Beras Mahal, Salah Siapa?

Pekan ini pemerintah sibuk merencanakan operasi pasar.

Pasalnya, harga beras di tingkat pembelian masyarakat meningkat sampai mencapai 5 persen dari harga normal. Kebanyakan harga yang mengalami lonjakan terjadi di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera.

Terang saja, sebagaimana sudah dibuktikan sendiri oleh inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan, masyarakat kesulitan. Amat kesulitan malah. Sebab sebelumnya masyarakat sudah didera oleh persoalan serius karena kesulitan mendapatkan minyak tanah. Kini bahan pokok menjadi persoalan baru.

Implikasi serius dari naiknya harga beras bukan hanya pada persoalan mikro. Harga beras yang melonjak akan memicu inflasi, padahal kini sedang stabil. Bulan lalu, BPS sudah mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya ekonomi kita tidak lagi overheated, karena inflasi bisa diredam sampai cuma satu digit. Kalau inflasi naik lagi, itu pertanda bahwa stabilitas nasional akan terganggu.

Belum lagi bahwa masalah beras adalah indikator yang digunakan untuk urusan kesejahteraan. Pemerintah menggunakan pasokan beras dalam menilai tingkat dan derajat kesehatan masyarakat termasuk dalam memperhitungkan kemiskinan di level rumah tangga.

Jadi wajar saja kemudian kalau masalah beras ini direspon dengan amat cepat. Sayangnya, secepat apapun masalah, selalu saja pemerintah memang terlambat. Termasuk dalam masalah kenaikan harga beras tadi.

Gagalnya panen petani sebenarnya sudah bisa ditebak akan menyebabkan masalah. Stok beras nasional belum berada dalam batas aman, sehingga pemerintah beberapa bulan lalu sudah memutuskan untuk menambah stok beras dalam batas aman. Namun ternyata ketersediaan beras nasional tidak memperkirakan kebutuhan akibat gagalnya panen di sejumlah daerah.

Masalah lain adalah bahwa daerah memang turut memberikan andil dalam melaporkan keadaan ini. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Perdagangan, banyak daerah justru mengambil sikap diam atas masalah yang dialaminya. Padahal kelaparan yang terjadi di Yahukimo, Papua misalnya adalah karena keteledoran aparat pemerintah daerah. Mereka tidak menjadikan masalah kelaparan sebagai masalah terbuka, sehingga menyebabkan tragedi kemanusiaan.

Hal lain yang gagal diantisipasi oleh pemerintah adalah bahwa masalah kenaikan beras akan berhubungan erat dengan permintaan. Pemerintah seolah tidak memiliki pengalaman bahwa bulan ini adalah Desember. Setelah Natal, maka Tahun Baru 2007 akan disusul oleh perayaan Hari Raya Idul Adha. Kebutuhan masyarakat akan bahan pokok pastilah akan meningkat secara signifikan.

Kemampuan pemerintah dalam menganalisis masalah dan mengantisipasi keadaan darurat memang sangat lemah. Padahal pemerintah memiliki lumbung beras yang dicadangkan oleh Bulog. Dalam pantauan kita, kenaikan harga beras sebenarnya jauh-jauh hari seharusnya sudah diantisipasi. Sekarang ini keadaan sudah dipenuhi oleh para spekulan yang jelas saja ingin mendapatkan keuntungan. Belum lagi prediksi beberapa pihak bahwa ada oknum pemerintah yang memang dengan sengaja mempermainkan keadaan demi kepentingan tertentu.

Pemerintah seharusnya memperkuat profesionalisme dalam menangani masalah kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah, jika benar akan melakukan operasi pasar, harus benar-benar pada sentra di mana kenaikan harga benar-benar telah mengancam kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah yang belum juga waspada pada keadaan ini harus ditekan supaya mereka lebih perduli pada keadaan masyarakatnya. (***)

 

Sinar Indonesia Baru, Dec 15, 2006

 

0 Responses to “Beras Mahal, Salah Siapa?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,023 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: