Supremasi Hukum Harus Tegak di Poso

KASUS Poso kini berkembang seperti tinta yang ditumpahkan di atas kertas buram sehingga merembes ke mana-mana. Polisi dicerca karena dianggap menembak warga yang tidak bersalah.

Polisi kelihatan sulit sekali menjelaskan kepada publik bahwa yang terjadi di Poso adalah kontak senjata antara polisi dan orang-orang atau gerombolan atau kelompok masyarakat yang juga menggunakan senjata api, bahan peledak, dan senjata tajam. Jadi, yang terjadi sesungguhnya adalah baku tembak antara polisi dan orang-orang bersenjata.

Konflik di Poso berkembang dalam banyak dimensi sehingga orang-orang mulai kehilangan akal sehat untuk melihatnya. Ada yang mendefinisikan itu sebagai konflik agama, ada yang meyakini sebagai konflik etnis, dan ada juga yang percaya konflik itu dipiara oleh elite lokal yang berkepentingan dalam pertarungan kekuasaan setempat. Tidak sedikit juga yang mengatakan konflik Poso tidak separah yang dibicarakan.

Terlepas dari itu, konflik memang ada. Bom diledakkan oleh orang-orang yang terampil. Senjata berada di tangan orang-orang sipil yang memiliki kemampuan dan kemauan berperang. Korban terus berjatuhan sejak meletus kerusuhan pada 1999 yang dipicu oleh perkelahian dua remaja berbeda agama.

Kalau konflik berkepanjangan dengan korban berjatuhan, apa solusi yang paling sah ditempuh negara? Tidak lain dan tidak bukan adalah menegakkan hukum. Yang membunuh, meledakkan bom, dan memegang senjata dengan tujuan perang harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Apalagi bila mereka diketahui pernah melakukan kejahatan menghilangkan nyawa orang lain.

Aparatur penegak hukum yang paling bertanggung jawab dalam kerusuhan seperti Poso tidak lain dan tidak bukan adalah polisi. Lembaga itulah yang oleh negara diberi kewenangan untuk melakukan tugas-tugas penegakan hukum demi tercipta keamanan dan ketertiban umum.

Jadi alangkah lucunya ketika polisi menembak–entah keliru sasaran atau tepat target–lalu seluruh legitimasi polisi di bidang penegakan hukum dituntut agar dicabut.

Pikiran seperti itu adalah kekeliruan yang amat menyesatkan. Polisi, entah salah entah benar, harus diberi tugas dan tantangan untuk terus melanjutkan upaya penciptaan ketenteraman dan kenyamanan. Dalam tugasnya, polisi memang dilengkapi senjata api. Artinya dalam situasi tertentu, dia boleh menembak.

Jika berhadapan dengan gerombolan yang memiliki senjata api dan peralatan perang serta melakukan perlawanan dengan tembakan senapan, polisi juga harus bisa berperang dengan gerombolan seperti itu. Bahwa dalam peperangan itu peluru polisi menyambar nyawa penduduk yang tidak berdosa, itu risiko tugas polisi.

Terhadap kekeliruan seperti itu, polisi tidak usah takut dibawa ke Komnas HAM atau apa pun bentuk penyelidikan lainnya. Akan tetapi, tidak boleh karena kekeliruan dalam tugas, polisi lalu kehilangan legitimasi di Poso.

Tidak ada supremasi lain di negara ini kecuali supremasi hukum. Karena itu, polisi terus dan harus didorong untuk semakin pandai dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

Tidak bisa dibayangkan kalau kekeliruan polisi memaksa kita membubarkan lembaga kepolisian. Apakah negara ini akan menyerahkan tugas penegakan hukum kepada kelompok sipil? Tidak bisa….

Media Indonesia, Kamis, 25 Januari 2007

1 Response to “Supremasi Hukum Harus Tegak di Poso”


  1. 1 li Desember 10, 2007 pukul 10:23 am

    dasar….. slalu sulawesi buat masalah. gila, barbar! fuck! mrk itu manusia apa bukan…. knp bisa melihat dan memenggal kepala sesama manusia….mereka benar2 perlu diamankan!!! masukkan penjara ato dibunuh satu2 pake SNIPER! saya sbg warga indonesia, ga mengakui mrk sbg warga indonesia.. MEMALUKAN! KEJI!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: