Sekali Lagi “Prevoir”

Kita hargai kesigapan pemerintah membentuk Tim Investigasi dan Evaluasi atas gagalnya pelayanan konsumsi bagi jemaah haji kita tahun ini.

Namun, ketika pada waktu yang bersamaan kita dihadapkan pada berbagai peristiwa yang menunjukkan lemahnya persiapan, pemeliharaan, pelaksanaan, serta kepedulian dan tanggung jawab, kita diingatkan lagi akan tugas kita yang tidak kalah penting, yakni pencegahan. Agar pencegahan bisa dilaksanakan secara efektif, kita ingatkan tugas pemerintah dan kita yang diserahi tanggung jawab untuk prevoir, melihat ke depan, melihat lebih dulu agar bisa mencegah semaksimal mungkin terjadinya kegagalan, kecelakaan, dan hal-hal yang merugikan publik serta pemerintah sendiri.

Untuk itu, pemerintah dilengkapi dengan berbagai lembaga dan perangkat yang melekat pada keseluruhan pemerintahan serta masing-masing departemen, birokrasi, dan lembaganya. Semua itu perlu dibuat bekerja bahkan bekerja secara efektif dan efisien. Pekerjaan ini tidak mudah dan memerlukan sebut saja sikap, orientasi, dan semangat reformasi untuk keberhasilannya.

Setiap kali termasuk terjadinya kecelakaan-kecelakaan dramatis seperti sekarang ini, harus digerakkan sebagai suatu momentum. Kita perlu berani mengakui, secara umum kita lemah dalam pelaksanaan atau implementasi. Kecenderungan kita yang lebih kuat adalah membicarakannya. Kecenderungan retorik atau kecenderungan verbal ini diperkuat oleh faham dan praksis kita yang belum lengkap perihal demokrasi.

Memang demokrasi diawali dan disertai retorika dan kesibukan verbal, tetapi harus juga disertai tindak lanjut ke dalam aksi, ke dalam implementasi.

Jika benar atau ada benarnya, kita cenderung bekerja kurang cermat serta juga masih lemah terhadap kemungkinan berbagai kepentingan yang kolusif, maka tugas pemerintah untuk prevoir, melihat lebih dulu, sehingga sanggup memberikan sinyal prevensi merupakan tugas pemerintah yang amat strategis dan menentukan. Untuk itu diperlukan efektif dan efisiennya pemerintahan berikut lembaga dan birokrasinya. Untuk itu diperlukan kepemimpinan. Bahkan bagi masyarakat kita seperti halnya masyarakat bangsa Asia lainnya, kepemimpinan lebih-lebih lagi diperlukan. Pemerintah jangan segan-segan memberikan kepemimpinan.

Dari pengalaman bangsa dan negara yang lebih dulu mencapai kemajuan perikehidupan rakyat serta kondisi negaranya, kita melihat strategisnya pandangan dan sikap dasar yang menunjang. Di antaranya kecermatan bekerja, rasa tanggung jawab, penguasaan bidang yang merupakan tugasnya, bekerja tuntas tidak setengah-setengah, disiplin termasuk disiplin waktu. Jangan berhenti berbicara, tetapi diwujudkan dalam implementasi. Memang sesuai dengan tugas serta bidang masing-masing, namun toh semua retorika yang marak dewasa ini juga mempunyai tujuan bersama, yakni membuahkan hasil dalam laku dan implementasi. Ulasan ini terkesan mengulang-ulang, tetapi memang itulah tugas media, yakni frapper toujours, terus-menerus menabuh, terus-menerus mengingatkan dan saling mengingatkan.

Kompas, Senin, 08 Januari 2007

Iklan

0 Responses to “Sekali Lagi “Prevoir””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 797,207 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: