Untung Nelayan Indonesia yang ‘Menemukan’ AdamAir

UNTUNGLAH yang pertama kali menemukan bagian ekor pesawat AdamAir adalah nelayan bangsa sendiri. Untunglah nelayan bersahaja bernama Bakri itu melaporkan hasil temuannya kepada polisi. Dari temuan Bakri itu, akhirnya sampai ke Komandan Lapangan Udara Hassanuddin Marsekal Pertama Edy Suyanto. Ia kemudian mengembangkan temuan Bakri untuk pencarian pesawat nahas itu lebih lanjut.

Berkat temuan sang nelayan itu, misteri hilangnya AdamAir dalam perjalanan Surabaya-Manado awal Januari lalu, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Kita berharap seluruh misteri hilangnya pesawat itu terungkap. Dengan demikian, cerita tentang musibah yang amat memilukan itu bisa menjadi pelajaran berharga dalam dunia penerbangan kita.

Sekali lagi, yang membuat kita lega, sang penemu awal serpihan pesawat itu adalah nelayan Indonesia. Kenapa penting menyebut ‘nelayan Indonesia’? Karena entah apa jadinya jika yang menemukan bagian dari ekor pesawat AdamAir itu tim dari Amerika atau Singapura. Kedua negara itu memang menawarkan bantuan untuk ikut mencari hilangnya AdamAir.

Jika tim asing yang menemukan, makin lengkaplah ketidakmampuan bangsa ini dalam mengatasi persoalannya sendiri. Untuk menemukan ekor pesawat saja harus tim dari luar negeri? Lengkaplah citra bangsa yang semua kecakapan dan martabatnya kini tengah meluruh ke titik nadir itu.

Memang tawaran bantuan dari Amerika dan Singapura sesuatu yang dilematis. Jika menolak, akan dicap sombong. Karena, kenyataannya berhari-hari pesawat belum ditemukan. Bangsa ini memang tidak punya peralatan teknologi yang memadai untuk mencari pesawat yang hilang itu. Lalu, kalau menerima, kita menjadi bangsa yang amat mudah menyerahkan apa saja kepada pihak asing. Jadi, maju kena mundur kena! Menolak dicap sombong, menerima dituduh lembek.

Karena itu, kita menyayangkan kenapa pemerintah tidak mengerahkan seluruh ‘kekuatan’ untuk mencari AdamAir. Salah satu kekuatan itu adalah nelayan (selain Tim SAR, TNI Angkatan Laut, dan Angkatan Udara). Nelayanlah yang paham betul bagaimana laut harus disikapi dan ‘ditaklukkan’. Tidak ada satu pun di antara para pemimpin yang ingat orang-orang bahari itu punya kemampuan!

Itulah cermin dari kepanikan pemerintah setiap terkena musibah. Selalu tidak percaya pada diri sendiri. Karena itu, sekali lagi, penemuan ekor pesawat AdamAir oleh Bakri sungguh menyelamatkan muka bangsa dari rasa malu.

Karena itu, sudah amat tepat Wakil Presiden Jusuf Kalla secara spontan memberikan penghargaan kepada sang nelayan itu. Sebab, berapa harga diri bangsa yang harus dibayar jika yang menemukan pesawat bukan bangsa sendiri? Sekurang-kurangnya kita akan membayarnya dengan rasa malu. “Saya takut kalau yang menemukan lebih dulu orang asing,” kata Wapres.

Wapres benar. Karena itu, penghargaan Wapres tidak saja menyelamatkan muka kita, tetapi juga secara khusus akan menumbuhkan semangat kepedulian sebagai bangsa. Bakri memang menemukan bagian ekor pesawat secara tak sengaja. Karena itu, agar menjadi upaya yang terencana, para nelayan mestinya dilibatkan setiap ada musibah (laut).

Apa pun ceritanya, dalam musibah AdamAir, sudah amat pantas bangsa ini, terutama pemerintah, mengucapkan, “Terima kasih, Bakri.”

Media Indonesia, Minggu, 14 Januari 2007

Iklan

1 Response to “Untung Nelayan Indonesia yang ‘Menemukan’ AdamAir”


  1. 1 BREAKING_news Februari 19, 2007 pukul 11:16 pm

    apa benar terjun ke laut, bukan sungai? Klik link!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 791,556 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: