Kekisruhan Haji dan Kritik DPR yang Meluruh

PENYELENGGARAAN haji 2006 yang kacau masih terus menjadi pembicaraan orang ramai. Publik masih tak percaya bahwa urusan katering menjadi bisa kisruh begitu rupa, membuat 189 ribu jamaah haji Indonesia tidak menerima makanan selama dua hari. Itu sungguh kasus yang amat memalukan sepanjang penyelenggaraan haji.

Karena itu, wajar jika ketika kasus tersebut mencuat para anggota DPR dengan lantang mengkritik manajemen haji yang kacau itu. Bahkan, beberapa wakil rakyat itu menuntut Menteri Agama Maftuh Basyuni mundur. Mereka juga mengancam melakukan interpelasi dan angket.

Akan tetapi, spirit mengoreksi para anggota dewan itu seperti melisut begitu saja. Orang bilang seperti gertak sambal. Keras di awal meluruh di akhir. Itulah kenyataan yang terjadi ketika para politikus Senayan menggelar rapat kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama yang berlangsung tujuh jam, Senin (29/1).

Permintaan maaf Maftuh pun manjur untuk meredam adrenalin para politikus. Dewan memahami kelaparan yang menimpa para tamu Allah di Tanah Suci itu karena perusahaan katering dari Arab Saudi yang menangani jemaah Indonesia.

Bahkan, dalam salah satu butir kesimpulan rapat kerja yang diteken Menteri Agama dan Wakil Ketua Komisi VIII Aisyah Hamid Baidlowi, DPR mengimbau Kerajaan Saudi meminta maaf kepada para jemaah Indonesia. Tetapi, sama sekali tidak ada rekomendasi agar Menteri Agama meminta maaf atas peristiwa yang memalukan itu.

Padahal, sangat terang benderang, kekisruhan katering haji itu tak lepas dari tanggung jawab penyelenggara, yakni Departemen Agama. Ia mengalihkan jasa katering dari Muasasah kepada ANA for Development. Pengalihan itu tanpa mempertimbangkan rekam jejak perusahaan itu dan tidak mau koordinasi dengan Kedutaan Besar RI untuk Arab Saudi.

Seluruh carut-marut persoalan haji tak lepas dari Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. UU itu menutup pintu rapat-rapat terhadap partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan haji. Sebaliknya, memberikan kewenangan terlalu banyak kepada Menteri Agama. Dalam dalil kekuasaan, kewenangan mutlak di mana pun rawan penyimpangan.

Kini, saatnya berbenah serius untuk ibadah haji. Sebab hampir di setiap penyelenggaraan haji selalu muncul persoalan. Padahal, haji adalah ibadah yang tidak ringan. Ia perlu fisik yang prima dan keuangan yang cukup. Karena itu, tidak ada jalan lain, harus ada reformasi kelembagaan penyelenggaraan ibadah haji agar para jemaah bisa khusyuk beribadah.

Dalam manajemen modern, operator dan regulator tidak bisa berada dalam satu genggaman. Pasti terjadi monopoli yang berakibat biaya tinggi dan berjalan tanpa pengawasan. Itulah yang terjadi dengan haji. Departemen Agama bertindak sebagai operator sekaligus regulator.

Sebaiknya, Departemen Agama cukup bertindak sebagai regulator. Operatornya diserahkan kepada swasta atau bisa badan independen yang dibentuk khusus untuk itu. Pemisahan yang tegas antara regulator dan operator itu lebih menjamin adanya pengawasan, transparansi, dan profesionalitas dalam mengelola penyelenggaraan ibadah haji.

Reformasi kelembagaan itu hanya bisa dilakukan jika pemerintah dan DPR mau merevisi Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Revisi itu harus memuat keberadaan dewan pengawas independen.

Dewan pengawas itulah yang melakukan investigasi jika terjadi kekisruhan penyelenggaraan ibadah haji oleh operator. Tidak perlu lagi Presiden membentuk tim investigasi. Apalagi jika kredibilitas tim itu diragukan.

Media Indonesia, Rabu, 31 Januari 2007

0 Responses to “Kekisruhan Haji dan Kritik DPR yang Meluruh”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: