Pers & kambing hitam

9 Februari hari ini insan pers di Indonesia, khususnya mereka yang menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), memperingati Hari Pers Nasional dan HUT Ke-61 PWI.

Apa yang bisa diperbuat oleh korps jurnalis saat peringatan momentum kelahiran salah satu organinasi kewartawanan di negeri ini dirayakan?
Banyak hal yang bisa dilakukan. Apalagi di tengah keprihatinan bangsa yang terus mendera negeri kita selama ini. Setidaknya seperti disampaikan Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azam beberapa waktu lalu bahwa Pers harus mengambil peran besar dalam ikut serta menanggulangi tingginya angka kemiskinan dan pengangguran negeri ini, tidak cukup ekadar mengkritik. Tentu saja, peran besar yang dimaksud di sini adalah sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai institusi pers. Karena seperti kita ketahui bersama, pers nasional adalah media yang bertugas sebagai penyebar informasi, mendidik kepada kebaikan dan kebenaran, memberi hiburan yang sehat dan menjadi pengontrol ketidakadilan sosial bahkan pewarisan nilai-nilai moral dan budaya.
Akan tetapi pers bukanlah departemen penerangan, bukan pula departemen pendidikan, departemen tenaga kerja atau departemen sosial dan bukan pula polisi yang menjadi petugas pemberantas kejahatan dan ketidakadilan. Pers juga bukan LSM yang terkadang dianggap oposan atas kebijakan pemerintah.
Seperti diamanatkan UU No 40/1999 tentang Pers bahwa masyarakat dapat melakukan kegiatan untuk mengembangkan kemerdekaan pers dan menjamin hak memperoleh informasi yang diperlukan. Sebaliknya, masyarakat juga diperbolehkan memantau dan melaporkan analisis mengenai pelanggaran hukum, etika, dan kekeliruan teknis pemberitaan yang dilakukan pers.
Karenanya, peran dan fungsi pers yang dijalankan dalam ikut serta membangun negeri ini adalah menyampaikan peristiwa, kejadian, fakta-fakta sosial yang ada di masyarakat secara adil, benar, seimbang dan sesuai dengan etika, nilai serta norma yang ada. Tetapi, tugas mulia itu sering kali disalah artikan oleh banyak kalangan mulai masyarakat di tingkat bawah hingga para pejabat. Pers bahkan menjadi kambing hitam, dianggap sebagai biang kerok kekisruhan, gagalnya pembangunan dan sebagainya. Kesalahpahaman ini terjadi karena ketidaktahuan masyarakat dan pejabat akan fungsi dan peran pers yang sesungguhnya. Namun di sisi lain, pers yang tidak profesional, juga telah merusak citra pers itu sendiri di mata masyarakat dan pejabat.
Sebagai contoh ketidaktahuan terhadap fungsi dan pers itu misalnya tercermin dari pernyataan Menko Kesra Aburizal Bakrie baru-baru ini yang menyalahkan media massa karena dianggap telah membesar-besarkan bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya. Sebab pada kenyataannya, jelas Aburizal, banyak pengungsi banjir yang masih dapat tersenyum bahkan tertawa-tawa. Ini contoh bahwa seorang pejabat tidak melihat fakta bahwa banjir telah membuat sebagian warga Ibukota dan sekitarnya menderita. Itu adalah fakta, bukan media massa yang membesar-besarkannya.
Karenanya, di saat tanggal 9 Februari ini menjadi fokus pandang sebagian insan pers negeri ini, alangkah baiknya jika kemudian kita merenungkan kembali apa dan bagaimana seharusnya menjalankan fungsi dan peran pers secara benar dengan menjunjung nilai-nilai keadilan, dan kebenaran. –

sumber : solopos

3 Responses to “Pers & kambing hitam”


  1. 1 hatinurani21 Agustus 17, 2007 pukul 5:20 pm

    Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.

  2. 3 Muslim Solidarity Maret 16, 2008 pukul 1:35 pm

    Maksud lo??!!!
    Asal tahu aja ya, Al-Quran tuh selalu sesuai dengan zaman. Lo nya aja yang BEGO gak bisa menafsirkan apa yang memang ada dalam Al Quran.
    Qta qta aja yang gak lom ngerti banget Al Quran ngerti n tahu apa maksud Allah dalam KitabNya..
    Injil emang..bisa diperbaharui alias di upgrade..tapi, Al Quran sowry yaw gak berani takut Allah langsung ngasih azab.
    N btw lo pernah baca ayat Al Quran yang isinya bahwa arti dalam Al Quran itu hampir semua mengandung makna tersirat. N para Ulama dan Ahli Al Quran pun gak sembarang buat menafsirkan.
    Jangan sampe yang lo bahas itu tentang poligami doang, coz asal lo tahu yang ngebalas ini jg cewek yang dipoligami tapi siapa yang sangka justru suami gw tuh adil baik ke masalah lahir dan batin. Mungkin kalo lo yang berpoligami justru istri lo bakalan minta cerai dalam waktu yang bersamaan karena lo gak adil
    NB : Jangan macem – macem dalam hal menafsirkan suatu ayat dalam Kitab Suci apalagi Al Quran!!Kalo semua Umat Muslim tahu lo MATI!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Februari 2007
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: