Implementasi MoU Helsinki di Aceh

Pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung baru saja terlaksana di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Secara umum, proses pilkada yang baru pertama kalinya digelar di tanah rencong ini, berlangsung aman, damai dan tertib. Meskipun ada beberapa insiden menjelang pilkada atau pada saat berlangsungnya pemungutan suara, namun hal itu tidaklah terlalu mengurangi kesuksesan secara umum dari pilkada di Aceh.

Pilkada ini sendiri selain akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh ke depan, juga akan memilih Walikota/Bupati di daerah. Sementara sampai saat ini, untuk posisi calon Gubernur dan Wakil Gubernur, pasangan dari jalur independen yaitu Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar, masih mengungguli pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya.

Terlepas dari kesuksesan penyelenggaraan pilkada Aceh saat ini, yang perlu juga diperhatikan masyarakat luas adalah, bahwa proses pilkada di Aceh merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di Helsinki, beberapa waktu yang lalu.
Dari sekian banyaknya butir kesepakatan yang dihasilkan dari MoU ini, paling tidak jika dilihat dari sudut pandang kesepakatan politik, ada tiga hal yang harus segera direalisasikan pasca MoU tersebut. Pertama, perlucutan segala jenis senjata yang dimiliki oleh Tentara Neugara Aceh (TNA) dan pengurangan personel TNI/Polri di Aceh. Melalui Misi Pemantau Aceh atau AMM, telah dilaksanakan penarikan dan penghancuran senjata yang dimiliki oleh tentara GAM. Masih juga melalui AMM, penarikan jumlah personel TNI/Polri juga telah dilakukan. Tak kurang dari sekitar 14.700 pasukan TNI dan sekitar 9.100 anggota polisi telah keluar dari Aceh.

Kedua, yaitu penyusunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UU PA). Butir kesepakatan ini berisikan bahwa pasca penandatanganan MoU antara kedua belah pihak, maka Aceh akan mempunyai peraturan perundang-undangan tersendiri yang mengatur Aceh secara khusus. Meskipun pada waktu proses pembuatan UU PA ini, mendapat banyak penolakan dari beberapa elemen di Aceh, kita berharap segala permasalahan yang selama ini terjadi antara Aceh dan Pemerintah RI, akan diakomodasi penyelesaiannya melalui UU PA ini.

Ketiga, yaitu pelaksanaan pilkada secara serentak untuk memilih Gubernur-Wakil Gubernur di tingkat propinsi dan memilih Walikota/Bupati di tingkat kota/kabupaten. Jika dua hal yang telah disebutkan diatas telah terlaksana jauh-jauh hari, maka kesepakatan politik ketiga ini baru saja berlangsung di Aceh. Dan akan segera diketahui hasilnya pada tanggal 2 Januari 2007 mendatang. Proses pilkada ini sendiri selain diikuti oleh pasangan yang berasal dari partai politik (parpol), juga terdapat beberapa pasangan yang berasal dari jalur independen.

Sebenarnya masih banyak butir kesepakatan lainnya, selain kesepakatan politik di atas. Misalnya kesepakatan antara RI dan GAM di bidang ekonomi. Dimana antara lain mengatur tentang adanya pembagian hasil kekayaan alam di Aceh yang lebih adil. Tetapi yang terpenting adalah, kita berharap dari semua butir kesepakatan yang telah dirumuskan tersebut dapat segera direalisasikan. Memang untuk mencapai hal tersebut, kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat segera melihat hasil positif dari kesepakatan MoU ini.

Kita juga berharap pihak-pihak yang berkaitan dengan implementasi kesepakatan MoU, misalnya pemerintah RI dan GAM, dapat dengan sungguh-sungguh bekerja dalam proses realisasinya. Dan juga kita berharap, tidak akan ada muncul sikap saling mencurigai di antara kedua belah pihak. Tetapi, justru yang ada adalah harus dibangunnya kerjasama yang saling mendukung diantara keduanya.

Hal ini diperlukan karena obyek yang sesungguhnya dari kesepakatan MoU ini adalah rakyat Aceh sendiri, bukan penguasa ataupun pengusaha. Sudah cukup kiranya kita menyaksikan penderitaan rakyat Aceh selama ini. Dan setelah terjadinya bencana Tsunami di Aceh, kita berharap akan segera dapat melihat kehidupan masyarakat Aceh yang lebih adil, makmur dan aman. (*)

Sinar Indonesia Baru, Medan, Dec 19, 2006

0 Responses to “Implementasi MoU Helsinki di Aceh”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 779,655 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: