Konser Membawa Maut

KONSER musik pada galibnya haruslah menjadi kegembiraan. Ia harus mengendurkan ketegangan pikiran, menjadi kenikmatan batin. Adalah wajar dan memang begitulah semestinya, jika pentas-pentas musik menjadi penuh sukacita.

Karena itu, menjadi ironi jika perhelatan musik berujung pada duka cita dan ratap kepedihan. Tetapi, inilah yang terjadi di negeri ini, konser acap menjadi tragedi kematian. Konser berkali-kali menjadi ladang pembunuhan bagi penontonnya!

Yang mengherankan, orang tak lekas belajar bagaimana ihwal mencari jalan keluar. Agar tragedi tak terulang. Agar maut tak kembali menjemput. Tapi, ia seolah dibiarkan terulang pada momen yang seharusnya penonton berkomunikasi nikmat dengan bahasa musik yang konon universal itu.

Konser musik grup Ungu di Stadion Widya Mandala Krida Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (19/12), adalah kematian yang berulang itu. Ia menjadi tragedi terburuk sepanjang sejarah konser di negeri ini. Sepuluh anak muda mati sia-sia, terinjak-injak dalam derap kaki penonton yang semuanya bergegas tak tertib. Saling dorong tak terhindari, seakan ribuan pasang kaki hendak keluar stadion dalam sekali langkah. Padahal, pintu stadion hanya satu.

Untuk pelajaran, agar konser musik tak terulang menjadi rekuiem yang menyayat, perlulah melihat beberapa konser terdahulu. Sejak 2004 saja, sekurangnya telah enam kali pergelaran musik di berbagai kota berujung keonaran yang membawa kematian. Tak terbilang mereka yang terluka.

Adalah ketidaksabaran penonton yang serentak bergegas keluar menjadi penyebab maut di Pekalongan itu. Adalah juga panitia yang konyol dan tak paham manajemen antisipasi bagaimana menghadapi penonton yang sering tak tertib itu. Kedua faktor itu bertalian, keduanya punya andil.

Tetapi, di dunia mana pun selalu yang menjadi pemangku tanggung jawab ialah sang penyelenggara. Penyelenggara mesti memberikan rasa aman kepada para penonton. Ia seharusnya tahu bagaimana karakter mereka yang hadir, dan bagaimana mengantisipasinya. Karena itu, sebuah perhelatan musik, terlebih pentas yang menyihir penonton, harus dipikirkan betul bagaimana menjaga rasa aman dari prolog hingga epilog.

Secara prosedur saja sudah jelas ada pelanggaran mencolok. Dalam surat izinnya ke kepolisian, panitia mencantumkan bakal menjual 3.000 tiket. Tetapi, dalam praktiknya menjual 14.480 tiket. Izin bermuslihat seperti itu sekurangnya mengandung dua pelanggaran. Pertama, menipu dalam soal jumlah karcis. Kedua, melanggar batas muat stadion yang hanya mampu menampung 6.000 penonton.

Itulah amatirnya sang penyelenggara. Ia tidak menerapkan standar prosedural yang ketat, yang bisa dipertanggungjawabkan secara aman dan nyaman. Karena itu, sudah amat wajar jika penyelenggara harus mempertanggungjawabkan akibat dari konser yang membawa maut 10 penonton itu.

Proses hukum terhadap panitia konser Ungu harus berjalan, agar menjadi pelajaran berharga. Maut di Stadion Pakalongan, harus menjadi kesedihan terakhir dalam pentas musik di Tanah Air. Jika masih terulang, alangkah malunya bangsa ini. Sebab, musik yang seharusnya menggembirakan malah acap menebar maut.

Itulah cermin manajemen tata kelola manusia yang sungguh amat buruk.

Media Indonesia, Minggu, 24 Desember 2006

Iklan

1 Response to “Konser Membawa Maut”


  1. 1 Ian Maret 12, 2008 pukul 1:58 pm

    Saya sangat prihatin sekali dengan kejadian-kejadian “Tragedi Konser” semacam ini. Saya sendiri berencana akan membuat sebuah tulisan tentang “Tragedi Konser”. Kira-kira teman-teman ada yang punya data-data mengenai kejadian-kejadian tragis dalam konser musik khususnya di Indonesia baik yang baru terjadi (konser musik underground Beside Bandung) sampai kejadian-kejadian konser terdahulu (seperti konser Metallica, konser SLANK, dll). Mohon masukannya ya. Trims…

    nb: Kalau ada informasi mengenai kejadian konser yang tragis tolong hubungi saya di email: ian_af@yahoo.com dan telpon: 0812-8381908.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 804,677 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: