Masih banyak agenda yang harus diselesaikan

Pemilihan Ketua DPRD Solo, Kamis (11/1) lalu, berbuah kegagalan. Dua nama calon ketua DPRD, Hariadi Saptono dan YF Sukasno, gugur.
Hariadi mengantongi 17 suara, Sukasno sama sekali tak dapat suara, sementara jumlah suara yang abstain 18 suara. Berdasarkan tata tertib khusus (Tatibsus) pemilihan ketua Dewan, maka pemilihan tersebut tak menghasilkan ketua Dewan terpilih. Lantaran perolehan suara Hariadi tidak mengantongi 50%+1 suara. Sehingga, pemilihan ketua Dewan pun akan diulang kembali di mana PDIP harus mengajukan lagi dua nama calon ketua DPRD.
Buntut kegagalan pemilihan ketua Dewan pun berujung pada penolakan DPC PDIP atas hasil pemilihan, serta desakan revisi Tatibsus. PDIP menuntut rapat paripurna DPRD tentang pemilihan ketua Dewan dibuka kembali dengan agenda penetapan hasil penghitungan suara. DPC PDIP pun tidak akan menyerahkan dua nama calon ketua DPRD.
Terlepas dari berbagai polemik pascakegagalan pemilihan ketua Dewan, itulah dinamika politik di tubuh lembaga wakil rakyat Solo.
Tentunya para wakil rakyat yang terhormat itu mempunyai berbagai pertimbangan dalam memilih pimpinan di lembaga legislatif. Aturan dalam Tatibsus itu pun menurut para wakil rakyat ini, dibuat untuk benar-benar mencari sosok pimpinan Dewan yang diterima oleh mayoritas anggota Dewan. Jadi, jika suara abstain lebih banyak dari suara yang didapatkan calon ketua dalam hal ini Hariadi, artinya calon ketua tersebut tak diinginkan anggota dewan.
Memilih sosok ketua Dewan, memang tak gampang. Ada berbagai kriteria serba ideal, yang dituntut harus ada pada ketua Dewan terpilih. Kriteria itu mulai dari ketua Dewan harus akomodatif terhadap semua warna kepentingan partai yang ada di tubuh Dewan serta kepentingan rakyat, aspiratif, bertanggung jawab hingga andhap asor.
Kriteria-kriteria tersebut memang sangat beralasan. Tentunya warga Solo pun berharap ketua Dewan terpilih nantinya, benar-benar mampu mewakili kepentingan rakyat. Bukan kepentingan golongannya. Apalagi saat ini, lembaga legislatif pun dituntut mengubah imej yang tak sedap di masyarakat dengan memperbaiki kinerjanya.
Terlepas dari kontroversi pascakegagalan pemilihan ketua Dewan, pastilah kita harus menempatkan masalah tersebut sesuai aturan yang ada. Aturan yang sudah disepakati para anggota Dewan itu sendiri.
Namun masih banyak pekerjaan rumah serta agenda legislatif dan agenda eksekutif yang perlu segera ditangani. Tentunya wong Solo juga tidak mau jika nantinya program kerja yang telah disusun Pemkot dan DPRD-terutama program kerja yang menyentuh kepentingan publik- terbengkalai. Lantaran para wakil rakyatnya justru sibuk ngurusi pemilihan ketua Dewan. Saat ini, pembahasan APBD 2007 dikejar deadline, termasuk juga pembahasan 12 Raperda yang sampai kapan tak jelas hasilnya. Semua unsur di Dewan harus duduk bersama termasuk juga melakukan komunikasi politik guna memecahkan sumbatan politik yang ada, untuk segera menyelesaikan polemik ini dan segera mencari ketua Dewan.
Tak perlu menggembar-gemborkan kepentingan politik, warna partai, hingga kepentingan-kepentingan lain, semua anggota Dewan dituntut berpikir bijak, dengan menempatkan kepentingan wong Solo dalam memilih ketua Dewan yang bisa diterima semua pihak. –

sumber : solopos

Iklan

0 Responses to “Masih banyak agenda yang harus diselesaikan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 787,818 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: