infiltrasi kaum musyrik, munafik, nasrani dan yahudi….ingatlah wahai saudaraku mereka akan selalu mencari akan kelemahan ISLAM samapai kita hancur….banyak komentar diatas yang saya yakin bukan muslim walaupun memakai namanya muslim untuk itu marilah kita eratkan ukhuwah islamiah kita….

    Untuk setiap perkara maka marilah kita kembali kepada QURAN dan HADITS, termasuk perkara POLIGAMI.. kita kembalikan saja kepada Dua wasiat itu.
    BUkankah dalam alQuran sudah jelas bahwa dibolehkan untuk berpoligami…banyak dampak dari itu antara lain …:

    JUMLAH LAKI LAKI LEBIH BANYAK DARI JUMLAH PEREMPUAN
    Fenomena yang telah di gambarkan oleh Rasulullah dan telah terjadi saat ini bahwa Laki Laki lebih banyak dari jumlah perempuan sehingga jika monogami saja, maka akan banyak wanita yang tidak kawin…sementara fitrah manusia termasuk wanita yaitu sex adalah sesuatu yang harus disalurkan tentunya melalui cara cara yang halal….
    ALLAH tentu sangat tau akan fitrah itu, makanya dalam islam NIKAH itu wajib hukumnya bagi yang telah mampu….ini membuktikan bahwa ISLAM adalah agama yang sempurna dan berasal dari ALLAH yang maha tahu akan kebutuhan manusia yang juga hasil ciptaannya, dan jika ada agama yang melarang untuk menikah maka tentu agama tersebut bukan dari TUHAN karena bertentangan dengan fitrah manusia yang butuh akan penyaluran nafsu sexnya. sehingga banyak pula pemuka agama lain yang dilarang nikah oleh agamanya memang tidak nikah tapi pasti tetap menyalurkan hasrat sexnya dengan pelacur pelacur atau wanita bayaran…..he he he

    Fenomena sekarang ini akibat monogami saja maka kelebihan perempuan tersebut terpaksa tidak nikah tetapi mencari jalan lain pemuasan nafsu sexnya ya dengan cara …menggoda suami orang….menjadi pelacur…free sex…dll ynag tentunya dampaknya sangat besar
    Tidak miriskah kita dengan banyaknya pelacur pelacur perempuan yang ada sekarang ini…? yang kadang kadang bukan lagi dikarenakan oleh tekanan ekonomi tetapi lebih ke pemenuhan kebuthan hasrat sex nya…

    KepaDA pEREMPUAN ….marilah kita melihat dengan kacamata umat….jangan dengan kacamata egoisme pribadi….

    dengan POLIGAMI ada beberapa hal yang berdampak baik buat umat …antara lain :

    1. dengan adanya poligami maka jumlah UMMAT akan semakin banyak…bukankah Nabi kita akan bangga dengan jumlah kita yang banyak di yaumil akhir nanti…?
    dan dengan UMMAT yang banyak pula kita siap menghadapi jika suatu waktu para NASRANI dan YAHUDI itu membuat perang terbuka dengan kita…

    POLIGAMI adalah sarana dan alat….jadi tergantung bagi siapa yang menggunakannya…seperti halnya pisau yang diperuntukkan untuk keperluan rumah tangga banyak manfaatnya..tetapi oleh orang yang tidak benar digunakanlah pisau itu untuk membunuh orang…yang kita harus lakukan adalah orang yang menggunakan pisau untuk membunuh itu yang kita cegah bukan piasunya yang kita musnahkan…..

    ADil bukan berarti sama…..memang kita tidak mungkin bersikap adil…karena yang maha adil itu hanya ALLAH SWT,,,tapi bukan berarti POLIGAMI tidak dibolehkan….mohon penafsirannya diluruskan….kita sebagai manusia semaksimal mungkin berusaha bersikap mendekati keadilan…..

    terlepas dari itu semua, POLIGAMI adalah sesuatu yang dianjurkan oleh agama, sehingga wajib kita yakini bahwa banyak manfaat didalamnya, hanya kita manusia sangat terbatas pengetahuannya dalam melihat manfaat itu..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,228 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: