Selamat untuk Masyarakat Aceh

Ucapan selamat, pertama sekali, harus kita sampaikan kepada masyarakat Aceh. Mereka berhasil melalui momentum penting dengan memilih para kepala daerah dalam suasana damai. Mereka juga menentukan pilihan atas gubernur sekaligus wali kota dan bupati secara serentak, pengalaman pertama di negeri kita.

Bagi sebuah wilayah yang baru saja pulih dari pertikaian, Aceh menunjukkan prestasi besar lewat pilkada ini. Angka partisipasi, jika mengacu pada survei LSI, yang mencapai 78 persen, pun memperlihatkan antusiasme warga untuk menentukan sikap politik. Angka ini kira-kira setara dengan partisipasi nasional pemilu presiden dan legislatif, dan melampaui angka partisipasi pilkada di sejumlah daerah lain.

Apresiasi datang dari seluruh dunia. Sekjen PBB, Kofi Annan, misalnya, mengungkapkan kegembiraan atas lancarnya proses pilkada tersebut dan berharap semua pihak menghormati hasilnya. Ia percaya pemilihan tersebut akan menjadi jalan bagi pembangunan Aceh yang aman dan sejahtera dalam kerangka Indonesia yang bersatu.

Ucapan selamat berikutnya untuk para kandidat yang–diperkirakan–akan terpilih. Kita tak perlu meributkan mereka berasal dari kelompok mana; dari parpol, jalur independen, mantan GAM, dan sebagainya. Mereka adalah peserta pilkada yang ketentuannya sudah kita sepakati bersama dan tentu akan bekerja dalam kerangka Undang-undang Pemerintah Aceh dan Kesepakatan Damai Helsinki.

Kemenangan sejumlah mantan petinggi GAM tak semestinya ditanggapi dengan kecemasan. Pilkada pada Senin lalu justru memberi kita suara jujur tentang keinginan masyarakat Aceh. Bagi pemerintah pusat, pilkada tersebut dapat menjadi panduan tentang aspirasi di level daerah yang mungkin tak sesuai dengan asumsi mereka selama ini.

Bahwa beberapa calon yang berakarkan GAM menang, dapat kita baca dengan tulus sebagai suara rakyat Aceh yang mengharapkan pembaruan, setelah puluhan tahun mereka merasakan atmosfer Aceh yang ”terlalu Jakarta”. Kemenangan itu sama sekali bukan aspirasi pemisahan diri.

Sejak Kesepakatan Helsinki berjalan, kita menyaksikan masyarakat Aceh hidup dalam suasana yang semestinya; mereka bisa ke pasar dengan tenang, belajar di sekolah, berkumpul di kedai hingga malam, mencari nafkah, atau sekadar jalan-jalan sore. Tak ada beda antara mereka dengan warga lain negeri ini yang lebih dulu menikmati suasana damai.

Makna huruf ”M” pada kata GAM pun tak relevan lagi. Intinya adalah kesejahteraan, lahir dan batin, bukan soal pemisahan diri. Andai pilkada pekan ini–sebagaimana Kesepakatan Helsinki–membuka jalan lebih lebar bagi cita-cita tersebut, maka masyarakat Aceh akan akan menjalani hasilnya bersama bagian lain negeri ini, seperti telah mereka tunjukkan pascakesepakatan damai.

Dalam kerangka berpikir demikian, kita berharap bisa lebih jernih tentang sejumlah hal yang masih menjadi ganjalan bagi kelompok mantan GAM. Katakanlah, dalam hal UU Pemerintahan Aceh, kita tak perlu reaktif atas aspirasi revisi. Namun demikian, Irwandi Yusuf, kandidat gubernur yang diperkirakan menang yang juga anggota tim revisi ini, pun kita harapkan dapat jernih membaca inti aspirasi masyarakatnya. Ini saat bagi siapapun yang terpilih di Aceh untuk bekerja keras, bukan berpesta merayakan kemenangan.

Republika, Rabu, 13 Desember 2006

Iklan

0 Responses to “Selamat untuk Masyarakat Aceh”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,910 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: