Memberantas Korupsi Berat!

Memberantas korupsi amatlah berat. Pendapat itu diperkuat oleh hasil survei Global Corrupt Barometer yang disiarkan Transparancy International Indonesia. Dari 160 negara yang disurvei, Indonesia di urutan ke-130. Rekan-rekan kita bukan lagi negara Asia, tetapi negara-negara Afrika yang amat ketinggalan.

Bagi Indonesia, tingkat korupsi di atas angka 4 (tertinggi angka 5) untuk tahun 2006 ialah lembaga DPR, peradilan, polisi, partai politik, perizinan/registrasi, 3,5.

Membaca nama lembaga-lembaga itu, kecut dan kecillah hati kita. Praktik korupsi tetap bertahan pada lembaga wewenangnya justru berhubungan dengan tindakan hukum. Praktik korupsi justru semakin menghinggapi lembaga yang merupakan sendi demokrasi, yakni DPR dan partai politik. Ini tantangan dan pekerjaan rumah amat serius untuk pemerintah dan kita.

Tentang DPR dan parpol, sinyalnya sudah kita ingatkan. Demokrasi bekerja lewat partai. Membangun dan memelihara partai apalagi membesarkannya perlu biaya. Dari mana dana diperoleh? Andaikata dari warga beruang dan pengusaha, apakah diberikan tanpa quid pro quo, beri apa dapat apa. Berbagai isyarat dan petunjuk kecil sudah mulai tampak. Jumlah partai sementara itu bertambah bukan berkurang. Sinyal korupsi oleh DPR segaris dengan sinyal korupsi di partai. Namun sosok, kesan, dan pengaruhnya lebih fatal. Karena lembaga itu mewakili rakyat. Lembaga itu mempunyai berbagai wewenang dan kekuasaan dalam bidang pembuatan undang-undang, hak budget, hak kontrol. Padahal, justru kekuasaan itulah yang merupakan sumber korupsi.

Kondisi ini serba dilematis. Amat jelas kita menentang, tetapi jalan keluarnya belum tampak nyata. Semua pihak sudah mulai cemas, bagaimana mengendalikan keadaan dan suasana itu menjelang pemilu.

Bahwa peradilan dan polisi masuk daftar, tentu karena kedua lembaga itu juga memiliki kekuasaan dan wewenang. Menjadi ironis dan tragis karena fungsi kekuasaan dan wewenang itu justru untuk melindungi warga dan masyarakat dari pelanggaran hukum dan pelanggaran hak-haknya. Hasil survei menunjukkan, belumlah terjadi perubahan yang signifikan apalagi yang menentukan dalam reformasi tentang posisi serta fungsi segala sosok dan bentuk kekuasaan pada lembaga-lembaga negara, eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Ini masalah pemerintah, tentu saja. Tetapi sekaligus masalah kita bersama. Pemerintah merupakan penggerak dan pelaksananya sesuai dengan posisi serta fungsinya. Lebih rumit dan sulit karena justru pemerintah dalam sistem demokrasi jika tidak tergantung toh berinteraksi dengan parpol dan parlemen.

Politik bukanlah the art of the impossible, melainkan the art of the possible, bukan yang tidak mungkin, tetapi yang mungkin. Jalan dan sikap yang memungkinkan sesuai dengan hukum politik sebagai the art of the possible adalah sikap dan langkah serentak. Langkah pemberantasan korupsi yang konsisten, adil, sehingga tidak memberikan indikator dan kesan “tebang pilih serta langkah memperbaiki perikehidupan rakyat banyak dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya.

Kompas, Senin, 11 Desember 2006

Iklan

0 Responses to “Memberantas Korupsi Berat!”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,207 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: