Genderang Perang terhadap Narkoba

Tewasnya biduanita Alda Risma Elfariani, yang pernah ngetop dengan hit Aku Tak Biasa, Selasa malam lalu makin membuka mata kita betapa narkoba masih menjadi ancaman serius di sekitar kita. Apalagi kalau dugaan Dr. Abdul Mun’im Idris, ahli forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, benar: Alda tewas tidak hanya akibat kelebihan takaran (overdosis) saat mengkonsumsi narkoba, tapi ada kemungkinan dia dibunuh.
Jejak kematian penyanyi berusia 24 tahun itu memang mencurigakan. Ketika jenazahnya diotopsi, ditemukan 25 bekas suntikan yang bikin lebam-lebam lengannya. Di dalam darahnya terkandung amfetamin dan metamfetamin. Selain itu, terdapat titik-titik bekas suntikan yang tidak mungkin dilakukan Alda, atau diistilahkan hot shot, yaitu memasukkan zat ke tubuh dengan banyak suntikan. Suntikan mematikan ini tentu bukan dilakukan oleh orang yang “tak biasa”, melainkan oleh yang “sudah terbiasa” menghadapi pecandu.
Pola kematian seperti ini biasa ditemukan pada korban overdosis. Pernyataan Mun’im berikutnya makin gawat: pelakunya merupakan kelompok lama yang sudah memiliki jaringan kuat dan piawai melakukan hot shot. Sudah menjadi tradisi mereka, jika ada seseorang yang ingin berhenti, biasanya dia dipaksa untuk mengkonsumsi narkoba sebanyak-banyaknya. Tentu saja dugaan ini masih perlu diperkuat hasil pemeriksaan darah dan urine Alda.
Masalahnya, pengguna narkoba dengan jarum suntik (IDU–injecting drug user) merupakan salah satu faktor penyebab ledakan epidemi HIV/AIDS. Mereka sulit dideteksi. Jika diasumsikan ada sekitar 1,365 juta orang pecandu narkoba, diperkirakan 60 persennya IDU–sebagaimana Alda. Dari jumlah itu, andai saja 70 persennya menggunakan jarum suntik bergantian, bisa dibayangkan berapa banyak pecandu yang mengidap HIV/AIDS. Mereka perlu pendamping untuk memberikan penyuluhan tentang dampak buruk narkoba. Bukankah mereka korban yang mesti diselamatkan?
Selebihnya, genderang perang terhadap narkoba harus terus ditabuh. Kampanye dan gerakan anti-obat-obatan haram dan jarum neraka itu tak boleh dilakukan dengan semangat hangat-hangat tahi ayam. Apalagi sudah menjadi rahasia umum betapa peredaran narkoba ini makin mengkhawatirkan. Di seluruh Tanah Air, menurut data yang diungkap Sekretaris Pelaksana Badan Narkotika Nasional Pranowo Dahlan, hingga Oktober tahun ini, kasus narkoba mencapai 8.406.
Yang bikin kaget, urutan pertama pengguna narkoba bukanlah kalangan artis dan selebritas, melainkan justru pelajar. Pelajar yang ngedrug mencapai lebih dari 15 ribu siswa. Target yang jadi sasaran empuk narkoba ternyata tak mengenal batas wilayah, jenis kelamin, status sosial, usia, pangkat, dan jabatan. Data statistik kematiannya juga gawat: setiap hari ada 40 orang meninggal akibat dampak narkoba. Artinya, selain kematian Alda, pada Selasa lalu itu, ada puluhan angka kematian akibat narkoba.

Koran Tempo, Sabtu, 16 Desember 2006

2 Responses to “Genderang Perang terhadap Narkoba”


  1. 1 huda Desember 18, 2006 pukul 3:01 pm

    PERANGI TERUS PENGEDARNYA

  2. 2 Fadholi Desember 21, 2006 pukul 4:33 pm

    sungguh saya prihatin atas merebaknya peredaran narkoba dan sejenisnya di Indonesian akhir-akhir ini.

    banyak hal yg mempengaruhi peredarannya di Indonesia al:penegakan hukum yang mandul dan tebang pilih, banyak penegak hukum atau petugas yg haus duit dan tak bermoral, yg semuanya itu hanya tergiur kehidupan dunia, mereka lupa bahwa semua tindakan harus dipertanggungkan dihadapan Alloh.

    solusinya adalah: tegakkan keadilan dan hukum mati pelakunya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 779,655 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: