Parpol Terlalu Banyak

PENYEDERHANAAN partai politik di Indonesia kembali dibicarakan. Kali ini datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Di kalangan petinggi partai berlambang kepala banteng gemuk itu, Pemilu 2009 sebaiknya hanya diikuti paling banyak 12 parpol.

Sejarah politik kepartaian di Indonesia naik turun. Pada pemilu pertama 1955, Indonesia menganut sistem multipartai. Jumlah ini berubah menjadi 10 partai pada pemilu kedua (1971), dan kemudian menjadi hanya tiga partai pada pemilu ketiga (1978).

Setelah Orde Baru tumbang, sistem tiga partai jebol. Politik Indonesia kembali menganut sistem multipartai sebagai reaksi atas kesadaran bahwa selama era Orde Baru terjadi penyumbatan aspirasi rakyat. Tiga partai politik waktu itu; Golkar, PDI, dan PPP dituding sebagai aksesori demokrasi belaka.

Karena kapok dengan otoritarianisme dan pengebirian aspirasi, era reformasi kembali menganut sistem multipartai. Pada Pemilu 1999, pemilu pertama setelah kejatuhan Pak Harto, jumlah pesertanya 48. Jumlah itu diseleksi dari tidak kurang 200 parpol yang mendaftar.

Pada Pemilu 2004 jumlah peserta menciut jadi separuh dari jumlah 1999, yaitu 24 partai. Sekarang, dua tahun menjelang Pemilu 2009, dan pada saat pembahasan perubahan undang-undang bidang politik, suara yang menginginkan penyederhanaan partai muncul lagi.

Bila mengacu kepada keinginan PDIP, Indonesia didambakan menjadi negara dengan sistem kepartaian sederhana. Tidak dua partai, tetapi tidak juga multipartai. Dengan maksimum 12 partai, penyelenggaraan kehidupan bangsa dan negara serta pertumbuhan demokrasi dianggap lebih efisien, efektif, dan masuk akal.

Terlepas dari sistem multipartai atau dua partai, penyelenggaraan negara yang efisien dan efektif adalah bekerjanya mekanisme check and balances secara baik. Baik artinya mudah dimengerti dan gampang diformulasikan.

Biasanya yang mudah dan gampang itu didukung secara masuk akal oleh sistem kepartaian yang sederhana. Tidak multipartai.

Bila partai tidak terlalu banyak, rakyat tidak bingung ketika memilih. Bila partai tidak terlalu banyak, pemerintahan bisa berjalan lebih cekatan dan cepat karena proses pembentukan koalisi lebih mudah.

Dan juga, bila jumlah partai tidak terlalu banyak, peluang partai-partai untuk meraih kemenangan mayoritas lebih mudah. Itu syarat penting bagi stabilitas pemerintahan. Lagi pula, bila peserta pemilu tidak terlalu banyak, biaya penyelenggaraan menjadi lebih murah.

Kenyataan di Indonesia saat ini sangat ironis. Partai banyak dan dideklarasikan terus-menerus dari bulan ke bulan. Namun, hampir tidak ada perbedaan jelas antara platform partai yang satu dan lainnya.

Yang amat kentara perbedaan platformnya adalah antara partai nasionalis dan partai agama. Namun, di Indonesia partai-partai yang bernapaskan agama berjubel dan terus lahir, demikian pula partai yang bernapaskan nasionalisme. Kelahiran partai baru semakin tidak terkendali ketika orang-orang yang kecewa dengan partainya membentuk partai baru dengan amat gampang.

Jadi, kita sebaiknya mengarah ke sistem partai sederhana. Tidak didasarkan dekrit atau keppres, tetapi pada ketentuan mengenai electoral threshold. Dengan demikian jika ingin menyederhanakan partai, naikkan saja electoral threshold dari sekarang 3% menjadi 4% atau 5% bahkan lebih. Dan jangan lupa juga untuk membolehkan partai lokal hidup di daerah-daerah yang menjadi basis eksistensi mereka.

Media Indonesia, Selasa, 09 Januari 2007

Iklan

2 Responses to “Parpol Terlalu Banyak”


  1. 1 victor April 30, 2007 pukul 10:47 am

    makasih yaa artikelnya gw grab buat tugas politik indonesia dosen yang aneh….

  2. 2 lidya Agustus 31, 2007 pukul 2:25 pm

    jujur aq masi bingung…. mungkin pembahasannya terlalu tinggi untuk otakku yang pas2an ini…. hehe.. tapi cukup berguna tuk makalah PKNku….
    Thx yak… ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 787,802 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: