Momentum Idul Adha

Lebih dari empat juta saudara-saudara kita sesama Muslim kemarin melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Kita yang berada di Tanah Air pun ada yang melaksanakan puasa sunat Arafah, dilanjutkan keesokan harinya melaksanakan Shalat Id. Perbedaan pelaksanaannya pada hari ini dan besok, bukanlah menjadi masalah. Justru sebaliknya, kekuatan umat semakin rekat dengan saling menghargai adanya perbedaan dan menerimanya sebagai rahmat.

Secara kebetulan Hari Raya Idul Adha 1427 Hijriyah atau yang sering kita sebut sebagai Lebaran Haji, waktunya berdekatan dengan awal tahun baru Masehi. Bertitik tolak dari hal itu, kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah kita lakukan, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat, menjadi langkah awal kita untuk memperbaikinya di lembaran hari di tahun yang baru. Meski setiap hari seharusnya menjadi lebih baik dari hari sebelumnya, namun tak ada salahnya bila momentumnya di saat selepas Idul Adha dan memasuki awal tahun baru.

Banyak hal bisa kita petik hikmahnya dari momentum Idul Adha. Keikhlasan dan kerelaan kita berkurban semata untuk Allah memberi dimensi lain berupa pemupukan rasa kesetiakawanan sosial kita terhadap sesama. Apalagi dalam suasana masyarakat kita yang belum lepas dari belitan krisis ekonomi disertai bencana alam yang datang silih berganti. Hal ini memerlukan uluran tangan kita yang mampu dan tak terkena bencana untuk menolong yang lemah.

Dimensi sosial dari Idul Adha mengajarkan kita untuk berempati terhadap saudara-saudara kita yang lemah ekonominya sekaligus menanam sifat silaturahim. Momentum ini amat tepat bagi kita untuk senantiasa berbagi dengan sesama. Syukur-syukur tidak sekadar menjadi sesuatu rutinitas tahunan belaka tanpa makna. Sifat kerelaan dan mau berkurban juga dapat kita lakukan pada waktu-waktu yang lain. Jadikanlah sifat tolong-menolong sebagai bagian dari langkah kita sehar-hari.

Sejak bergulirnya reformasi pada delapan tahun silam, sifat-sifat tolong-menolong di masyarakat kita telah mengalami kelunturan. Gotong-royong yang telah menjadi falsafah hidup nenek moyang kita bagai hilang tergerus zaman. Segala sesuatunya selalu diukur dengan materi dan uang. Di antara kita mungkin pernah menemui dalam kehidupan keseharian, bahkan untuk menshalatkan jenazah saja keluarga yang sedang berduka harus menyiapkan amplop. Materi telah menggoyahkan keimanan. Semoga saja hal ini tak terjadi pada diri kita.

Sikap ramah sebagai bagian dari dimensi sosial itu juga terbawa arus reformasi. Entah kenapa masyarakat kita menjadi mudah tersulut emosi dan cepat marah. Tak jarang kita melihat aksi-aksi anarki yang mengiringi unjuk rasa berupa pembakaran fasilitas umum maupun properti milik individu.

Kejadian-kejadian seperti ini tak cuma kita temui dalam kasus-kasus politik dan pilkada saja, tapi juga dalam kasus-kasus perbedaan keyakinan. Nah, momentum Idul Adha yang sarat dengan pesan-pesan sosial semoga saja juga menyentak mata hati kita semua untuk menjaga sifat ramah dalam kehidupan sehari-hari.

Selepas Idul Adha kita memasuki tahun baru Masehi. Tak ada salahnya bila pesan-pesan sosial dalam Idul Adha menjadi pijakan kita dalam melangkah di tahun yang baru agar lebih baik dan bermakna. Marilah kita kembangkan sifat ramah dan tolong-menolong dalam hidup ini. Selamat Idul Adha, selamat tahun baru.

Republika, Sabtu, 30 Desember 2006

0 Responses to “Momentum Idul Adha”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: