Natal di Tengah Keprihatinan

Natal telah tiba. Hari kelahiran Yesus Kristus ini merupakan peristiwa keagamaan yang amat penting bagi umat Kristiani. Tidak heran bila di sepanjang bulan Desember, peristiwa ini dirayakan dengan meriah oleh umat Kristiani di seantero jagat raya ini.

Tak ketinggalan tentunya umat Kristiani di Tanah Air yang setiap tahun merayakan dengan penuh kegembiraan hari kelahiran Sang Juru Selamat ini. Di berbagai mal dan tempat-tempat publik kita bisa dengan mudah menyaksikan aneka hiasan Natal yang begitu gemerlap. Umat Kristiani tak segan menghamburkan uangnya untuk membeli keperluan Natal, termasuk pakaian baru tentunya. Toko-toko kue pun diserbu untuk mendapatkan aneka kue yang dirasakan pantas dihidangkan di hari penuh suka cita ini.

Namun, karena begitu lazimnya Natal ini diperingati, sering yang menjadi terpenting dari Natal hanyalah bungkus-bungkus luarnya saja seperti ornamen-ornamennya; pohon terang dan lampu-lampu hias, kue, pakaian baru, dan sebagainya. Umat Kristiani cenderung mengabaikan mutu dan relevansi daripada aspek-aspek fundamental yang menjadi inti atau hakekat terdalam dari perayaan Natal itu sendiri.

Akibatnya, dari hari ke hari Natal semakin tidak dirasakan faedah dan signifikansinya bagi perwujudan perdamaian dan perbaikan tatanan kemanusiaan, keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan. Memang harus diakui bahwa belakangan ini banyak peristiwa keagamaan, bahkan agama itu sendiri, kerap kehilangan makna dan signifikansi praksis sosial-kemanusiaan, sebagai akibat penonjolan terlalu kuat pada aspek-aspek formal dan ideologinya saja. Tidak heran bila agama dan peristiwa keagamaan kerap tidak memberikan solusi atas berbagai masalah kemanusiaan, bahkan seringkali yang terjadi adalah sebaliknya.

Karena itulah, di tengah kegembiraan menyambut kelahiran Sang Juru Selamat tersebut, kita ingin mengingatkan semua pihak, terutama umat Kristiani di seantero pelosok Nusantara, agar Natal ini bisa menjadi momen instrospeksi untuk mengingat saudara-saudara kita yang sedang dirundung kemalangan akibat berbagai hal. Masih banyak warga negeri ini yang masih terus dilanda kedukaan akibat konflik horisontal yang tak berkesudahan, bencana alam, busung lapar, kemiskinan struktural, dan sebagainya. Bahkan di hari-hari menjelang Natal ini saudara-saudara kita Mandailing Natal Sumatera Utara dilanda gempa bumi yang merenggut sejumlah korban jiwa. Beberapa desa di Langkat, masih di wilayah Sumatera Utara, juga dilanda banjir yang mengakibatkan banyak korban jiwa.

Di tengah kegembiraan Natal ini kita tak boleh melupakan pula saudara-saudara kita di Aceh, Nias, Yogyakarta, Sidoarjo, dan berbagai daerah lainnya, yang hingga hari ini masih harus hidup di tempat pengungsian karena tempat tinggal mereka rusak oleh tsunami, gempa bumi, lumpur panas dan banjir.

Semuanya dapat dipastikan tidak akan bisa menikmati kegembiraan seperti yang dirasakan oleh saudara-saudaranya di tempat-tempat yang tidak dilanda bencana. Bukan itu saja, di jalan-jalan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Ujungpandang dan kota-kota lainnya, masih banyak kita menyaksikan saudara-saudara kita yang menggantungkan hidupnya menjadi peminta-minta, pemulung dan sebagainya. Mereka semuanya tentu saja saat ini hidup dalam keprihatinan. Gemerlap Natal jauh dari kehidupan mereka.

Dalam kaitan inilah, di Hari Natal yang penuh suka cita dan kedamaian ini, kita ingin mengajak umat Kristiani di Tanah Air agar memaknai Natal secara lebih mendalam dengan penonjolan pada aspek sosial-kemanusiaan, tidak sekadar melakukan perayaan rutin yang menonjolkan aspek-aspek formal dan ideologis semata.

Natal hendaknya menjadi momen untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi kehidupan sosial-kemanusiaan di Tanah Air, berbuat bagi sesama saudara kita yang saat ini sedang dirundung kemalangan. Langkah ini jelas sangat sejalan dengan makna terdalam kelahiran Yesus Kristus, yang datang ke dunia dan mengorbankan nyawanya di atas kayu salib untuk menebus dosa kita umat manusia.

Selamat Merayakan Hari Natal. Damai di Surga, Damai di Bumi.

Suara Pembaruan, 23 Desember 2006

Iklan

1 Response to “Natal di Tengah Keprihatinan”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 792,910 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: