Menyikapi Musibah Transportasi

BENCANA transportasi laut dan udara datang seolah mengiringi penghujung tahun lalu dan awal tahun tahun ini. Musibah tenggelamnya KM Senopati Nusantara dan hilangnya pesawat terbang Adam Air adalah dua musibah di seputar pergantian tahun itu.

Hingga kini masih ratusan penumpang KM Senopati Nusantara belum jelas nasibnya. Begitu juga 100 lebih penumpang dan awak Adam Air, belum ada tanda-tanda di mana keberadaannya.

Waktu demi waktu kita hanya bisa menunggu perkembangan informasi dari dua peristiwa nahas itu. Tetapi, alangkah buruk informasi dari para pejabat negara menyikapi tragedi transportasi itu. Informasi amatiran atau kabar burung penemuan Adam Air, adalah buktinya. Bagaimana mungkin informasi mentah dari sumber yang tidak punya otoritas bisa diyakini tanpa verifikasi? Ini sungguh aneh bin ajaib.

Buruknya informasi seputar hilangnya Adam Air, adalah juga cermin bagaimana para elite bangsa mengelola negara. Bukankah publik memang sering bingung dengan informasi dari mereka yang tidak jelas antara opini pribadi, wacana, dan keputusan institusi?

Data lapangan menunjukkan dari sebagian besar kecelakaan di wilayah transportasi bukan karena faktor cuaca. Tetapi, karena kesalahan manusia (human error). Dan, ujung dari kesalahan manusia itu pasti karena ada pelanggaran terhadap aturan.

Ketidakdisiplinan itulah mestinya yang harus mendapat perhatian utama. Bukankah isi muatan kapal atau manifes sering tidak bermakna apa-apa karena kerap ada dimanipulasi? Kenyataannya peristiwa serupa terjadi lagi, dan lagi…

Itu artinya, ujung dari pengelolaan apa pun oleh bangsa ini sering tidak sayang pada manusia, tetapi justru sayang pada uang. Kita pun sering mendapat olok-olok harga nyawa manusia Indonesia sungguh murah, sebab keselamatan penumpang sering menempati urutan belakang. Namun kita tak tergerak untuk mengubahnya.

Negeri ini telah berkali-kali mengalami kecelakaan transportasi laut, udara, dan juga darat. Tetapi, selalu berulang dan heboh luar biasa hanya saat peristiwa itu terjadi. Karena itu, yang ada adalah kepanikan. Informasi mentah ditemukannya Adam Air, adalah bukti dari komunikasi yang penuh kepanikan itu.

Kita hapal, setiap terjadi kecelakaan transportasi yang menewaskan banyak manusia, selalu muncul instruksi dan investigasi ini-itu dari elite negeri. Tetapi, entah untuk apa itu semua. Sebab, publik tidak pernah tahu apa hasilnya.

Seperti juga kali ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Menteri Perhubungan Hatta Rajasa melakukan investigasi menyeluruh terhadap pesawat penerbangan dan angkutan laut. Kepala Negara minta permintaan itu segera dilaksanakan dan dilaporkan.

Bahkan, Presiden juga akan membentuk tim evaluasi angkutan yang fokusnya pada transportasi laut dan udara. Tim ini akan dibentuk dengan keputusan presiden dan anggotanya akan dipilih sendiri oleh Yudhoyono.

Tetapi pertanyaanya, bagaimana nanti di tataran opersional jika monitoring dan kontrol selalu lemah? Jika kesalahan tidak diberi sanksi? Bagaimana jika ‘pemilik’ maskapai penerbangan dan angkutan laut yang melakukan pelanggaran ternyata para petinggi negeri?

Dari berbagai pengalaman itu, kita pun menjadi pesimistis publik akan dianggap penting untuk mengetahui apa hasil investigasi dan tim evaluasi angkutan yang akan dibentuk itu.

Media Indonesia, Jum’at, 05 Januari 2007

Iklan

0 Responses to “Menyikapi Musibah Transportasi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,557 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: