Dana Mubazir

Bank Dunia kembali memublikasikan kajiannya terhadap perekonomian Indonesia. Kali ini, Pengeluaran Publik Indonesia 2007, menjadi fokus kajian. Hasilnya, mungkin cukup mengejutkan; sampai November 2006, sebanyak Rp 96,69 triliun anggaran daerah belum digunakan, alias nganggur!

Itu jelas bukan jumlah sedikit. Jelas pula bisa bermanfaat bagi pembangunan infrastruktur di daerah-daerah, sehingga mampu menunjang pemerataan pembangunan di daerah bersangkutan. Namun, kajian itu menyebutkan banyak pemerintah daerah (pemda) kesulitan membelanjakan tambahan sumber daya anggarannya. Akibatnya, anggaran yang tidak dibelanjakan terus meningkat.

Padahal, di sisi lain, pembangunan infrastruktur di daerah-daerah bakal sangat membantu pertumbuhan ekonomi di daerah itu sendiri. Kelengkapan serta kualitas infrastruktur yang memadai, bukan tak mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Dan kehadiran investasi di suatu daerah bisa diharapkan berdampak positif secara ekonomi bagi masyarakat daerah. Tapi, situasi dan kondisi itu sulit diharapkan akan terlihat dalam jangka pendek. Bahkan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pun mengakui ada kelambanan pemda dalam penyerapan anggaran.

Kita jelas tidak mengharapkan dana begitu besar sama sekali tidak terpakai sementara banyak persoalan infrastruktur butuh penyelesaian segera. Terutama di daerah-daerah pascabencana. Jumlah Rp 96,69 triliun itu akan bertambah besar jika memperhitungkan pula rekening pemda di Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang juga nganggur dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Mudah dibayangkan, ratusan triliun dana tak terpakai, sedangkan publik teramat sangat membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan infrastruktur.

Tak pelak lagi, kita berharap dana-dana mubazir seperti itu harus secepatnya dimanfaatkan. Aparat di daerah sudah saatnya meningkatkan kemampuan mengelola keuangannya sendiri. Ini tentu termasuk juga memperbaiki penyusunan perencanaan anggaran daerah.

Faktor mentalitas aparat juga perlu mendapat perhatian. Sebab, selama ini, terkait upaya-upaya penegakan hukum, justru muncul keengganan para pelaksana proyek bakal terjerat proses hukum. Fenomena kekhawatiran ini muncul secara kolektif, baik di daerah maupun di pusat. Akibatnya, pelaksanaan proyek jadi tidak efektif dan serba ragu.

Jika semua prosedur dan proses tender dilakukan secara terbuka dan transparan, serta bisa dipertanggungjawabkan, haruskah takut? Atau, jangan-jangan, lantaran sudah terbiasa menjadikan dana proyek sebagai ajang korupsi, makanya ketakutan itu muncul. Ini jelas bukan yang kita harapkan. Kita butuh pimpinan (pelaksana) proyek yang berani berbeda di tengah masih kuatnya budaya korupsi.

Selain mencari pelaksana proyek, terutama di daerah, yang bermental seperti itu, kita butuh juga perbaikan kesadaran tentang pentingnya implementasi anggaran. Selama ini, banyak aparat di daerah kelihatannya belum sepenuhnya menyadari anggaran sebagai kunci pertumbuhan ekonomi. Jika ada keterlambatan dan penundaan dalam implementasi anggaran, makanya akan berakibat pada melambatnya pertumbuhan ekonomi. Dan itu berarti upaya peningkatan kesejahteraan publik juga bakal tersendat.

Hal lain yang tak bisa pula diabaikan adalah masalah hambatan politik dan birokrasi di daerah. Harus diakui, implementasi otonomi daerah belum berjalan seperti yang diharapkan; lebih sering menjadi wacana politik ketimbang memperkuat pilar-pilar ekonomi daerah. Banyak sekali dampak negatif yang terjadi akibat proses yang salah kaprah tersebut. Di daerah masih ada situasi tidak pasti, bahkan anarkis dalam politik dan birokrasi. Faktor ini jelas berdampak negatif terhadap perekonomian, seperti ratusan triliun dana daerah yang mubazir.

Miris rasanya membayangkan sebuah negeri dengan sumber daya alam melimpah dan dana memadai, tapi tak ada yang mau benar-benar bekerja cuma karena takut dituduh korupsi.

Republika, Selasa, 13 Februari 2007

0 Responses to “Dana Mubazir”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Februari 2007
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: