Semangat perubahan di Tahun Baru Hijriah

Pergantian Tahun Baru Hijriah dari 1427 H menuju 1428 H besok akan diperingati umat Islam di Indonesia. Tidak jauh beda dari tahun sebelumnya, pergantian tahun baru Islam ini kita peringati dalam suasana penuh keprihatinan.
Bagaimana tidak, menjelang pergantian tahun, berbagai musibah yang menyedihkan beruntun mendera bangsa kita. Sejak dari tenggelamnya KM Senopati Nusantara, banjir di Riau, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), hilangnya pesawat Adam Air, hingga kecelakaan KA Senja Bengawan. Berbagai musibah ini menelan korban yang tidak sedikit. Menimbulkan kesedihan tak hanya bagi orang yang kena musibah, keluarga korban, tapi juga semua komunitas bangsa ini ikut berduka. Harus diakui, semua perasaan bela sungkawa, ikut prihatin, dirasa tidaklah cukup. Perlu ada langkah nyata agar musibah-musibah serupa tidak lagi terulang.
Bukankah berbagai musibah yang kita terima itu bukan semata-mata kehendak Yang Maha Kuasa? Bukankah manusia juga ikut memberi kontribusi terjadinya musibah itu? Berbagai musibah bisa dicegah atau paling tidak ditekan seminim mungkin dampaknya bila kita memang punya kemauan keras untuk itu. Intinya adalah kesediaan melakukan perubahan. Dan spirit Tahun Baru Hijriah adalah juga spirit perubahan. Hal ini dilandasi peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah pada 24 September 622 M silam. Muhammad memutuskan hijrah ke Madinah karena masyarakat Mekah sudah tidak lagi bersahabat dengan Nabi, tak bisa menerima dakwahnya. Hijrah itu sebagai langkah perubahan Muhammad untuk membuat sesuatu yang lebih baik di masyarakat Madinah. Benar, di tempat yang baru, Muhammad ternyata berhasil membangun peradaban baru yang lebih mencerahkan. Peristiwa hijrahnya Muhammad ke Madinah ini oleh sahabat Umar Bin Khattab dipakai sebagai awal penanggalan Islam.
Banyak cara dilakukan umat Islam dalam memperingati Tahun Baru Hijriah ini. Dalam budaya masyarakat Jawa-khususnya di lingkungan Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran, Tahun Baru Hijriah juga diperingati sebagai Tahun Baru Jawa. Mereka memperingatinya dengan melakukan kirab 1 Sura dengan mengirab benda-benda pusaka mengelilingi keraton maupun pura. Dalam masyarakat Islam, Tahun Baru Hijriah juga diperingati dengan berbagai aktivitas keagamaan.
Meski banyak cara memperingati pergantian tahun, hal paling pokok yang tidak bisa ditinggalkan adalah spirit atau semangat kita untuk terus berhijrah, meninggalkan hal buruk untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Bukan apa-apa, spirit berhijrah (perubahan) saat ini masih menjadi barang mahal bagi bangsa Indonesia. Bangsa ini masih malas untuk belajar dari berbagai peristiwa, musibah, yang pernah terjadi. Kemalasan untuk berubah ini yang mengakibatkan, meski sudah berulangkali berbagai bencana terjadi, toh kita belum mampu menangkapnya sebagai pelajaran berharga. Akibatnya peristiwa serupa terus saja terjadi dan terjadi. Boleh jadi-semoga saja tidak-musibah-musibah itu akan datang lagi di masa datang bila semua tak melakukan penataan total terhadap perilaku elemen bangsa ini. Yah, sudah saatnya kita untuk berubah. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? –

sumber : solopos

Iklan

0 Responses to “Semangat perubahan di Tahun Baru Hijriah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 788,198 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: