Utamakan keselamatan

Belum sempat terungkap misteri penyebab hilangnya pesawat Adam Air beserta 96 penumpang dan 6 awaknya di awal tahun 2007 ini, transportasi Indonesia kembali memakan korban.
Kali ini, 21 nyawa melayang setelah Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-200, Rabu (7/3), gagal mendarat di landas pacu Bandara Adisucipto Yogyakarta sehingga pesawat berpenumpang 133 orang dan tujuh awak itu meledak dan terbakar.
Saat pesawat Boeing 737-300 milik maskapai penerbangan Adam Air hilang, sebagian pihak menuding murahnya tarif menyebabkan operator tidak mampu melakukan perawatan yang baik kepada pesawatnya sehingga mudah rusak dan celaka. Tapi Kecelakaan Boeing 737-400 milik Garuda seakan membawa pesan kepada masyarakat bahwa tarif murah bukan satu-satunya pemicu kecelakaan. Terbukti jasa transportasi penerbangan yang mematok tarif paling mahal pun bisa mengalami kecelakaan yang tragis. Lalu di mana letak permasalahannya?
Akibat kecelakaan transportasi baik laut udara maupun darat beruntun melanda negeri ini, terdengar cukup santer desakan agar Menteri Perhubungan Hatta Radjasa mundur dan diganti. Namun apakah ini akan menyelesaikan masalah? Bukankah kecelakaan ini sudah sering terjadi sebelum Hatta Radjasa menduduki jabatan tersebut?
Bahwa Hatta bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan kinerja jajarannya untuk menjamin keselamatan penumpang angkutan, tentu kita sepakat. Dan hal ini diakui atau tidak telah mulai diupayakan Hatta dengan menerapkan beberapa regulasi baru terkait dengan keselamatan penumpang yang harus dipatuhi operator angkutan umum, termasuk Bandara.
Masalahnya, pemerintah tak mungkin atau tak mampu mengawasi satu persatu operator angkutan yang ada di negeri ini. Dengan mudah kita temukan operator yang tak mengindahkan regulasi demi mencari keuntungan semata, tanpa ada tindakan hukum yang semestinya. Tidak tersedianya alat-alat pengaman seperti sekoci dan pelampung yang memadai misalnya, atau pemuatan penumpang melebihi kapasitas yang diizinkan, adalah sedikit dari pelanggaran itu.
Ini adalah bukti bahwa regulasi belum ditaati, baik oleh operator maupun oleh pemerintah sendiri. Bahkan keberadaan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun belum mampu berbuat banyak untuk mengatasi masalah ini. Bila Hatta Radjasa tidak segera menemukan jalan untuk mengatasi masalah ini, mungkin dia memang kurang kapabel memimpin jajaran Departemen Perhubungan. Dan atas pertimbangan inilah (bukan atas pertimbangan politik atau kepentingan lain) Presiden harus mulai mencari penggantinya.
Sambil menunggu tindakan konkret untuk menjamin keselamatan kita saat menggunakan jasa transportasi umum, kita berharap Safety Manajemen System (SMS) yang baru saja diberlakukan untuk seluruh sarana transportasi segera terwujud. Program ini menargetkan akan diterapkan menyeluruh di tahun 2009, semoga tak perlu selama itu.
Sistem ini mengharuskan setiap alat transportasi diperiksa rutin sehingga aspek keselamatan bisa lebih terjamin. Sebagai penumpang alias pengguna jasa transportasi, kita pun harus lebih berhati-hati. Jangan memaksakan bepergian bila kondisi tidak mendukung, misalnya saat cuaca buruk atau kapasitas penumpang tak memungkinkan lagi. Di atas semua itu, tentu banyak-banyak berdoa memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa. –

sumber : solopos

0 Responses to “Utamakan keselamatan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: