Buron

Tampaknya Kejaksaan Agung merasa perlu menjawab pertanyaan masyarakat selama ini, ”Seberapa efektifkah penayangan wajah koruptor di televisi?” Sebelumnya, mereka diplomatis saja menjawab, ”Namanya juga usaha.” Tapi, kemarin, mereka menjawab dengan penangkapan Dharmono K Lawi, anggota DPR yang menjadi terpidana kasus korupsi dana perumahan dan dana bantuan kegiatan DPRD Provinsi Banten.

Jaksa Agung dan jajarannya berulang mengatakan, keberadaan Dharmono di sebuah rumah di Bandung tercium berkat laporan masyarakat. Bahkan, Jaksa Agung mengaku, laporan tersebut masuk langsung ke telepon selulernya. Luar biasa bahwa pejabat setingkat dia membuka akses telepon genggam langsung bagi masyarakat umum. Selamat atas keberhasilan penangkapan ini.

Tapi, Kejaksaan Agung belum layak berpesta atas penangkapan itu. Dharmono cuma satu dari 15 terpidana korupsi yang sampai pada tahap putusan tetap alias inkracht dan masuk dalam daftar buron. Terus terang, perkembangan perburuan mereka, termasuk kinerja tim pemburu koruptor yang dibuat Kejaksaan Agung, samar-samar saja dalam pandangan masyarakat. Tak ada greget.

Dharmono pun nyaris luput dari perhatian. Ia ”naik panggung” lebih karena polah sendiri, yakni muncul dalam wawancara-wawancara di surat kabar dan nampang di layar televisi. Dharmono pun menyurati Presiden pada awal Desember serta menolak periode buron versi Kejaksaan Agung. Segala kevokalan itu –yang sebenarnya bermanfaat kalau ia tetap menjadi anggota DPR– seakan mengejek aparat Kejaksaan Agung.

Dharmono telah tertangkap dan kemarin dikirim dari Bandung ke Serang dengan tangan terborgol –kendati tetap mengumbar senyum. Ia akan menjalani hukuman. Lalu, bagaimana kabar belasan koruptor lainnya? Kapan kita mendapatkan Sudjiono Timan, Eko Edi Putranto, Lesmana Basuki, S Hartono, Sherny Kojongian, Hendro Bambang Sumantri, Eddy Djunaedi, Ede Utoyo, Tony Suherman, Bambang Sutrisno, Andrian Kiki Ariawan, Harry Matalata alias Hariram Rachmand Melwani, Nader Taher, dan Thabrani Ismail?

Kejaksaan Agung tampaknya baru bisa mengalahkan buron kelas lokal yang cuma mampu bersembunyi di Pekalongan, Semarang, Solo, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Padahal, dari 14 nama dalam daftar yang dirilis beberapa pekan lalu, hanya dua orang yang diperkirakan masih di dalam negeri. Itu sinyalemen dari kejaksaan sendiri. Bagaimana dengan 12 buron lainnya?

Tim pemburu koruptor sebenarnya telah bergerak ke banyak negara. Tapi, tak satu pun yang tertangkap. Andrian Kiki Ariawan, misalnya, dikabarkan telah menjadi warga negara Australia. Eko Edi Putranto diduga juga ada di negara itu, mengingat sang ayah, Hendra Rahardja, dulu pun lari ke Australia dan buron kasus BHS senilai satu triliun rupiah itu di sana dengan mewariskan kekayaan dan perusahaan.

Ada sedikit alasan tentang tidak adanya perjanjian ekstradisi atau mutual legal assistance, katakanlah dengan Singapura, yang mempersulit penangkapan para penjahat itu. Tapi, alasan ini mendapat penolakan banyak pihak. Transparency International, misalnya, mengatakan kalau mau serius menangkap para koruptor itu, kita bisa saja mengadukan negara yang tidak kooperatif ini ke lembaga dunia untuk pemberantasan korupsi.

Kita akan lebih prihatin mengingat delapan pengemplang BLBI pun tetap melenggang. Mereka sudah diberi keringanan dan mendapatkan janji release and discharge, tapi tak jua menunjukkan iktikad baik. Batas untuk mereka adalah akhir bulan ini. Daftar buron bisa semakin panjang, padahal kemampuan kita untuk menangkap segitu-gitu saja.

Republika, Rabu, 20 Desember 2006

0 Responses to “Buron”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,228 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: