Perayaan Natal dan Hebatnya Kerukunan Beragama

PERAYAAN Natal telah berlangsung tenteram dan damai. Damai yang indah tidak hanya menyelimuti semua gereja, tetapi bahkan bersemi di seluruh negeri.

Yang perlu dicatat dalam sejarah adalah kenyataan luar biasa hebatnya yang terjadi pada Natal kali ini. Yaitu organisasi massa Islam turut serta mengamankan Natal.

Pengamanan itu dilakukan di gereja, di tempat ibadah Natal berlangsung. Sebuah inisiatif yang sangat mulia, yang ditunjukkan saudara-saudara muslim untuk melindungi saudara-saudara sebangsa yang merayakan Natal.

Contohnya Gereja Katedral di Bandung dijaga anggota Banser Gerakan Pemuda Ansor. Masih di Bandung, NU dan Forum Komunikasi Umat Beragama juga membagikan seribu mawar kepada umat kristiani di sejumlah gereja. Di Kediri, 200 anggota Banser dikerahkan untuk mengamankan Natal. Di Jakarta, sejumlah remaja masjid dan anggota ormas Islam turut menjaga malam Natal.

Natal memang menyimpan trauma. Natal pernah berlangsung dalam naungan kekerasan. Gereja dibom dan menelan korban. Sejak itu, saban kali Natal datang, saban kali itu pula ketakutan datang mencekam menyertai ibadah Natal.

Namun, Natal kali ini tidak hanya berlangsung tenteram dan damai. Lebih dari itu, menunjukkan indahnya kerukunan beragama anak bangsa ini. Natal kali ini memperlihatkan bukan saja hebatnya toleransi beragama, melainkan juga rasa sayang mayoritas terhadap minoritas. Semua itu kembali menegaskan hebatnya modal sosial yang dimiliki bangsa ini.

Bangsa ini adalah bangsa yang memang kaya dengan perbedaan, kaya dengan berbagai keanekaragaman. Heterogenitas itu terbentang luas, menyangkut suku, bahasa, adat, dan kebudayaan. Semua itu masih diperkaya lagi dengan berbagai agama yang dipeluk anak bangsa ini.

Akan tetapi, toleransi bahkan apresiasi terhadap berbagai perbedaan yang menyangkut aspek kultural telah terjalin sangat tinggi. Semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika (beraneka ragam tetapi satu) dalam perspektif kultural dapat dikatakan telah berlangsung dan terjalin dengan mulus.

Yang masih sensitif adalah menyangkut kerukunan hidup beragama. Perbedaan agama masih potensial menyulut konflik horizontal.

Sekarang sejarah mencatat yang sebaliknya. Kerukunan beragama itulah yang bersemi dengan indahnya di Hari Natal ini. Luar biasa indahnya, gereja diamankan oleh saudara-saudara muslim.

Maka, dunia kini menyaksikan Indonesia bukan saja negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang demokratis. Inilah negara dengan kerukunan beragama yang juga paling mengagumkan.

Anak bangsa ini dapat berbangga sebab Indonesia layak dijadikan contoh nyata di dunia tentang kerukunan beragama. Di negeri ini dialog antaragama bukan kemewahan elitis dan teoretis, yang hanya gemilang di ruang-ruang seminar, melainkan hal ihwal yang konkret mekar dalam realitas kehidupan anak bangsa sehari-hari.

Media Indonesia, Selasa, 26 Desember 2006

Iklan

0 Responses to “Perayaan Natal dan Hebatnya Kerukunan Beragama”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 799,164 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: