Jangan Bunuh Penumpang (Kami)

TRAGEDI transportasi yang berkali-kali terjadi membuat siapa pun kian cemas. Cemas karena kecenderungan bencana transportasi menunjukkan grafik naik dari tahun ke tahun, baik kasusnya maupun korbannya. Seolah kematian bagian yang harus disiapkan dalam rangkaian perjalanan.

Lihat saja kecelakaan lalu lintas darat. Tahun lalu saja jalan raya merenggut tak kurang dari 30 ribu nyawa manusia dan melukai lebih dari dua juta orang. Ternyata jalan raya menjadi pembunuh yang luar biasa kejam. Seolah setiap jengkal jalan raya Indonesia punya potensi menjadi pembunuh. Padahal, sebagian besar pembunuhnya adalah sikap tak disiplin pengguna jalan raya sendiri.

Sementara itu, untuk angkutan laut, meski korbannya tak sebesar di jalan raya, kesemrawutannya tak kalah mengerikan. Karena itu, kasusnya juga memperlihatkan grafik naik. Dari 109 kasus pada 2004 menjadi 111 kasus pada 2005 dan 119 kasus pada 2006.

Di sisi lain, transportasi udara yang mestinya segalanya paling prima juga setali tiga uang. Berengsek! Padahal, sektor penerbangan pertumbuhan penumpangnya mencengangkan. Pada 2004 menyedot 24 juta penumpang, naik menjadi 29 juta pada 2005, dan 34 juta pada 2006.

Dengan pertumbuhan seperti itu, mereka mestinya kian meningkatkan pelayanan yang muaranya keselamatan penumpang. Tetapi, alih-alih memperbaiki pelayanan, yang terjadi justru sebaliknya. Jasa penerbangan yang menuntut tingkat kesempurnaan dalam segala hal justru terkesan sembarangan. Kecelakaan selama lima tahun saja (2001-2005) telah terjadi 23 kasus. Belum lagi insiden seperti pesawat tergelincir atau ban kempes. Ini dari tahun ke tahun juga meningkat.

Fakta meningkatnya kecelakaan udara terjadi ketika tarif murah diberlakukan sejak empat tahun lalu. Memang tarif murah itulah yang menyebabkan pertumbuhan penumpang angkutan udara naik. Tapi jika ini sampai mengorbankan penumpang, artinya sama saja dengan sengaja membunuh penumpang. Jika tarif murah terbukti mengabaikan aspek pemeliharaan pesawat, kecelakaan udara memang hanya menunggu waktu. Ia bisa terjadi setiap saat.

Biaya pembelian avtur, pemeliharaan pesawat, dan pembinaan kru jelas tak bisa dikurangi. Misalnya aturan internasional mengharuskan setiap pilot harus melakukan uji kesehatan setiap enam bulan sekali. Itu tak bisa ditawar-tawar. Tetapi, kekuatan uang bisa membuat aturan ini menjadi mandul.

Kabar yang sering terdengar juga permainan dalam soal penggunaan bahan bakar. Misalnya mencampur avtur dengan benda cair lainnya. Cerita pesawat menggunakan roda vulkanisir juga bukan isapan jempol. Itu sungguh cerita pilu dunia penerbangan kita.

Kasus pesawat yang tergelincir dan beberapa jam kemudian bisa terbang kembali adalah bukti lain pengabaian aturan dan standar pemeliharaan. Dan, tidak pernah ada penjelasan yang transparan kepada publik sebagai pengguna jasa penerbangan.

Efisiensi memang keharusan dalam manajemen. Tetapi, efisiensi yang berimplikasi pada keselamatan jiwa sungguh berbahaya.

Kejar setoran juga kerap menyebabkan berbagai aturan dilanggar. Misalnya pesawat yang kelebihan muatan. Petugas yang rapuh godaan uang juga bisa meloloskan barang-barang terlarang dalam penerbangan. Pilot yang mestinya punya otoritas penuh dalam penerbangan pun sering tanpa daya jika pihak perusahaan punya kehendak tertentu.

Yang mengherankan, pemerintah sebagai regulator seperti tak berdaya menghadapi berbagai pelanggaran yang nyata-nyata amat membahayakan. Karena itu, hanya ada dua kemungkinan melihat berbagai pelanggaran itu dibiarkan. Pertama, pemerintah tak punya nyali untuk memberi sanksi. Kedua, pemerintah nyata-nyata bersekutu dengan mereka yang bersalah.

Media Indonesia, Minggu, 07 Januari 2007

Iklan

1 Response to “Jangan Bunuh Penumpang (Kami)”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,557 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: