Banjir Lagi! Tanya Kenapa?

Hujan yang melanda Jakarta dan sekitarnya dalam tiga hari terakhir ini membuat warga panik. Banjir terjadi di mana-mana. Di perumahan, juga di pusat-pusat perekonomian dan pemerintahan. Air mengepung dari segala penjuru. Tidak lumpuh benar, tapi sebagian aktivitas terhambat. Tak usahlah diceritakan lagi ribuan orang yang menderita akibat rumahnya terendam air.

Banjir kali ini bahkan disebut-sebut melebihi banjir yang menimpa Jakarta pada 2002 silam. Ini karena kawasan yang terkena lebih luas dari lima tahun lalu. Bagaimanapun, hujan sebagai peristiwa alam memang tak bisa kita cegah sebagaimana kita mau. Kita hanya bisa memanjatkan doa agar hujan tak lagi turun sepanjang hari ini, agar air surut dan keadaan kembali normal.

Terlepas dari peristiwa alam, semestinya musibah banjir yang menimpa warga Jakarta, Tangerang, Bekasi ini bisa diantisipasi. Setidaknya kita bisa belajar dari banjir hebat sebelumnya. Apalagi kita percaya bahwa alam tak seganas yang kita kira bila memang telah mendapat “perlakuan” sebagaimana mestinya. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang tidak peduli pada alam sehingga membuatnya berubah menjadi musibah. Tanya kenapa?

Melihat luasnya kawasan yang terkena banjir, penanganan terpadu menjadi sebuah keharusan. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah DKI saja, tapi juga pemerintah di sekitarnya yakni Tangerang, Bekasi, dan juga Bogor. Pemerintah pusat harusnya juga berperan, mengingat Jakarta merupakan Ibu Kota negara. Wajah Jakarta adalah wajah Indonesia di mata dunia.

Tim terpadu yang terdiri dari pemerintahan terkait tadi duduk satu meja. Buatlah sebuah perencanaan penanganan banjir yang utuh untuk kawasan Jabodetabek. Sebab, penanganan banjir yang parsial dan dilakukan sendiri-sendiri bukan tidak mungkin hanya memperparah keadaan dan banjir tetap datang setiap tahunnya.

Buruknya drainase menjadi penyebab banjir di pusat-pusat kota dan perumahan. Air hujan tidak mengalir di saluran-saluran yang ada. Ini memperlihatkan bahwa proyek-proyek pembuatan drainase –baik oleh pemerintah maupun developer– tidak dilakukan dengan baik, sehingga curahan air hujan menjadi meninggi dan banjir tak terelakkan. Harus ada standar yang baku untuk pembuatan drainase tersebut. Yang tak mengindahkan, diberi sanksi tegas.

Selain itu, kantong-kantong yang menjadi penyangga air seperti situ atau rawa-rawa sudah banyak hilang diganti dengan perumahan atau gedung perkantoran. Tak ada lagi tanah untuk resapan air. Pada musim kemarau kawasan sekitarnya mengalami kekeringan. Di musim hujan banjir tak terhindarkan. Di sinilah pentingnya melestarikan situ-situ serta rawa-rawa di lingkungan kita. Untuk itu diperlukan aturan ketat terhadap developer-developer yang mengubah fungsi situ-situ tersebut.

Daerah aliran sungai juga mesti diperluas dan diperdalam. Bukan hanya pada musim hujan, tapi juga di musim kemarau. Hal ini dilakukan agar ketika musim hujan tiba, air dapat mengalir dengan lancar hingga ke laut dan tidak sebaliknya yakni “mengumpul” di kantong-kantong pemukiman dan pusat kota. Proyek banjir kanal di Jakarta perlu segera diselesaikan.

Yang tak kalah pentingnya adalah peran serta kita sebagai masyarakat untuk sama-sama mengantisipasi terjadinya banjir. Harus kita akui, masih ada masyarakat yang membuang sampah seenaknya di aliran sungai atau kali. Padahal perbuatan ini memicu terjadinya penyempitan dan pendangkalan sungai. Kalau sudah begitu, banjir sudah di depan mata. Tinggal menunggu datangnya hujan saja. Semoga saja kita bisa belajar dari banjir kali ini.

Republika, Sabtu, 03 Februari 2007

0 Responses to “Banjir Lagi! Tanya Kenapa?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Februari 2007
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: