Polemik Beras Semakin Ramai

Akhirnya, kebijakan mengimpor besar bergulir semakin kencang. Pasca penolakan sejumlah daerah yang menolak menjadi sandaran pengapalan beras impor, kini masalah tersebut sudah menjadi perdebatan politik di Senayan. “Keramaian” kini berpindah ke Gedung DPR. Adalah beberapa fraksi yang mempertanyakan kebijakan mengimpor beras tersebut dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III DPR. Mereka meminta pimpinan DPR untuk mempercepat mekanisme pembahasan hak angket dan interpelasi kepada pemerintah mengenai kebijakan mengimpor 110.000 ton beras itu.

Sesi ini mungkin akan menarik, mungkin juga tidak. Sebab di Senayan, cenderung ada kubu yang selalu ingin berada di belakang pemerintah, sehingga apapun kebijakan pemerintah akan dibela mati-matian, kalau perlu berjibaku, sementara di seberangnya, beberapa fraksi juga selalu menjadikan kebijakan pemerintah sebagai alat untuk menunjukkan eksistensinya. Kedua kubu ini dalam sering “bertikai” namun sayangnya, fakta  politik lebih memihak kepada kubu yang pro-pemerintah.

Menariknya adalah, kita akan menyaksikan, sejauhmana komitmen DPR kepada masalah yang mendera petani. Kita tahu bahwa sebagian besar masyarakat kita adalah masyarakat petani. Kita, melalui proses yang akan terjadi nantinya, akan menyaksikan kemampuan anggota DPR menjadikan isu ini sebagai alat untuk memperlihatkan keberpihakan kepada masyarakat.

Namun begitupun, jikalau anggota DPR sekarang ini sedang berjuang untuk mempertanyakan kebijakan ini, sesuai dengan haknya, maka kita sebenarnya harus waspada. Berbagai masalah yang terjadi belakangan ini justru hanya menjadi lips service belaka. Bahkan dalam beberapa kasus, berbagai argumentasi yang diajukan sering hanya untuk mengelabui masyarakat. Kita saksikan sendiri bagaimana anggota DPR ini memang lebih sulit untuk dipercaya. Mereka hanya bekerja untuk menguntungkan diri sendiri.

Kita malah khawatir bahwa masalah ini justru menjadi alat politik- meski Parlemen memang lembaga politik. Yang kita tidak ingin adalah jangan sampai impor beras menjadi semacam kesempatan untuk memperbaharui diri karena selama ini dicerca dan kini seolah sudah perpihak. Setelah tidak berpihak kepada rakyat saat BBM dinaikkan, kini barangkali mereka ingin dikatakan sebagai wakil rakyat. Ini jelas sangat tidak pantas untuk dilakukan jika hal tersebutlah motivasinya.

Kita juga tidak ingin perdebatan di Senayan tidak menyentuh masalah substansial. Sebab impor beras bukan hanya masalah data dan angka, namun bicara soal keberpihakan kebijakan makro kepada para petani. Kenyataan yang terjadi adalah pemerintah hanya memaksakan kehendak tanpa memperhitungkan stok nasional.

Entah apa ujungnya, namun kita lihat saja. Sepantasnya gagasan untuk mengajukan hak angket dan interpelasi adalah sangat penting untuk dilakukan. Ada kesan bahwa kebijakan ini memang sudah sangat dipaksakan, termasuk dengan mendisain segala cara untuk memperoleh justifikasi. Buktinya, segera setelah muncul banyak penolakan, di daerah terjadi lonjakan harga beras. Ini kita khawatirkan terjadi karena ada tangan yang bermain untuk mempercepat penerimaan dan pengakuan akan perlunya impor. Lagipula, seperti ditengarai oleh Gus Dur, kekacauan ini justru terjadi karena ada pihak yang memang dengan sengaja menyimpan beras untuk kemudian dijadikan sebagai alat menguntungkan dirinya sendiri.

Bagaimanapun, impor beras ini telah menyedot energi. Bahkan Presiden Yudhoyono sendiri telah memerintahkan keberpihakan kepada petani. Jadi, sebenarnya konsepnya sudah jelas. Hanya barangkali ada terlalu banyak kepentingan di dalamnya. Akibatnya, petani pun dikorbankan. (***)

Sinar Indonesia Baru, Jan 13, 2007

0 Responses to “Polemik Beras Semakin Ramai”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 780,228 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: