Lumpur

Cara penanggulangan lumpur Lapindo di Sidoarjo benar-benar tergambar pada nasib warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perum TAS) I. Terjadi permainan nasib dengan alasan yang beraneka yang membuat situasi menjadi tidak masuk akal.

Tak sebagaimana warga Desa Renokenongo, Jatirejo, Siring, dan sebagian warga Desa Kedungbendo, korban lumpur di Perum TAS I tak mendapatkan ganti rugi. Mereka harus rela menerima satu dari enam arahan Presiden, yakni relokasi plus. Konsep ini belum matang benar karena pemerintah pusat menyerahkannya kepada bupati. Namun, intinya, warga Perum TAS I akan mendapatkan rumah di tempat yang ditentukan pemerintah, bukan uang tunai.

Bagi warga Perum TAS I, solusi ini tidak masuk akal. Mereka dengan warga desa lain sama-sama korban lumpur, tapi perlakuan ganti rugi berbeda. Alasannya pun mengada-ada bahwa mereka adalah korban ledakan pipa gas Pertamina pada 22 November, setelah warga desa lain dinyatakan sebagai korban lumpur yang akan mendapat ganti rugi. Padahal, pipa Pertamina pun meledak karena turunnya permukaan tanah akibat semburan lumpur.

Status Perum TAS I menggambarkan gambaran besar kuatnya tarik-menarik pertanggungjawaban semburan lumpur. Dengan konsep relokasi plus, jelas bahwa warga perumahan itu akan menjadi bagian dari penanggulangan dampak infrastruktur, berarti tanggungan pemerintah. Sementara, warga desa lain adalah tanggungan PT Lapindo Brantas.

Gambaran besar seperti itu tampak pada pergulatan pendapat di Jawa Timur, Senayan, dan di kalangan anggota kabinet. Proses hukum atas kasus semburan lambat, padahal Kapolda Jawa Timur menyatakan masalah ini akan menentukan siapa penanggung jawab bencana, apakah ”alam” atau Lapindo.

Pemerintah seakan mendua. Pertama ”menyalahkan” Lapindo, sehingga perusahaan ini harus menanggung beban Rp 4,2 triliun. Pada saat yang sama, ”menganggap” semburan sebagai bencana alam, sehingga APBN harus menanggung Rp 3,4 triliun.

Angka ini terbagi secara sederhana saja atas dampak semburan. Lapindo menanggung dampak sosial. Pemerintah menanggung dampak infrastruktur. Sementara, pertanggungjawaban atas sebab semburan menjadi semu dan rumit, tak ubahnya polemik antara pendukung teori mud volcano dan penganut dakwaan salah mengebor.

Di kabinet, peta serupa tampak pada menteri yang mengumumkan pembagian tanggung jawab atas dampak semburan dan menteri yang kebingungan memenuhi anggaran. Nilai Rp 3,4 triliun tiba-tiba saja menjadi beban pemerintah karena Lapindo hanya sanggup memenuhi Rp 4,2 triliun dari nilai kerugian Rp 7,5 triliun.

Tak perlu menjadi menteri keuangan untuk dapat melihat bahwa situasi ini bermasalah. Kita tidak tahu bagaimana audit terhadap kemampuan Lapindo dan pemiliknya berjalan yang membuat angka itu muncul. Tapi, kita tahu sebenarnya bukan pemerintah yang menanggung, melainkan rakyat karena situasi itu membuat defisit anggaran negara ini kian parah dan kita akan menambalnya dengan utang atau jual aset.

Menurut Bappenas, kerugian semburan lumpur Lapindo jauh di atas Rp 7,5 triliun karena belum termasuk kerugian potensial. Kita pun mencatat banyak peluang ekonomi hancur. Perekonomian Jawa Timur terhambat 30-40 persen. Ongkos transportasi melonjak. Target pertumbuhan meleset.

Bencana ini memiskinkan banyak orang. Tidak saja di Sidoarjo atau Jawa Timur, tapi di seantero negeri. Dan, sebagaimana tergambar pada persoalan Perum TAS I, kita tak melihat penjelasan yang jujur mengapa pada kasus ini sebagian orang harus menjadi lebih miskin, sementara sebagian lain bertahan dengan kekayaannya.

Republika, Rabu, 14 Maret 2007

0 Responses to “Lumpur”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: