Penurunan Harga Minyak Goreng Gagal

Harga minyak goreng belum turun, bahkan cenderung naik. Upaya pemerintah untuk menekan harga minyak goreng tak membuahkan hasil. Operasi pasar, di berbagai daerah, diakui tidak efektif. Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan produsen memasok minyak sawit mentah, bahan baku minyak goreng, ke dalam negeri, belum diberlakukan secara konsisten. Bahkan ketika pertengahan bulan lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ‘meminta bantuan’ kalangan pengusaha dan produsen agar menjual CPO dengan harga murah, juga tak membantu.

Sampai awal pekan ini harga minyak goreng masih berada di kisaran Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per liter. Kalangan produsen kelihatannya juga masih mengutamakan ekspor ketimbang dalam negeri lantaran harganya memang sedang tinggi, dan menjanjikan keuntungan menggiurkan. Mereka bisa saja berpikir DMO bukan alasan untuk mengurangi ekspor, alias meraih keuntungan sebanyak-banyaknya.

Begitu pula dengan pengenaan pajak ekspor. Ironisnya, Indonesia, sampai hari ini masih tercatat sebagai produsen CPO terbesar dunia, dengan produksi sekitar 16,8 juta ton. Jumlah ini, mestinya, memungkinkan pasokan minyak goreng berlebih. Apalagi, rata-rata konsumsi minyak goreng hanya sekitar empat juta ton per tahun. Nyatanya tak seperti itu.

Produsen masih lebih banyak tergiur keuntungan besar di pasar ekspor. Begitulah mekanisme pasar. Pemerintah memang tak punya kemampuan untuk mengendalikan pasar. Masalahnya, kita juga tak punya sistem, mekanisme, aturan main, atau apapun namanya, yang bisa mencegah atau secepatnya mengatasi kenaikan harga. Kalaupun ada, terbukti tak banyak membantu. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mestinya bisa segera berperan, justru berkilah menunggu payung hukum. Pemerintah tak berdaya menghadapi mekanisme pasar.

Buktinya, seorang pejabat pemerintah mengakui sulit menurunkan harga minyak goreng ke harga sebelumnya, dan kita harus bisa menerima titik keseimbangan harga baru, yang lebih tinggi dari harga sebelumnya. Kita, masyarakat, diberi waktu –kalau tak mau dibilang ‘dipaksa’– melakukan penyesuaian. Ini mungkin cermin kegagalan pemerintah menekan, mengendalikan harga minyak goreng. Bukti lain, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu malah menetapkan target harga minyak goreng Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per liter. Target harga minyak goreng tersebut diharapkan tercapai paling lambat awal Juli 2007. Target ini jelas lebih tinggi dari target sebelumnya di kisaran Rp 6.500 hingga Rp 6.800. Jauh pula dari harga sebelum kenaikan terjadi.

Titik keseimbangan baru. Boleh jadi, ke depan, istilah tersebut akan lebih banyak dilontarkan untuk menyebut kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari. Apalagi pemerintah kerap lebih menerapkan langkah-langkah yang lebih reaktif, semacam operasi pasar. Seolah, dengan operasi pasar, semua persoalan beres dan harga berhenti melambung. Pemerintah mungkin lupa sekarang ini hampir semua komoditas sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar, sesuatu yang sulit dikendalikan cuma dengan operasi pasar.

Kita tentu tidak berharap apa yang terjadi pada minyak goreng bakal terjadi pula pada komoditas lain semacam semen, pupuk, gula, beras, garam, terigu, daging, dan kebutuhan strategis lainnya. Tapi kita juga sama-sama tahu, tindakan pemerintah yang lebih bersifat reaktif, jarang menyelesaikan masalah. Hampir semua komoditas penting kebutuhan masyarakat sulit terjamin ketersediaannya. Harga dan keamanan pasokan berbagai komoditas strategis selalu berada pada kondisi rawan atau pas-pasan. Haruskah kita terbiasa dengan situasi seperti ini?

Republika, Selasa, 12 Juni 2007

0 Responses to “Penurunan Harga Minyak Goreng Gagal”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,492 hits
Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: