Ekonomi 2007, Boleh Berharap Lebih Cerah

– Bagaimana prospek perekonomian kita tahun depan? Inilah yang banyak mewarnai perbincangan kita akhir-akhir ini menjelang tutup tahun 2006. Hampir semua sepakat kita boleh merasa optimistik tahun 2007 akan lebih baik dibandingkan tahun ini. Kendati tak boleh mengharap terlalu banyak namun setidaknya ada gambaran yang lebih cerah. Seperti biasa semua itu juga mensyaratkan adanya beberapa asumsi seperti kestabilan harga minyak dunia sebagai salah satu faktor eksternal, dan bergeraknya sektor riil di dalam negeri setelah bunga bank mengalami penurunan. Di samping itu juga diperlukan konsistensi kebijakan pemerintah yang dapat menjaga stabilitas perekonomian makro. Bagaimana pun kekuatan fundamental ekonomi tetap yang utama.

– Tahun 2006 harus diakhiri dengan suatu keprihatinan. Perekonomian hanya tumbuh sekitar 5,5 persen. Namun lebih dari itu secara riil kelesuan pasar dirasakan oleh pengusaha di berbagai bidang. Rata-rata mereka mengeluhkan penurunan omset selama setahun ini. Apakah itu pengusaha properti, otomotif, pabrikan dan masih banyak lagi. Tentu juga termasuk para pedagang. Mal dan pusat perdagangan memang terus ramai dikunjungi orang namun kebanyakan hanya berekreasi atau makan di restoran. Sementara itu invetasi baik domestik maupun asing juga mengalami penurunan terutama dalam realisasi. Banyak faktor yang masih menjadi kendala dan belum teratasi sampai sekarang. Di samping tingginya sukubunga dan risiko usaha yang masih cukup tinggi.

– Tetapi harus diakui kondisi seperti ini tidaklah terlampau buruk. Not bad, orang Inggris mengatakan. Mengapa? Karena pemerintah dan otoritas moneter telah mampu mencapai suatu kondusifitas usaha ditinjau dari kestabilan makroekonomi. Penurunan bunga bank yang didorong oleh penurunan BI rate bagaimana pun sudah mulai efektif karena secara kontinyu dilakukan. Demikian juga dengan laju inflasi yang jelas bisa akan mencapai satu digit bahkan mungkin hanya sekitar 7 persen. Belum lagi kalau kita melihat performance di lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta terus bergerak naik mendekati level 2000. Kurs rupiah pun masih cukup kokoh sedangkan cadangan devisa berada pada posisi aman yakni sekitar 43 miliar dolar AS.

– Pemerintahan SBY-Kalla terus diguncang lawan-lawan politik namun tidak sampai menimbulkan instabilitas karena yang terjadi hanyalah dinamika. Selama partai pendukung di parlemen kuat terutama ditopang oleh Partai Golkar yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pemerintahan saat ini. Yang lebih penting justru bagaimana agar mereka menjaga betul stabilitas ekonomi yang telah dicapai. Duet Budiono-Sri Mulyani tampaknya akan sangat paham dengan kebutuhan ini sementara SBY dengan kepentingan menjaga popularitas tentu akan berusaha mati-matian untuk menghindari kebijakan tidak populis serta bisa berdampak memicu inflasi seperti kenaikan tarif listrik, pulsa telepon dan sebagainya.

– Stabilitas ekonomi saja jelas tidak cukup. Justru inilah yang diperlukan pada tahun 2007 yakni kemampuan pemerintah untuk menggerakkan kembali sektor riil. Untuk menggairahkan investasi baru terutama yang padat karya. Karena angka kemiskinan dan pengangguran telah bertambah dalam dua tahun terakhir. Tidak ada kata lain selain harus meningkatkan aktivitas perekonomian secara nyata. Pergerakan kuat indeks saham barulah mencerminkan perkembangan pada investasi porfolio. Tetapi yang lebih bisa diharapkan memberi dampak multiplier besar adalah investasi langsung. Inilah tantangan yang mesti dihadapi dan jelas tidak mudah. Kendala yang ada seperti peraturan perpajakan, ketenagakerjaan dan juga kerumitan birokrasi di samping faktor high cost economy lainnya.

– Kita memang boleh berharap banyak pada tahun depan yang tinggal beberapa hari lagi. Namun bukan berarti semua akan datang dengan sendirinya. Selama keadaan belum diperbaiki dan kendala yang dihadapi masih sama maka jangan harap segala sesuatunya akan membaik seperti diinginkan. Yang perlu diingatkan kondisi persaingan global makin mengkhawatirkan. Negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia tetap akan menjadi ancaman karena pemodal asing bisa dengan mudah mengalihkan lokasi usaha dan tujuan investasi ke sana. Tanda-tanda itu telah mulai tampak dalam beberapa tahun terakhir ini. Maka dibutuhkan komitmen bersama karena tak mungkin pemerintah melakukannya sendiri di samping kelemahan yang melekat pada dirinya yang masih begitu banyak.

Suara Merdeka, Kamis, 21 Desember 2006

Iklan

0 Responses to “Ekonomi 2007, Boleh Berharap Lebih Cerah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,243 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: