Kekayaan Pejabat Publik

KPUD DKI Kamis (14/6) lalu mengumumkan harta kekayaan dua pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI. Fauzi Bowo tercatat memiliki Rp 38,34 miliar dan 150 ribu dolar AS, sedangkan pasangan cawagubnya, Prijanto, memiliki Rp 4,49 miliar. Adang Daradjatun dilaporkan memiliki kekayaan Rp 17,39 miliar dan 42.592 dolar AS, sementara Dani Anwar, pasangan cawagubnya, memiliki Rp 2,99 miliar.

Pengumuman harta kekayaan calon pejabat publik ini boleh dikatakan merupakan salah satu berkah reformasi sejak Mei 1998. Pada masa Orde Baru mana pernah kita mengetahui harta para pejabat publik tersebut. Pengumuman ini dimaksudkan agar korupsi yang dilakukan oleh para pejabat publik bisa ditekan bahkan diberangus. Dengan diketahui sejak sebelum menjabat dan diperiksa lagi setelah tidak menjabat, maka publik bisa mengetahui seberapa besar penggelembungan kekayaan para pejabat. Apakah normal atau di luar batas kewajaran?

Untuk mengetahui apakah jumlah kekayaan seorang pejabat publik meningkat secara wajar dan tak wajar sebenarnya tidak sulit. Bukankah gaji mereka sudah diketahui dengan jelas oleh pihak-pihak yang terkait dengan pencatatan kekayaan pejabat publik. Sehingga, tinggal direka-reka saja apakah penambahan tersebut di luar logika selama dia menjabat atau tidak. Kalau ternyata terduga tak wajar maka perlu dilakukan pengusutan atas harta kekayaan pejabat tersebut.

Sayangnya selama ini tak ada pemeriksaan ataupun pengusutan lebih lanjut terhadap mantan pejabat publik yang kekayaannya melonjak drastis selama dia menjadi pejabat. Belum pernah ada para pejabat yang nilai kekayaannya ternyata ”luar biasa” untuk ukuran gaji yang diterimanya setiap bulan, dilakukan pengusutan terhadap harta kekayaan yang diperolehnya itu. Selama ini baru sebatas pengumuman kekayaannya setelah tak lagi menjadi pejabat. Bahkan, masih banyak para mantan pejabat yang tak melaporkan kekayaannya.

Mata kita tidak tertutup terhadap para pejabat publik yang tadinya biasa-biasa saja kemudian menjadi luar biasa kekayaannya setelah menjabat. Sebagian dari mereka yang tadinya memang kita ketahui sudah kaya, menjadi superkaya begitu menjadi pejabat publik hanya satu periode saja. Tidak cuma di eksekutif, di legislatif juga. Anggota parlemen yang kita tahu sebelumnya hanya orang biasa saja, tetapi tak lama setelah menjadi anggota dewan ”kastanya” menjadi terangkat. Hidupnya menjadi mewah.

Penyerahan daftar kekayaan calon pejabat publik memang salah satu cara untuk melakukan pengawasan serta menekan angka korupsi. Dengan penyerahan lalu diumumkan ke publik setidaknya masyarakat memiliki catatan tentang kekayaan sang pejabat tadi. Selanjutnya masyarakat juga bisa memantau dan ikut melakukan pengawasan –paling tidak pada akhir jabatan si pejabat tadi. Tapi, kalau sekadar diumumkan tanpa ada tindak lanjut dari komisi terkait, maka semuanya hanya menjadi catatan di atas kertas belaka. Untuk itulah komisi terkait dengan pemberantasan korupsi harus bertindak aktif mengusut para pejabat yang lonjakan hartanya tak wajar di akhir jabatannya.

Terhadap para calon cagub dan cawagub DKI, masyarakat sekarang bisa menyimpan data kekayaan mereka. Nanti, bukalah kembali catatan itu lima tahun kemudian. Adakah yang tidak wajar dari jumlah kekayaan mereka? Kalau ada, desaklah komisi terkait untuk melakukan pengusutan dari mana datangnya kekayaan pejabat tadi.

Republika, Sabtu, 16 Juni 2007

0 Responses to “Kekayaan Pejabat Publik”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 777,499 hits
Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Ranks….

AeroCloud Topsites List

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogarama - The Blog Directory

RSS TEMPO Interaktif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS VOA Politik

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: