Badai belum Berlalu

MUSIBAH dan bencana masih erat membelit negeri ini. Kita seolah bergerak cepat dari bencana banjir ke gempa bumi, dari kecelakaan kapal laut ke pesawat terbang, dari longsor ke badai. Semuanya menelan korban jiwa.

Badai telah memporakporandakan kehidupan masyarakat. Puting beliung dan angin kencang mencabut rumah-rumah penduduk, menghempaskan pepohonan dan memakan korban.

Badai pun membuat para nelayan tidak melaut karena gelombang yang tinggi.

Kapal-kapal penyeberangan tertambat kuat di dermaga tak berlayar. Petani panen lebih awal karena padi roboh tersapu angin kencang. Suasana tak nyaman menghantui bangsa ini.

Badai Jacob dan George memang sedang bertamu ke kawasan ini. Meski ramalan Badan Meteorologi dan Geofisika menyebutkan kedua badai tersebut kini mulai berlalu, namun masih meninggalkan jejak. Ditambah badai Isobel yang muncul di perairan Australia memperpanjang badai tropis terutama di Indonesia Timur.

Kekuatan Jacob dan George boleh melemah tapi badai belum berlalu. Bahkan ada ramalan dalam dua tiga bulan ke depan, negeri tropis ini masih dibayangi ancaman La Nina.

Betapa mengerikan ketika tiba-tiba sebuah kawasan diterjang badai. Masyarakat, terutama di kawasan terpencil, panik menyelamatkan diri. Tidak ada informasi awal yang membuat mereka bisa berjaga-jaga dan bersiaga.

Berbeda dengan di kota. Ada banyak sumber informasi yang bisa diakses. Melalui radio, televisi, dan koran-koran, masyarakat kota bisa menjadikan ramalan BMG sebagai rujukan, meski sering pula ramalan tersebut meleset.

Tapi di desa? Tidak ada informasi tentang badai yang akan datang. Masyarakat yang biasanya karib dengan tanda-tanda alam kini kehilangan orientasi. Isyarat-isyarat semesta tidak lagi bisa menjadi suar. Sinyal-sinyal jagat seakan mengalami distorsi akibat ulah manusia sendiri.

Pemerintah seharusnya mempunyai solusi agar tidak muncul korban yang lebih besar.

Sudah saatnya menghentikan kebiasaan retorika politik yang penuh basa basi.

Pemerintah dengan berbagai cara harus memberikan informasi lebih awal kepada masyarakat tentang badai yang mungkin menerpa sebuah kawasan. Ramalan BMG menjadi panduan bagi aparat untuk menyiapkan masyarakat dari ancaman badai.

Bangsa ini memiliki tabiat buruk yang memandang remeh informasi penting untuk publik. Akibatnya, ketika bencana tiba, negeri ini menjadi ladang pembantaian massal. Hanya sedikit yang bisa menyelamatkan diri. Itu pun semata-mata karena faktor nasib. Bukan karena piawai bersiaga.

Bencana demi bencana selain menelan korban jiwa juga telah menyedot dana dalam jumlah besar. Anehnya, meski bencana datang bertubi-tubi pada tahun 2006 dan sebelumnya, pemerintah hanya mengalokasikan Rp2 triliun sebagai dana bencana dalam APBN tahun 2007. Padahal hingga Februari 2007 saja, kebutuhan dana bencana sudahÿ20mencapai sekitar Rp4,6 triliun. Beban fiskal dialokasikan dalam APBN Perubahan 2007.

Aparat pemerintah agaknya belum paham benar bahwa rakyat berhak mendapat informasi untuk penyelamatan diri jika sesewaktu terjadi bencana. Pemerintah merasa lebih nyaman dengan memberikan bantuan setelah terjadi bencana daripada melakukan tindakan pencegahan.

Ancaman badai masih panjang. Jacob dan George boleh pergi, tapi La Nina segera menjelang. Jika Jacob dan George membawa hujan lebat dan angin kencang, La Nina akan menyebabkan kemarau teramat kering akibat anomali cuaca.

Kita masih harus menghela napas panjang karena badai belum berlalu.

Media Indonesia, Selasa, 13 Maret 2007

0 Responses to “Badai belum Berlalu”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: