Kejujuran Elite Sedang Diuji

Dugaan aliran dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang menyebar ke mana-mana mulai benar adanya. Setidaknya bisa kita lihat dari pengakuan mantan calon presiden pada Pilpres 2004, M Amien Rais. Dengan jujur mantan ketua umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku menerima cek senilai Rp 200 juta dari menteri DKP saat itu, Rokhmin Dahuri, yang kini menjadi tersangka korupsi penyalahgunaan dana nonbujeter DKP.

Tentang aliran dana yang menyebar ke calon presiden, partai politik, serta sejumlah politisi itu terungkap dalam sidang yang mengadili Rokhmin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi beberapa waktu lalu. Dalam kesaksiannya, Kepala Bagian Umum Ditjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Didi Sadili, mengakui dirinya ditunjuk Rokhmin untuk mengelola dana nonbujeter. Dana itu disebutkan ada yang mengalir ke Amien Rp 400 juta, Mega Center Rp 280 juta, Tim Sukses Susilo Bambang Yudhoyono Rp 387 juta, Blora Center 40 juta, serta Tim Sukses Wiranto Rp 20 juta.

Hingga kini baru Amien seorang diri yang mengakui menerima dana tersebut dalam bentuk cek yang diserahkan langsung oleh Rokhmin. Uang tersebut oleh Amien diserahkan kepada bendahara DPP PAN. Bahkan, Amien menyatakan siap apabila dirinya dijadikan tersangka dan masuk penjara karena terbukti melanggar perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan para politisi serta tim kampanye yang disebutkan oleh Didi menerima dana nonbujeter DKP, sampai saat ini belum ada yang mengakuinya. Mereka berkelit dengan seribu jurus dari delapan penjuru angin.

Jauhkan prasangka kita terhadap gerakan politis yang mungkin dilakukan Amien. Kita seharusnya melihat positif bahwa tindakan terpuji dari guru besar ilmu politik UGM ini sebagai sebuah pengakuan yang jujur dari seorang elite. Secara ksatria Amien mengakuinya dan kalau memang dianggap melanggar hukum dia sudah siap dengan segala risikonya. Perilaku jujur seperti inilah yang mestinya menjadi pijakan bagi para elite kita dalam setiap gerak langkahnya. Apalagi mereka merupakan para pemimpin, baik untuk skala kecil maupun skala yang lebih besar yakni nasional.

Para elite kita seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat luas. Tidak cuma dalam ucapan tapi juga dalam setiap tindak-tanduknya. Bukankah pascatumbangnya rezim Orde Baru, kita sepakat untuk sama-sama membangun negeri ini lebih demokratis dan jauh dari perilaku korup.

Bagaimana mungkin rakyat akan mengikuti imbauan untuk melawan korupsi, kalau kalangan elite sendiri punya seribu macam alasan untuk menghindar bila dirinya diduga terlibat tindakan korupsi. Bukan rahasia lagi bahwa banyak para elite yang mendadak sakit ketika akan diperiksa dalam kaitan korupsi yang dituduhkan kepadanya.

Kejujuran memang sudah seperti barang langka di antara para elite kita. Ketika terkait dugaan korupsi, misalnya, dengan mudah mereka memakai pengacara mahal dan ternama untuk bisa membebaskannya lewat tafsiran pasal-pasal dalam UU. Celakanya, aparat hukum kita belum semuanya bebas dari mafia peradilan.

Seharusnya para elite kita malu dengan terkuaknya aliran dana nonbujeter DKP. Ketika ramai-ramai mereka mengampanyekan perang terhadap korupsi, di sisi lain mereka melakukannya. Atau, memang urat malu para elite kita mungkin sudah putus?

Sebenarnya, dalam kaitan aliran dana nonbujeter DKP ini kita baru pada tahap menunggu kejujuran para elite yang menerimanya. Tetapi, mendengar pengakuan itu saja betapa susahnya. Di sinilah kejujuran para elite kita sedang diuji. Maukah mereka menularkan kejujuran kepada rakyat?

Republika, Sabtu, 19 Mei 2007

2 Responses to “Kejujuran Elite Sedang Diuji”


  1. 1 arul Mei 29, 2007 pukul 12:47 am

    “Kita seharusnya melihat positif bahwa tindakan terpuji dari guru besar ilmu politik UGM ini sebagai sebuah pengakuan yang jujur dari seorang elite.”

    jujur demi ambisi politik?? saya rasa bukan itu deh… kalo memang jujur yah.. dari awal loh jujurnya.. koq sekarang baru jujur sih???

    jujur yang dibuat2 dan mestinya dari awal tidak menerima dana tersebut .. itu baru jujur dong….

    Sependapat sekali dengan keteladanan.. tapi saya liat keteladanan itu tidak muncul dari elit kita…. semuanya pada gak jujur….

  2. 2 Yui Juni 9, 2007 pukul 10:22 am

    Dibohongi rasanya sakit sekali…apalagi kalau dibohongi berkali-kali
    Sampai-sampai dalam diri kita bersumpah tidak akan percaya apapun yang akan dikatakan oleh si pembohong…
    Saya juga sempat tidak percaya akan apa yang dilakukan oleh Mantan Ketua MPR kita ini. Apakah dari hati yang paling dalam atau hanya untuk meraih simpatik…
    Tapi saya sangat menghargai kejujuran beliau…Di saat semua orang yang menerima DKP berkelit beliau berani sekali mengaku dan berani diberi sanksi…
    Saya mencoba menempatkan diri sebagai beliau (walaupun tidak bisa sama persis)…Kalau saya tentu tidak akan mengaku selain untuk menjaga citra diri juga gengsi saya di depan rakyat tentunya
    Situasi saat ini membuat kita tidak bisa percaya pada orang lain karena sewaktu-waktu kawan bisa jadi lawan dan lawan bisa jadi kawan. Tapi sungguh kita harus tahu siapa lawan/musuh kita yang sebenarnya saat ini. Kenapa lawan bisa jadi kawan dan kawan bisa jadi lawan?
    Soal waktu kenapa tidak dari dulu saja mengaku…saya tidak bisa berkomentar apa-apa…Tapi yang pasti beliau telah mengaku dan siap diberi sanksi…kalau menurutku haruslah ada sanksi buat beliau, pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk segala sesuatu yang tidak sesuai dengan syariah.Tidak hanya Amien Rais tapi juga para kapitalis lainnya…Bukannya apa saya merasa kasihan sekali bila tidak dihukum di saat ini karena sungguh hukum Allah sangat pedih…setidaknya hukuman di dunia bisa memperingan hukuman di akhirat nantinya…Di mana hukuman teringannya adalah berdiri di atas besi panas yang bisa membuat otak mendidih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: