Dialog, Kunci Penyelesaian Poso

Sejak baku tembak polisi dengan warga sipil di Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin (22/1) lalu, yang menewaskan 14 warga dan seorang polisi, berbagai pesan singkat masuk ke redaksi. Isinya macam-macam. Dari ucapan belasungkawa atas wafatnya warga sipil, ajakan shalat ghaib, hingga kecaman kepada aparat keamanan yang dinilai sangat gegabah hingga menewaskan warga sipil tak berdosa. Di antara pesan pendek tersebut bahkan ada yang sama. Yang terakhir ini tentu menunjukkan pesan singkat yang sama telah dikirim dan diteruskan ke dan oleh beberapa orang. Kita yakin, pesan pendek tersebut tidak hanya diterima oleh redaksi Republika, tapi juga beredar luas di masyarakat.

Berbagai pesan yang bernada provokatif demikian tentu bisa berdampak negatif di masyarakat. Antara lain akan menciptakan rasa solidaritas yang berlebihan/fanatisme antar-pemeluk agama, memunculkan bibit permusuhan/kebencian kepada pemeluk agama lain, dan bahkan antipati terhadap aparat keamanan. Bila hal-hal tersebut dibiarkan tentu bisa membahayakan terhadap kerukunan kehidupan antar-umat beragama dan sekaligus persatuan bangsa. Bahkan hukum pun sulit ditegakkan lantaran aparat keamanan tidak berwibawa lagi.

Untuk menghentikan atau bahkan melarang berbagai pesan singkat yang bernada provokatif tersebut tentu mustahil dapat dilaksanakan. Kemajuan teknologi informasi yang begitu canggih telah memungkinkan orang per orang bebas menyebarkan segala informasi, termasuk hal-hal yang berbau fitnah sekalipun, kepada setiap orang tanpa bisa disensor. Bukan hanya lewat pesan singkat tapi juga melalui internet.

Dengan kondisi demikian, dalam kasus Poso misalnya, yang bisa kita lakukan barangkali hanya meminimalisasi tersebarnya berita-berita yang tidak benar dan bersifat fitnah. Caranya antara lain dengan berdialog dengan tokoh-tokah agama dan mereka yang terlibat dalam kasus Poso. Dari sini kita harapkan para tokoh agama bisa membantu meluruskan berita-berita negatif tersebut. Bahkan dengan dialog bukan hanya bisa meminimalisasi berbagai informasi yang bersifat fitnah, tapi juga untuk menyelesaikan kekerasan di Poso itu sendiri.

Cara kekerasan yang ditempuh aparat keamanan pada Senin lalu, bukan hanya menewaskan warga tak berdosa, tapi kini juga menambah persoalan baru. Antara lain berupa dendam keluarga korban yang menuntut balas serta pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang diarahkan kepada aparat keamanan. Ini belum termasuk akar persoalan konflik Poso itu sendiri.

Dalam hal penyelesaian masalah dengan dialog ini sebenarnya pemerintah cukup punya pengalaman dan sekaligus modal. Konflik dan kekerasan yang bertahun-tahun telah mengakar dan mendaging di bumi Aceh ternyata bisa diselesaikan dengan cara dialog. Dialog yang kemudian diteruskan dengan perundingan itu telah menghasilkan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki. Dari MoU Helsinki itu kini rakyat Aceh telah merasakan kedamaian yang diimpikan sejak lama. Bahkan Aceh juga telah berhasil memilih pasangan gubernur-wakil gubernur yang baru dalam pemilihan umum secara langsung oleh rakyat untuk yang pertama kalinya.

Hal serupa juga telah berhasil dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan konflik dan kekerasan berkepanjangan di Ambon. Dengan pengalaman dan modal penyelesaian kekerasan di Aceh dan Ambon tersebut, kita yakin pemerintah juga akan dapat menyelesaikan konflik Poso dengan damai. Kuncinya sekali lagi adalah dengan dialog dan perundingan. Kekerasan akan justru membuahkan kekerasan serupa.

Karena itu kita menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan mengundang tokoh-tokoh Islam untuk mendialogkan masalah kekerasan di Poso pada Sabtu (21/1) malam lalu. Kita berharap dialog ini akan diperluas dengan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Poso.

Republika, Senin, 29 Januari 2007

0 Responses to “Dialog, Kunci Penyelesaian Poso”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: